"Ketegangan antar yang Global dengan Lokal"
   
  Demokrasi di Indonesia  masih berada didaerah tahap transisi, masih tampak 
Kebablasan, Demonstrasi para mahasiswa, kaum buruh, rakyat selalu terjadi 
friksi antara pendemo dengan para aparat negara, saling dorong2an pada jarak 
dekat dan saling timpuk2an memakai batu bila sudah berjarak jauh, sangat langka 
kita temukan Demonstrasi secara damai :)
   
  Dalam Demokrasi ini, kita mendapat kesan bahwa para pemimpin/anggota MPR_DPR 
juga  pemerintahan berpikir secara global, sedangkan para  mahasiswa serta 
masyarakat berpikir secara lokal. Buktinya, bahkan  George W. Bush yang datang 
dari belahan dunia  Barat, langsung didemonstrasi dengan hal2 yang kurang masuk 
akal, pada disisi pemerintah menghendaki adanya kedamain, penuh persaudaraan 
serta hubungan yg semakin erat dengan Amerika. Mungkinkah hal ini disebabkan 
ketidaktahuannya  pihak yg berpikir lokal bahwa urusan Politik jangan disusupi 
urusan agama? Bahwa urusan Politik adalah urusan negara dengan masyarakat serta 
dengan negara lain, tapi agama adalah urusan manusia dengan Tuhannya? 
   
  Hal ini akan semakin memperparah debat demokrasi, kesulitan untuk berdialog  
antara pihak2 dalam organisasi, perusahaan termasuk masyarakat politik.
   
  Bagaimanakah jalan keluarnya supaya terdapat dialektika yang aktif antara 
global dan yang lokal dapat diciptakan, penuh persahabatan dan perdamaian :)) 
Pikirkanlah masak-masak!!! 

 
---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get 
things done faster.

Kirim email ke