satu lagi dari mxrider....jago review neh..
yoi...smua motor itu relatif..dari pemakaian sampai konsumsi
trus kocek juga relatif, dari dana keras sampe dana pinjaman.
pastikan mx anda mencoba bioetanol (bensin alternatif)
http://portal.djlpe.esdm.go.id/modules/news/index.php?_act=detail&sub=news_media&news_id=903
http://www.coles-express.com.au/fuel.asp
Regards,
Junianto M
ASEAN Centre for Energy MXRider Community
10 nations, 1 community Many faces, ONE community
www.aseanenergy.org www.mxrider.or.id
mth, henry wrote:
Konsumen sekarang harusnya lebih cerdas ya...
Jangan cuma mau di kasih kesan doang..., kembali ke masalah motor baru
yang mau jadi pilihan kita-kita, sebagai kendaraan itu harus
diperhatikan aspek kenyamanan, kenceng atau tidak bukan dalam
pengertian top speed tinggi, tapi akselerasi yang stabil. Rem, dalam
pengertian deselerasi yang stabil. Tentunya harus di dukung oleh
chasis yang mantap. Peran chasis juga penting untuk pengendalian
motor. Kelihatannya semua motor sudah memperhatikan ini semua. Tapi
harus dilihat juga gaya berkendara kita. Apakah doyan kenceng, atau
lambat.
Motor/kendaraan yang lambat juga membahayakan lalulintas. Terutama
kalau di jalur lebar, besar kayak gatot subroto. Misal akselerasi dari
0-60km/jam aja butuh ber menit-menit, ya ga ku ku deh..., pasti
kendaraan dibelakangnya udah teriak2...
Soal Irit juga, konsumen jangan berpatokan dengan perbedaan beberapa
km. Perbedaan beberapa km hanya akan menghemat uang dalam jumlah yang
kecil (mohon maaf untuk pengertiian jumlah yang kecil ini). Apalagi
jika dibandingkan dengan kampanye penghematan minyakbumi, wah
penghematan cara ini sih tidak akan berdampak besar. Tapi memang
semangatnya yang layak ditiru. Semangat penghematan bahan bakar. Namun
penghematan yang lebih tepat adalah seperti yang dilakukan di riset2
automotif sekarang.Misal, penggunaan mesin hibrida, mesin bensin dan
listrik. Atau bahan bakar alternative lainnya yang bukan minyak bumi.
Berhemat dalam perilaku berkendara juga bukan rupiah atau minyakbumi
nya yang dihemat, tapi lebih ke safety berkendara dan mengurangi
polusi. Intinya sih untuk lingkungan hidup, bukan untuk memperbesar
tabungan kita di Bank. Tapi ya itu, orang Indonesia kan lebih percaya
kalau hemat bikin kita kaya, bukan hemat untuk llingkungan yang lebih
sehat. Jadinya Produsen motor selalu berkampanye hemat pangkal kaya,
dan kedua baru hemat untuk lingkungan yang lebih baik.
Cara hemat yang ditempuh BMW untuk salah satu mobilnya misalnya (baca
di business week edisi minggu pertama Feb.) adalah dengan mematikan
mesin jika sensor melihat kendaraan idle dalam waktu tertentu (macet
misalnya). Mesin hidup lagi ketika gigi di masukan. Mereka melakukan
itu karena bagaimanapun ada batasan untuk menghemat BBM. BBM yang
terlalu dihemat akan mengorbankan power mesin. Atau memanfaatkan
energi hasil deselerasi. Di samping itu mereka masih mencari
efisiensi2 lainnya. Artinya Hemat/irit tidak hanya dipandang sebagai
banyaknya jumlah bahan bakar yang dibakar untuk 1 cm. Tapi banyak
aspek yang bisa dilakukan untuk mencapai itu.
Regards,
henrymth
------------------------------------------------------------------------
*From:* [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] *On
Behalf Of *eko nugroho
*Sent:* Thursday, February 15, 2007 12:38 PM
*To:* [email protected]
*Subject:* Re: [mxrider] Info Buat yang mau beli motor dalam waktu deket
perkiraan harganya 17,5 juta ya..ehmm..mahal juga..
tapi klo injeksi mah sebanding lah,,14,9 bukannya diatas FU yang
sekitar 13 dk..bisa lari 160 km/jam ga yach...hehehe....
veggy sama thundie mah lewatttt......
*/
/*