sudah punya tentara, sudah punya senjata, tunggu apalagi?
Praktisi Waluya Reiki
Reiki Training And Developmnent center

+622197424139/+622127136437+628569024880

--- On Mon, 6/1/09, Reporter Milist <[email protected]> wrote:


From: Reporter Milist <[email protected]>
Subject: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat
To: 
Date: Monday, June 1, 2009, 4:23 AM









Refleksi: Namanya Juga Malingsia (Malingnya INdonSIA) kan di blog ambalat ada 
Minyaknya

20/05/09 15:37
Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengungkapkan 
Malaysia bertahan dengan klaimnya atas Ambalat sehingga perundingan Indonesia 
dan Malaysia tentang status perbatasan Blok Ambalat ini belum mencapai 
kesepakatan.

"Perundingan masih berlanjut antara Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional, 
Deplu dengan pihak Malaysia," kata Juwono kepada ANTARA di Pusat Kesenian 
Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Rabu, saat menghadiri Dialog Budaya Satu 
Abad Kebangkitan Nasional. 

Juwono menuturkan, hingga saat ini Malaysia tidak mau mengalah atas penguasaan 
laut Blok Ambalat yang disengketakan kedua negara sehingga akhir perundingan 
belum bisa dipastikan.

"Kita belum tentukan, tergantung dari Menlu dan Pak Dirjen Hukum dan Perjanjian 
Internasional," katanya.

Di bawah Peraturan Presiden Nomor 21 tahun 2008, Direktorat Jenderal Hukum dan 
Perjanjian Internasional mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan 
serta standardisasi teknis bidang hukum dan perjanjian internasional. 

Juwono menjelaskan, para ahli hukum internasional sebenarnya menilai penguasaan 
Blok Ambalat oleh Malaysia itu bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum 
internasional.

Oleh karena itu, Indonesia telah mengirimkan enam kapal perang ke daerah 
perbatasan itu.

"Kehadiran tentara supaya mereka (Malaysia) tidak serta merta mengolah minyak 
yang sekarang masih dalam status sengketa. Kita jaga jarak," katanya.

Dia mengungkapkan, Indonesia terpaksa menempuh sistem pengawasan pulau-pulau 
terluar melalui patroli bergilir karena belum bisa menempatkan pasukan di 
setiap pulau mengingat upaya itu membutuhkan bantuan logistik penuh. 

Menteri Pertahanan juga menyatakan, penempatan pasukan di pulau-pulau terluar 
hanya dilakukan jika ada potensi sengketa atau klaim dari negara lain atas 
pulau-pulau terluar itu.

"Kemudian kita lihat nilai pulau itu, apakah dekat dengan kandungan minyak dan 
gas atau tidak. Jika tidak, cukup dengan patroli," kata Juwono. (*)


-- 
************ ********* ********* ********* ******
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya
http://reportermili st.multiply. com/
************ ********* ********* ********* *******
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang
besar.. Berminat Hubungi Reportermilist@ gmail.com
============ ========= ========
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
============ ========= ========
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu. com
============ ========= ========
Space Iklan
============ ========= ========

















      

Kirim email ke