pikirkan masak2? wah .. bukannya saya mengecilkan 'pola pikir' bangsa saya 
sendiri, tapi dalam opini saya, kita itu udah punya 'kebiasaan' untuk selalu 
instan ..

mungkin saya ga akan ngambil contoh yg rumit2, tapi dari perkara prestasi 
sepakbola, entah udah berapa pelatih pegang timnas, dan kalau gagal, selalu yg 
disalahkan adalah pelatih, pelatih sekaliber apapun selalu dianggap gagal kalau 
tidak dapat prestasi?

jjadi? pikirkan masak2 atau pikirkan yang instan2? bush datang langsung di demo 
anti amerika? apa kita sudah lupa waktu tragedi tsunami, salah satu pertolongan 
pertama yang datang itu dari amerika, dari kapal-induknya yang kebetulan 
'patroli' deket2 samudra indonesia? apa mereka ga tulus nolong?

gak ada musuh abadi , gak ada kawan abadi, yang ada adalah (seharusnya), kita 
diajak untuk belajar melihat, memahami, berempati dan akhirnya membuat 
keputusan ... itu soal amerika, soal yang lain lagi?

emang kita serius nangani kasus porong? proses dialektika-nya hanya bisa 
dimulai kalau kita bisa belajar menggunakan budi pekerti kita secara baik dan 
benar .. 

Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    "Ketegangan antar yang Global dengan 
Lokal"
   
  Demokrasi di Indonesia  masih berada didaerah tahap transisi, masih tampak 
Kebablasan, Demonstrasi para mahasiswa, kaum buruh, rakyat selalu terjadi 
friksi antara pendemo dengan para aparat negara, saling dorong2an pada jarak 
dekat dan saling timpuk2an memakai batu bila sudah berjarak jauh, sangat langka 
kita temukan Demonstrasi secara damai :)
   
  Dalam Demokrasi ini, kita mendapat kesan bahwa para pemimpin/anggota MPR_DPR 
juga  pemerintahan berpikir secara global, sedangkan para  mahasiswa serta 
masyarakat berpikir secara lokal. Buktinya, bahkan  George W. Bush yang datang 
dari belahan dunia  Barat, langsung didemonstrasi dengan hal2 yang kurang masuk 
akal, pada disisi pemerintah menghendaki adanya kedamain, penuh persaudaraan 
serta hubungan yg semakin erat dengan Amerika. Mungkinkah hal ini disebabkan 
ketidaktahuannya   pihak yg berpikir lokal bahwa urusan Politik jangan disusupi 
urusan agama? Bahwa urusan Politik adalah urusan negara dengan masyarakat serta 
dengan negara lain, tapi agama adalah urusan manusia dengan Tuhannya? 
   
  Hal ini akan semakin memperparah debat demokrasi, kesulitan untuk berdialog  
antara pihak2 dalam organisasi, perusahaan termasuk masyarakat politik.
   
  Bagaimanakah jalan keluarnya supaya terdapat dialektika yang aktif antara 
global dan yang lokal dapat diciptakan, penuh persahabatan dan perdamaian :)) 
Pikirkanlah masak-masak!!! 
   

---------------------------------
Check out the all-new Yahoo! Mail beta - Fire up a more powerful email and get 
things done faster.  


=======================================
/ @~}~  @~}~ /\\nggieng//\ ~{~@  ~{~@ \
. ----------------------------------- .
- mundus vult decipi, ergo decipiatur -
=======================================
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

Kirim email ke