Anggaplah angka tersebut memang menunjukan persentase WNI kita di
malaysia

Trus, emang ada yang salah dgn menjadi TKI........??? mohon
pencerahnnya, 

kali aja bisa jadi tema kampanye capres

 

From: [email protected]
[mailto:[email protected]] On Behalf Of Wal Suparmo
Sent: Tuesday, June 02, 2009 11:11 AM
To: [email protected]
Subject: RE: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat

 






Salam,
Apa Anda bisa membuktikan bahwa yang berhasil lebih dari 50% untuk tidak
menjadi banu dan kuli?
Kalau  5(lima) % saja sudah hebat dan itu baru laku sebagai bantahan.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sel, 2/6/09, Reynant Hadi <[email protected]> menulis:


Dari: Reynant Hadi <[email protected]>
Topik: RE: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat
Kepada: [email protected]
Tanggal: Selasa, 2 Juni, 2009, 8:34 AM

Yah selama ini yg rame diberitakan memang hanya soal TKI

Banyak juga WNI yg berhasil berkarya di malingsia sana, jd jgn terlalu
sempit pikiranya Cik Wal,

Banyaknya wni yg mencari kerja di sana juga bukan alasan pembenaran
Negara tsb bisa seenaknya,

 

Salam,

 

rha

 

From: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com [mailto:Nongkrong_
bare...@yahoogro ups.com] On Behalf Of Wal Suparmo
Sent: Monday, June 01, 2009 7:12 PM
To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com
Subject: Bls: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat

 





Salam,
Meskipun maling tetapi KAYA dan orang Indonesia  mampunya hanya jadi
BABU dan KULI di negara itu.
Jangan banyak cakap cik!
Wasalam,
Wal Suparmo

--- Pada Sen, 1/6/09, Reporter Milist <reportermilist@ gmail.com>
menulis:


Dari: Reporter Milist <reportermilist@ gmail.com>
Topik: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat
Kepada: 
Tanggal: Senin, 1 Juni, 2009, 4:23 PM

Refleksi: Namanya Juga Malingsia (Malingnya INdonSIA) kan di blog
ambalat ada Minyaknya

20/05/09 15:37


Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat




Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono
mengungkapkan Malaysia bertahan dengan klaimnya atas Ambalat sehingga
perundingan Indonesia dan Malaysia tentang status perbatasan Blok
Ambalat ini belum mencapai kesepakatan.

"Perundingan masih berlanjut antara Dirjen Hukum dan Perjanjian
Internasional, Deplu dengan pihak Malaysia," kata Juwono kepada ANTARA
di Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Rabu, saat
menghadiri Dialog Budaya Satu Abad Kebangkitan Nasional. 

Juwono menuturkan, hingga saat ini Malaysia tidak mau mengalah atas
penguasaan laut Blok Ambalat yang disengketakan kedua negara sehingga
akhir perundingan belum bisa dipastikan.

"Kita belum tentukan, tergantung dari Menlu dan Pak Dirjen Hukum dan
Perjanjian Internasional," katanya.

Di bawah Peraturan Presiden Nomor 21 tahun 2008, Direktorat Jenderal
Hukum dan Perjanjian Internasional mempunyai tugas merumuskan dan
melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis bidang hukum dan
perjanjian internasional. 

Juwono menjelaskan, para ahli hukum internasional sebenarnya menilai
penguasaan Blok Ambalat oleh Malaysia itu bertentangan dengan
prinsip-prinsip hukum internasional.

Oleh karena itu, Indonesia telah mengirimkan enam kapal perang ke daerah
perbatasan itu.

"Kehadiran tentara supaya mereka (Malaysia) tidak serta merta mengolah
minyak yang sekarang masih dalam status sengketa. Kita jaga jarak,"
katanya.

Dia mengungkapkan, Indonesia terpaksa menempuh sistem pengawasan
pulau-pulau terluar melalui patroli bergilir karena belum bisa
menempatkan pasukan di setiap pulau mengingat upaya itu membutuhkan
bantuan logistik penuh. 

Menteri Pertahanan juga menyatakan, penempatan pasukan di pulau-pulau
terluar hanya dilakukan jika ada potensi sengketa atau klaim dari negara
lain atas pulau-pulau terluar itu.

"Kemudian kita lihat nilai pulau itu, apakah dekat dengan kandungan
minyak dan gas atau tidak. Jika tidak, cukup dengan patroli," kata
Juwono. (*)


-- 
************ ********* ********* ********* ******
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber
terpercaya
http://reportermili st.multiply. com/
<http://reportermilist.multiply.com/> 
************ ********* ********* ********* *******
Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/
5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh
reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang
besar.. Berminat Hubungi Reportermilist@ gmail.com
============ ========= ========
(Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com
============ ========= ========
Search Engine Terpopuler Anak Bangsa
http://djitu. com <http://djitu.com> 
============ ========= ========
Space Iklan
============ ========= ========

 

________________________________

Firefox 3
<http://sg.rd.yahoo.com/id/search/firefox/mail/signature/*http:/download
s.yahoo.com/id/firefox/> : Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan
dan Gratis.

 

________________________________

Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya!
<http://id.mail.yahoo.com> 



<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke