wah sorry ya mas, karena saya perempuan jadi saya suka pengen ngeyel 
terus.


--- In [email protected], "Unik F sultan" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya pernah menanyakan mengapa harus ada mas kawin dalam sebuah 
perkawinan
> (dalam islam). Saya diberi jawaban bahwa ketika terjadinya hubungan
> 'percintaan', bukan saja disana timbul hak dan kewajiban si laki 
laki dan
> perempuan, akan tetapi ada hak Tuhan juga, yaitu yang tertuang 
dalam rukun
> perkawinan termasuk mas kawin. Mas kawin merupakan hak TUhan yang 
kemudian
> di amanahkan untuk di pakai oleh si perempuan. 
--------------------------------------------------
saya mau tanya, kenapa harus diamanahkan untuk dipakai oleh 
siperempuan ketika terjadi hubungan "percintaan"?
kan jadinya sama saja dengan jual beli. saya kasih kamu "itu", kamu 
kasih saya uang.
saya pikir, dengan adanya mas kawin itu, kedudukan perempuan menjadi 
lemah. Dan tentu saja anda2 yang laki2 dengan senang hati mau 
mempertahankan tradisi ini. Iya enggak?

salam,
mj






> 
>  
> 
> Itu menurut Islam (sepanjang yang pernah saya tanyakan). Tidak 
tahu kalau
> adat arab, adat jawa, ada mana saja.
> 
>  
> 
> Salam,
> 
> Unik
> 
>   _____  
> 
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
On Behalf
> Of Priyo Husodo
> Sent: Thursday, July 12, 2007 9:33 AM
> To: [email protected]
> Subject: Re: [mediacare] Hapuskan saja mas kawin
> 
>  
> 
> yah tidak semudah itu menghapuskan mas kawin... karena budaya ini 
sudah
> masuk ke dalam sendi agama..
> 
> kalo mau dihapus berarti khan harus mengamandemen kitab sucinya... 
sesuatu
> yang tidak mungkin terjadi.
> 
>  
> 
> btw: kalo umat tidak lagi memakai mas kawin dalam perkawinan 
apakah ini
> berarti menentang agama?
> 
>  
> 
> Salam,
> 
> rph
> 
>  
> 
> On 7/11/07, marthajan04 <marthajan04@ <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
> yahoo.com> wrote: 
> 
> makanya mas Miftah, saya bilang juga hapuskan saja mas kawin itu.
> Supaya sama2 tidak berat. Bukankah banyak juga lelaki yang 
kesulitan
> melamar wanita karena tidak sanggup menyediakan mas kawin?
> 
> Nah nanti kalau sang mertua jengkel karena merasa sudah diperas, 
> siapa yang akan jadi luapan kemarahan itu? tentu sang menantu
> perempuan bukan? maka jadilah adanya perbudakan dalam keluarga.
> 
> mj
> 
> ------------------------
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED] <mailto:mediacare%40yahoogroups.com> 
ps.com,
> "Miftah Surur" <msurur@> wrote:
> >
> > wah repot, nanti kalu dibebankan ke perempuan, dibilang 
penindasan 
> lagi terhadap perempuan....
> 
> > Tapi begini, tradisi mas kawin seperti itu perlu dilihat dalam 
> konteks hubungan laki-laki dan perempuan di tanah Arab yang memang 
> tidak seimbang - atau dalam bahasa anak sekolahan disebut sangat 
> patriarkhal. itulah mengapa laki-laki mendapat posisi yang lebih 
> dibanding perempuan. Meskipun akhir-akhir muncul pemikiran baru 
dari 
> beberapa pemikir Islam komtemporer untuk memberikan kewajiban yang 
> sama bagi perempuan untuk memberi mas kawin, tapi gagasan ini 
belum 
> popular
> -----------------------------------------------------
>


Kirim email ke