> Jawabnya mudah "karena memang kebanyakan seperti itu" (maaf kalau terasa
> kasar dan agak nggak enak.   Coba sekarang anda iseng, lakukan survei
> kecil-kecilan 8-).   Kepada rekan-rekan sekitar anda .

Kalo surveynya dibalik gimana ?, obyeknya adalah Dosen ?,
kemungkinan terbesar jawabannya kurang lebih sama, adanya "saling
menyalahkan"

> Pengalaman saya mengajar menunjukkan itu koq 8-)  Tapi bukan berarti
> mahasiswa itu "pada dasarnya malas", tetapi kondisi, nilai masyarakat dan
> situasi yang mendorong ke arah sana

mungkin pada dasarnya manusia itu malas, sehingga berkreasi untuk membuat
terobosan baru dan "improvisasi" agar bisa tetap "malas" tapi "Output"
maksimal, ini juga sama di dunia kerja nyata, dimana pekerja selalu
"berusaha" jadi "malas" tapi "job is done successfully" maka timbul istilah
"You don't have to work hard, but You have to work smart", kecuali buat
Marketing kali yee, "you don't have to work hard and smart, but you have to
talk much".. :-)

> Mungkin kalau anda sendiri pernah ikut RAPIM pernah merasakan bagimana
> sekolah itu juga mendengarkan "suara-suara complain ini".  Dan bagaimana
> usaha yang dilakukan GD untuk mengatasi hal ini.
> Jadi bukan berarti kampus tidak menyadari masalah seperti "dosen tidak
> hadir", "praktikum kurang alat", "mahasiswa berantem", dll dsb.

Usul : kalo Fasilitas "hardware" diubah jadi "software" saja bagaimana ?,
dosen bisa dikasih kesempatan belajar tidak melulu tentang "technical", tapi
"value" lain, training-training management spt : PQM, 7 Habbits, Franklin
Covey, etc. dan yg terpenting direview berkala dan difollow-up
terus-menerus, dengan harapan bisa terjadi improvementnya.
kalo mengenai "mhs berantem secara fisik", wah ... pusing dech ; kudu tegas
aje dech di DO aje langsung dan nggak usah di kasih peringatan segala. (juga
bagi yg terlibat Narkoba), biar kampus "bersih" dr hal spt ini.

> Soal informasi saya jadi inging bertanya... berapa persen dari mahasiswa
> yang akses Internet (bukannya underestimate).  Mudah-mudahan sekarang
> sudah membaik,

IMHO lagi,
saya setuju dengan argumentasi anda, tapi bukan berarti Informasi via WEB
diabaikan sama sekali bukan ?,
mungkin bisa dimulai informasi-informasi kecil dulu, harapan saya pribadi
dan akan sangat menghargai bila ada proses kearah sana (penyajian informasi
yg jelas), bukan "ujug-ujug" langsung tercipta web yg sarat informasi spt
WEB-WEB komersial.
honestly, saya sangat sedih kalo mengunjungi web gunadarma.ac.id ;
informasinya sangat useless ; contoh konkret : informasi kalender akademik
masih tahun/semester lalu (10-Feb-01). Jangan-jangan kalo di Web Site ada
foto presidennya, masih P'Suharto lagi... :-)

Mungkin pihak pengelola WEB bisa belajar juga dr Web pribadi anda yang
sangat "sederhana" namun sarat informasi dan lumayan actual ; saya memang
mengenal anda sebagai salah satu "aset" bagi Indo dan kampus kita, tapi saya
tetap harus menilai secara obyektif dan menyakini dengan paradigma saya
tentang kampus atau apa yg saya lihat dan alami, dan berkata sejujurnya kalo
"bagus" ya "bagus", kalo "tidak bagus" ya tetap "tidak bagus" dan "minta"
di-improve.
Secara implisit sampai sejauh ini kita memang masih "berseberangan" dalam
paradigma penyediaan Informasi di gunadarma, apalagi kami yang akan paling
banyak memanfaatkan informasi ini, juga sebagai Almamater saya.
Jadi maklumi saja dech.

> Karena media mana yang dipakai untuk sarana "pengumuman" ini menentukan
> kemana "dana" harus dicurahkan yg utama (dana itu terbatas).

money is not everything, but monkey is.... (hehehe),
maaf kalo bicara cast cost memang jadi sulit dech,

> Memang penting menyediakan informasi di situs, tetapi kembali lagi ke
> seberapa efektifnya.. ?Lha pengumuman yang nyata-nyata di depan mata aja
> sering tidak dibaca 8-)

mata kita nggak biasa "jelalatan" sich, kecuali utk hal yg "satu"nya.. :-),
usul : gimana kalo distandarisasi, kalo Pengumuman A, ada di papan A, dan
pengumuman B dipapan B dst,
jadi memudahkan dan  nggak perlu "berkelana" utk menemukan "seucrit" informa
si... hehehe

> Untuk mahasiswa seingat saya yg tergolong efektif
> di GD adalah memasang spanduk (walau low tech, ini lebih efektif daripada
> di Web Site). Nah jadi berbagai media "pengumuman" itu telah ditempuh..
termasuk "salah
> satunya "Internet (mungkin sekarang gara-gara Internet lagi top, maka
> karena nggak ada di Internet, maka dianggap kurang..he.h.eh.e)

Nggak juga, kadang informasinya juga telat/ "basi". menurut pandangan saya,
"kebijakan" atau rule penyajian informasi baik secara High tech atau low
tech belum diupayakan secara optimal, contoh konkretnya : informasi mata
kuliah/Jadwal Kuliah yang berubah-ubah (biasanya diawal semester), jadwal
ujian yg  dan info-info lain yg mungkin juga saya belum tahu krn males
"berkelana"... :-)

> Oh ya "mencoba" lain dari arus seringkali sulit.  Di arus yang rame-rame
> complain Uni, tapi mencoba "memberi pandangan lain" akan sangat sulit
> sekali, karena dianggap menentang arus

Sebenarnya banyak juga dosen yg aktif, cuma biasanya aktif di Mailing list
gratisan yg dibuat oleh Mhs ybs,
CMIIW, bisa saja pihak staf/dosen tidak aktif di mlist, krn adanya keraguan
dalam melihat cakupan Mlist ini yg begitu luas dan kompleks, yg mungkin
tidak hanya berbicara mengenai Sistem Informasi, tapi juga Mekanika Teknik,
Thermodinamika, Ekonomi, kesusastraan, dll. mungkin juga ada keraguan
kapasitasnya sebagai apa ?, penentu "kebijakan" ? memberikan "materi" ?,
atau "ngajak" diskusi ?,

makanya saya sangat berkeyakinan bahwa "sentilan-sentilan" ini pasti akan
difollow-up.

salam,
18100018



_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke