Terima kasih atas kritik baliknya (walaupun yang meng-counter kakak-nya)

dnrubd> Krutik anda tajam sekali, tapi terkesan emosional karena satu dan lain
dnrubd> hal.
Kalau kritik saya dikatakan tajam, saya terima. Tapi kalau terkesan
emosional rasa-nya kurang tepat, karena saya menulis dengan terseyum,
(bukan berarti gila lho.. seyum-senyum sendiri !)

dnrubd> Saya sarankan tolong baca dulu apa itu "Open Source" dan hal hal yang
dnrubd> terkait didalamnya sebelum berkomentar lebih jauh. mungkin anda telah
dnrubd> membaca, coba pahami lagi apa yang ada didalam pengertian "Open Source"
dnrubd> dan segala tetek bengek yang ada didalamnya.
Mbah dukun yang terhormat,
Memang Open Source tidak hanya berarti akses ke Source Code. tapi
gue 'ga mau jauh-jauh dulu ke "tidak hanya" itu.
Dan gue bicara dalam lingkup komersial, karena untuk non komersial
misalnya university, saya sangat setuju sekali open source!
Menurut saya dalam suatu "karya" itu yang paling mahal adalah "ide" nya.

Nah ! kalau suatu perusahaan perangkat lunak mengikuti jejak babe-nya
open source, katakan dia membuat suatu program aplikasi yang powerfull
dan didalamnya ada ide yang sangat brilian ! dan karena open source,
perusahaan yang lain melirik dan setelah membaca source code-nya
memang idenya sangat brilian ! Kemudian dia membuat aplikasi serupa
dengan mengembangkan "ide" yang brilian tersebut ! dan keluarlah
sebuah software yang lebih powerfull lagi. Sekali lagi saya katakan
yang diambil oleh perusahaan yang satu ini "ide"-nya bukan "code"-nya!
Nah ! lebih sadis-lagi perusahaan ini menjualnya dengan "close source"
('ga salah kan) dan saking powerfull-nya ini software maka dipasaran
kebanyakan orang beralih ke produk ini.
"Bisa anda rasakan perasaan si pembuat aplikasi yang pertama ?"
dan di pikiran saya hanya ada satu kata untuk perusahaan pertama tadi,
yaitu "Bankrut" (Tapi 'ga tau kalau mbah dukun punya kata-kata lain).

Apakah melanggar hukum dalam hal pengambilan "ide"-nya ?
dan kalau memang melanggar hukum bagaimana cara mengetahuinya, karena
bisa saja ide orang itu sama. Karena perlu diingat dan diakui bahwa
di dunia bisnis banyak orang-orang yang licik ! jadi sudah sewajarnya
bukan perangkat hukumnya saja yang ditingkatkan, tetapi kita
pelaku-nya sendiri yang harus melangkah hati-hati.


dnrubd> Maaf kalau saya menilai
dnrubd> komentar anda koq melenceng dengan pengertian itu sendiri.
kalau omongan saya dianggap melenceng dari pengertian itu sendiri,
karena saya bicara mengenai akibat-akibat buruk yang sangat berpotensi
untuk muncul bila open source diterapkan di dunia bisnis yang nyata ini!
Kita kan manusia tidak mungkin menciptakan sesuatu yang sempurna kalau
mbah sebagai dukun bisa mengcounter akibat burut tersebut sangat baik
sekali ! Mbah bisa menjadi "Dukun of the Year " ! :) (sekali lagi saya
harus memakai tanda ini supaya 'ga dibilang erosi eh.. salah emosi
maksud saya).

Sekali lagi saya tidak bicara Open Source dalam bentuk rentetan
kata yang membentuk suatu kalimat yang kemudian kalimat tersebut
berkoalisi membentuk suatu arti ! :)

Tapi saya bicara kemungkinan-kemungkinan buruk yang dapat ditimbulkan!
Dan kemungkinan itu (namanya juga kemungkinan) bisa juga salah bisa
juga benar.
Saya sendiri berdoa agar hal itu tidak terjadi !


dnrubd> Selamat membaca....www.opensource.org
Terima kasih, saya telah dengan selamat membaca kembali definisi dari
open source. :)


Best regards,
 Agung                            mailto:[EMAIL PROTECTED]



* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke