~Bung Brewok~, menurut pikiran saya, lebih baik menghimbau daripada tidak :)))
Walaupun seseorang belum menjalankannya ;))) Dan para pemimpin, mereka punya
kuping lewat orang lain lho, mereka baca mas, mereka ada job discription
termasuk email2an....!!!
Coba bayangkan dan renungkan .............ilustrasi ini :
Seorang ayah kerjanya menganggur, tapi pasti dia menghimbau anak2nya supaya
rajin bekerja bukan ? Mana ada ayah suruh anaknya nganggur juga, demikian juga
hidup bermasyarakat, bernegara dan berbangsa. Perkara dia mau atau tidak
melakukannya, itu urusan pribadinya. Paham Bung ?
Memulai segala sesuatu selalu dg himbauan, soal dia sudah atau belum
melakukannya, itu urusan pribadi (Personal) masing2 orang, kita nggak pwerlu
lagi ngurusin yg personal2.
Inilah sering kita lupa : Saling menghimbau !!! Supaya "NGE"/sadar!
Kalau saya pribadi, jujur nih ya :
Pertama-tama menjalankan tugas internal (meditasi). eksternal ya mencari
sesuap nasi untuk diri sendiri dan keluarga :) Kalau bisa membuka lapangan
kerja untuk orang lain.
Dulu saya juga hidup susah (boleh dibilang menderita) : Tapi saya merubah
cara berpikir, kerjakan aja yg bisa membawa kita, bahagia, kerja n
kerja........ Saya bersyukur sekali, karena ternyata segala sesuatu itu bisa
berubah dg cepat jika Tuhan menghendaki, jangan dioartikan sombong, maaf,
sekarang saya sudah membuka lahan untuk 120 orang
karyawan/wati...............di Islam bilang Alhamdullillah...............
Saran saya :
"Mencoba dan mencoba, lakukan segala sesuatu, jangan sampai bilang 'aku'
nggak bisa melakukannya, setelah itu tingkatkan"
Misal anda bergerak dibidang spiritual, ya coba terus dan lakukan terus,
pertahankan yg sudah didapat lalu mencoba meningkatkannya, buka lahan/cabang.
Misal-khayalan saja, kita sudah menjadi murid Sai Baba, kalau menurut kita
itu baik, tingkatkan dong, sebarkan dan buka cabang2. Tapi tentunya kita harus
benar2 menunjukan tingkat Pradigma/tingkat perspektif, kuasa super normal
supaya orang boleh percaya. Nah, kalau hanya gitu2 aja, mana mau
meningkat.................................. ya nggak Bung ?
Anda merendah bahwa tingkat perspektif anda lebih rendah dari saya, kalau
jurusan kita tidak sama, anda keliru mempunyai paham seperti itu. Seharusnyalah
sama jurusannya. (coba anda pikir, jurusan anda misalnya fakultas kedokteran,
saya ekonomi, bagaimana anda bisa mengatakan tidak setinggi saya?). Tapi dulu
saya juga belajar Reiki, juga LingChi (dari kuil Sincang Simiao, Tibet)
termasuk gerakan semacam Tai'ichi, dengan meditasi aktif/pasif, semacam senam.
Tapi saya sudah ganti haluan. Saya lihat anda dan teman2 melakoninya juga
termasuk aliran Sai Baba ? Kalau boleh tahu ceritakan dong (lewat Japri lah,
kalau boleh...)
Menaklukkan diri sendiri ? Bung Brewok, "Ego" seseorang itu tidak bisa
ditekan sampai ZERO, kalau sudah zero, anda sudah tidak dialam ini
lagi...hehehehe......................
Anda mungkin sudah lebih memahami dari saya. soal pelepasan2
kemelekatan/keterikatan kita, membubung and membubung terus, sehingga hanya roh
saja intinya :)))
"Begitu "Kemelekatan" itu tiada, Seketika itu "Pencerahan Terjadi" (AChah)
Percuma kalau kita meditasi berpuluh-puluh tahun tapi masih "melekat/terikat"
:)))
Salam Damai Selalu :)))
Rudy Prabowo
"si Brewok [0_-]" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
++ Om Rudy Prabowo, karena anda menghimbau kami untuk berpikir
masak2, berpikir yang baik dan benar, maka saya anggap anda sudah
melakukannya sehingga anda pun mengharap kami juga melakukan hal
yang sama. Good work man!
Namun sayang yah Om, banyak orang yang hanya bisa berkoar-koar saja,
mengirimkan email ke sejumlah milis berisi himbauan agar orang lain
berubah menjadi lebih baik, mau berpikir yang benar, berhati nurani,
dll padahal kelakuannya masya Allah... dibantah aza engga mau,
selalu ada kata2/argument yang bisa ditulisnya. Orang kaya gitu apa
lupa "ngaca" kali yah Om?
Eniwei saya salut sama anda! Anda sepertinya adalah golongan dari
orang2 yang mampu memraktekkan apa yang ia tulis/bicarakan. Salute!
Para pemimpin Indonesia harusnya dipanggil masuk ke milis ini dan
disuruh baca tulisan2 anda agar mereka juga tergugah untuk
berubah... bukan begitu para pembaca milis Mayapada?
Saya harus ngaku Om... meski sudah menjadi pemeditator selama
bertahun2 tetap aza belum dapat menaklukkan diri sendiri. Kenapa yah
belum bisa mencapai tingkatan setinggi anda? Hmmm :-D
Balik lagi ke keheningan bathin....
grokkkk zzzzzzz krrrrrr ... duttt
--- In [email protected], Rudy Prabowo
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> To all :)))
>
> Pikirkanlah masak-masak ~>Pikirkanlah secara baik.
>
> Budi Pekerti, sungguh penting dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
> Pembentukan Karakter serta pergeseran paradigma ini seharusnya
sudah ditaburkan sejak dini, sejak bayi, TK sampai Perguruan
tinggi :))) Kalau tidak maka akan terjadi lagi santet2 an, menginjak-
injak bendera negara, caci-maki, membakar foto atau patung presiden
bahkan bunuh2an dll. Dan hubungan politik dicampur adukkan dengan
kepentingan suku, agama dan bangsa, sangat ironis dan memalukan
kalau kita lihat perilaku2 yang tidak menunjukkan kwalitas moral
yang beradab sebagai bangsa yg berbudaya tinggi!!!
> Seharusnyalah masyarakat terutama juga para pemimpin Bangsa ini
mempunya 'Pola Pikir' dan "kemampuan logika" yg bermental serta
kepribadian yang berkwalitas :))) Disamping itu juga mampu
meningkatkan kompetensinya sesuai dgn kebutuhan serta menjadi
manusia yang qualified !!!
>
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.