--- In [email protected], Dablex Scali <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > He..he..he... > Koq jadi situ yg nanya hati nurani ? Sebelum tanya, lihat diri sendiri apa sampeyan punya hati nurani ? > > Enak saja anda bilang agama saya juga agama anda...he..he..trik murahan. > Emang agama anda apa sih ? > > Anda juga jangan ngomong ngalor -ngidul sampe ke masalah hukum jaksa dan pembela segala. Memangnya selama ini pengadilan apa yg anda temukan dan hadapi ? > Memang anda sudah pernah merasakan pengadilan cara Islam ?..he..he...he. > > Hayooo...mau bo'ong apa lagi nih ? > Memang benar, angan2x adalah hiburan, dan andalah salah satu hiburan dan angan2x kita semua di sini...wak..kak..kak.. >
Seharusnya andalah yang berkaca, karena meskipun saya dicaci maki secara pribadi, ADAKAH SAYA MENGUSULKAN AGAR ANDA DITENDANG KARENG MENGHINA DAN MEMFITNAH PRIBADI SAYA ???? Kenapa saya harus berkaca diri??? Apanya yang salah dari tindakan maupun tulisan saya, tak satupun yang mencaci maki pribadi anda. Tidak sama sekali, saya tak pernah memikirkan untuk menendang keluar siapapun juga, bahkan murid2 dikelas sekalipun mengkritik saya tidak pernah saya suruh keluar atau saya keluarkan dianya dari kelas. Saya pendidik, tugas saya mendidik murid2 untuk berpikiran kritis bukan berpikiran yang terikat kepada keimanan agama apapun juga. Keimanan agama merusak kemampuan berpikiran kritis seperti anda itulah sehingga bukan topik permasalahan yang jadi fokus melainkan caci maki dan fitnah pribadi. Agama itu bukan milik anda, tidak ada pemiliknya, semua agama merupakan public domain tak ada yang bisa mengklaim ataupun menuntut kepengadilan atas dasar penghinaan agamanya. Tetapi setiap orang berhak menuntut penghinaan terhadap pribadinya. Anda tidak bisa kepengadilan menuntut saya menghina agama Islam, atau menuntut saya kerena menghina nabi Muhammad. Karena anda bukanlah pemilik agama Islam, dan anda juga bukan nabi Muhammad. Kecuali anda memiliki surat kuasa dari nabi Muhammad itu sendiri tentu bisa anda bawa kepengadilan untuk menuntut saya karena ada surat kuasa itu. Kesimpulannya, tindakan anda mencaci maki saya adalah amoral, unethical, tidak beradab, dan menunjukkan dangkalnya cara berpikir anda. Diskusi adalah bagian dari kegiatan ilmiah bukan kegiatan ibadah agama. Kalo saya berkhotbah di mesjid seperti yang saya tulis disini, tentu saya salah, karena bukan tempatnya saya mengkritik dimimbar tempat imam berkhotbah. Disini memang tempat setiap orang menuliskan atau menyumbangkan pikirannya melalui opininya bukan untuk propaganda agama melalui keimanan anda. Beropini atau menuliskan opini anda membutuhkan kemampuan berbahasa yang baik bukan caci maki, tapi kalo mau meninggikan keimanan anda memang caranya bisa dengan memfitnah agama lainnya agar anda lebih percaya bahwa agama anda lebih baik daripada yang anda fitnahkan itu, dalam hal ini tidak perlu kemampuan bahasa yang baik, cukup caci maki dan kata2 kotor yang bisa anda tujukan kepada mereka yang tidak sekepercayaan seperti anda. Ny. Muslim binti Muskitawati. > > Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:Apakah anda punya hati nurani ??? > Kenapa anda ingin supaya saya ditendang keluar ??? > Apakah sikap anda itu jujur ??? > Anda menuduh saya men-jelek2an agama anda, padahal agama anda juga > agama saya. Sejujurnya saya mengungkapkan hal2 yang tidak baik dari > ajaran agama kita, sama sekali tidak menyentuh atau menghina pribadi anda. > > Dilain pihak, katimbang anda membahas permasalahan secara jujur dan > terbuka bebas dari keberpihakan kepercayaan apapun juga, malah anda > mencaci maki diri atau pribadi saya yang sebetulnya tidak ada sangkut > pautnya dalam diskusi ini !!! Semua yang saya tulis se-mata2 > mengungkapkan perasaan umat lainnya maupun sesama umat Islam yang jadi > korban kebiadaban2 kepercayaan sesama umatnya sendiri. > > Kalo anda berpendidikan cukup, seharusnya anda tahu bahwa dalam sidang > pengadilan tidak cukup cuma ada hakim seperti dalam Syariah Islam, > melainkan juga harus ada jaksa dan pembela. Sebagai pembela, tugasnya > bukan berdasarkan perasaannya melainkan berdasarkan tugasnya pada saat > dia membela. Seorang pembela yang harus membela seorang pembunuh, > tidak bisa membiarkan pembunuh itu dipenjara melainkan tugasnya harus > membebaskannya meskipun dalam hal ini bertentangan dengan nuraninya > sendiri, bahkan bertentangan dengan kepercayaan agamanya. Demikianlah > tugas seorang professional memang harus bebas dari perasaan maupun > keberpihakan kepada agama manapun juga. > > Jadi tidaklah pantas, dan membuktikan bagaimana ajaran Islam membuat > anda biasa mendholimi siapapun juga yang anda anggap bertentangan > dengan kepercayaan anda. Dan hal2 seperti anda inilah yang membuat > umat seperti saudara2 kita Muslimin Ahmadiah menjadi menderita, juga > saudara2 kita dari umat Kristen menderita, termasuk saudara2 kita > amoy2 Indonesia itu sengsara, menderita, tanpa pembelaan sama sekali. > > > > __________________________________________________ > Do You Yahoo!? > Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around > http://mail.yahoo.com > > [Non-text portions of this message have been removed] > Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

