Jangan berharap banyak jika tinggal di negara yg sekedar memenuhi 20%
anggarannya untuk pendidikan aja ga bisa.
Karakter dan masa depan suatu bangsa bisa dilihat dari sejauh mana dan
sebesar apa kepeduliannya terhadap pendidikan.

Kalau masih ada anak usia sekolah yang ga bisa sekolah dengan baik..
Ga punya dana untuk sekolah.. Sekolahnya kena angin kenceng dikit aja
rubuh..
Gaji guru masih disunat melulu.. Masih mending disunat.. Gimana gaji guru yg
di pelosok??
Kalau orang harus mengeluarkan biaya tinggi untuk bisa dapat pendidikan yang
berkualitas...

Well, ga usah jadi paranormal untuk bisa nebak kalo 10-20 tahun dari
sekarang Indonesia masih kayak gini-gini aja. Even worse!
So, betah-betahin aja liat orang demo bakar-bakaran, bunuh-bunuhan.
Kalau sekarang ngeliat yang rusuh-rusuh begitu hanya di media massa,
mungkin engga butuh lama lagi sebelum kita  terbiasa ngeliat orang disamping
kita bunuh orang kayak bunuh kecoak.


Salam,
nus
yg mulai lelah berwacana n mulai realistis dg mengasah golok


On 11/29/06, Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

   To all :)))

Pikirkanlah masak-masak ~>Pikirkanlah secara baik.

Budi Pekerti, sungguh penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara.
Pembentukan Karakter serta pergeseran paradigma ini seharusnya sudah
ditaburkan sejak dini, sejak bayi, TK sampai Perguruan tinggi :))) Kalau
tidak maka akan terjadi lagi santet2 an, menginjak-injak bendera negara,
caci-maki, membakar foto atau patung presiden bahkan  bunuh2an dll. Dan
hubungan politik dicampur adukkan dengan kepentingan suku, agama dan bangsa,
sangat ironis dan memalukan kalau kita lihat perilaku2 yang tidak
menunjukkan kwalitas moral yang beradab sebagai bangsa yg berbudaya
tinggi!!!
Seharusnyalah masyarakat terutama juga para pemimpin Bangsa ini mempunya
'Pola Pikir' dan "kemampuan logika"  yg bermental serta kepribadian yang
berkwalitas :))) Disamping itu juga mampu meningkatkan kompetensinya sesuai
dgn kebutuhan serta menjadi  manusia yang qualified !!!

Kesenjangan pendidikan ini masih merupakan jurang pemisah terutama didalam
cara berpikir, disatu pihak sudah berpikir secara global, tapi dipihak lain
masih kotak-katik didalam alam pikiran yg sempit, yang hanya mementingkan
golongan, suku atau agamanya. Kejadian2 seperti ini kalau dibiarkan, maka
akan terpola didalam kerangka berpikirnya, sehingga kekeliruan2 itu lama2
menjadi suatu "Kebenaran" baginya :)))
Sebentar lagi tahun 2010 kita sudah memasuki era globalisasi & perdagangan
bebas(AFTA), persaingan bukan lagi dari dalam tetapi justru dari luar, sudah
siapkah kita ?
Kalau kita masih mau mempedulikan Bangsa ini dari 'keterpurukan',
pikirkanlah masak-masak !!!

Salam,

Rudy Prabowo


*Emanuel Sungging <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:

 pikirkan masak2? wah .. bukannya saya mengecilkan 'pola pikir' bangsa
saya sendiri, tapi dalam opini saya, kita itu udah punya 'kebiasaan' untuk
selalu instan ..

mungkin saya ga akan ngambil contoh yg rumit2, tapi dari perkara prestasi
sepakbola, entah udah berapa pelatih pegang timnas, dan kalau gagal, selalu
yg disalahkan adalah pelatih, pelatih sekaliber apapun selalu dianggap gagal
kalau tidak dapat prestasi?

jjadi? pikirkan masak2 atau pikirkan yang instan2? bush datang langsung di
demo anti amerika? apa kita sudah lupa waktu tragedi tsunami, salah satu
pertolongan pertama yang datang itu dari amerika, dari kapal-induknya yang
kebetulan 'patroli' deket2 samudra indonesia? apa mereka ga tulus nolong?

gak ada musuh abadi , gak ada kawan abadi, yang ada adalah (seharusnya),
kita diajak untuk belajar melihat, memahami, berempati dan akhirnya membuat
keputusan ... itu soal amerika, soal yang lain lagi?

emang kita serius nangani kasus porong? proses dialektika-nya hanya bisa
dimulai kalau kita bisa belajar menggunakan budi pekerti kita secara baik
dan benar ..

*Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:

"Ketegangan antar yang Global dengan Lokal"

Demokrasi di Indonesia  masih berada didaerah tahap transisi, masih tampak
Kebablasan, Demonstrasi para mahasiswa, kaum buruh, rakyat selalu terjadi
friksi antara pendemo dengan para aparat negara, saling dorong2an pada jarak
dekat dan saling timpuk2an memakai batu bila sudah berjarak jauh, sangat
langka kita temukan Demonstrasi secara damai :)

Dalam Demokrasi ini, kita mendapat kesan bahwa para pemimpin/anggota
MPR_DPR juga  pemerintahan berpikir secara global, sedangkan para  mahasiswa
serta masyarakat berpikir secara lokal. Buktinya, bahkan  George W. Bush
yang datang dari belahan dunia  Barat, langsung didemonstrasi dengan hal2
yang kurang masuk akal, pada disisi pemerintah menghendaki adanya kedamain,
penuh persaudaraan serta hubungan yg semakin erat dengan Amerika. Mungkinkah
hal ini disebabkan ketidaktahuannya  pihak yg berpikir lokal bahwa urusan
Politik jangan disusupi urusan agama? Bahwa urusan Politik adalah urusan
negara dengan masyarakat serta dengan negara lain, tapi agama adalah urusan
manusia dengan Tuhannya?

Hal ini akan semakin memperparah debat demokrasi, kesulitan untuk
berdialog  antara pihak2 dalam organisasi, perusahaan termasuk masyarakat
politik.

Bagaimanakah jalan keluarnya supaya terdapat dialektika yang aktif antara
global dan yang lokal dapat diciptakan, penuh persahabatan dan perdamaian
:)) Pikirkanlah masak-masak!!!
 ------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail 
beta<http://us.rd.yahoo.com/evt=43257/*http://advision.webevents.yahoo.com/mailbeta>-
 Fire up a more powerful email and get things done faster.




=======================================
/ @~}~ @~}~ /\\nggieng//\ ~{~@ ~{~@ \
. ----------------------------------- .
- mundus vult decipi, ergo decipiatur -
======================================= Send instant messages to your
online friends http://uk.messenger.yahoo.com


 ------------------------------
Access over 1 million songs - Yahoo! Music 
Unlimited.<http://pa.yahoo.com/*http://us.rd.yahoo.com/evt=36035/*http://music.yahoo.com/unlimited/>






--

Kirim email ke