Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........!Ambalat..........! selalu membuat orang-orang merasa memiliki tak peduli lagi harus berdiplomasi sebab diplomasi tak pernah mengakhiri
Praktisi Waluya Reiki Reiki Training And Developmnent center +622197424139/+622127136437+628569024880 --- On Tue, 6/2/09, Wal Suparmo <[email protected]> wrote: From: Wal Suparmo <[email protected]> Subject: RE: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat To: [email protected] Date: Tuesday, June 2, 2009, 12:23 PM Salam, Disini SALAH ATAU TIDAK, tidak pernah dipersoalkan. Wasalam, Wal Suparmo --- Pada Sel, 2/6/09, Reynant Hadi <reyn...@kpei. co.id> menulis: Dari: Reynant Hadi <reyn...@kpei. co.id> Topik: RE: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat Kepada: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com Tanggal: Selasa, 2 Juni, 2009, 2:06 PM Anggaplah angka tersebut memang menunjukan persentase WNI kita di malaysia Trus, emang ada yang salah dgn menjadi TKI……..??? mohon pencerahnnya, kali aja bisa jadi tema kampanye capres From: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com [mailto:Nongkrong_ bare...@yahoogro ups.com] On Behalf Of Wal Suparmo Sent: Tuesday, June 02, 2009 11:11 AM To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com Subject: RE: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat Salam, Apa Anda bisa membuktikan bahwa yang berhasil lebih dari 50% untuk tidak menjadi banu dan kuli? Kalau 5(lima) % saja sudah hebat dan itu baru laku sebagai bantahan. Wasalam, Wal Suparmo --- Pada Sel, 2/6/09, Reynant Hadi <reyn...@kpei. co.id> menulis: Dari: Reynant Hadi <reyn...@kpei. co.id> Topik: RE: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat Kepada: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com Tanggal: Selasa, 2 Juni, 2009, 8:34 AM Yah selama ini yg rame diberitakan memang hanya soal TKI Banyak juga WNI yg berhasil berkarya di malingsia sana, jd jgn terlalu sempit pikiranya Cik Wal, Banyaknya wni yg mencari kerja di sana juga bukan alasan pembenaran Negara tsb bisa seenaknya, Salam, rha From: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com [mailto:Nongkrong_ bare...@yahoogro ups.com] On Behalf Of Wal Suparmo Sent: Monday, June 01, 2009 7:12 PM To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com Subject: Bls: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat Salam, Meskipun maling tetapi KAYA dan orang Indonesia mampunya hanya jadi BABU dan KULI di negara itu. Jangan banyak cakap cik! Wasalam, Wal Suparmo --- Pada Sen, 1/6/09, Reporter Milist <reportermilist@ gmail.com> menulis: Dari: Reporter Milist <reportermilist@ gmail.com> Topik: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat Kepada: Tanggal: Senin, 1 Juni, 2009, 4:23 PM Refleksi: Namanya Juga Malingsia (Malingnya INdonSIA) kan di blog ambalat ada Minyaknya 20/05/09 15:37 Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengungkapkan Malaysia bertahan dengan klaimnya atas Ambalat sehingga perundingan Indonesia dan Malaysia tentang status perbatasan Blok Ambalat ini belum mencapai kesepakatan. "Perundingan masih berlanjut antara Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional, Deplu dengan pihak Malaysia," kata Juwono kepada ANTARA di Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Rabu, saat menghadiri Dialog Budaya Satu Abad Kebangkitan Nasional. Juwono menuturkan, hingga saat ini Malaysia tidak mau mengalah atas penguasaan laut Blok Ambalat yang disengketakan kedua negara sehingga akhir perundingan belum bisa dipastikan. "Kita belum tentukan, tergantung dari Menlu dan Pak Dirjen Hukum dan Perjanjian Internasional, " katanya. Di bawah Peraturan Presiden Nomor 21 tahun 2008, Direktorat Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional mempunyai tugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis bidang hukum dan perjanjian internasional. Juwono menjelaskan, para ahli hukum internasional sebenarnya menilai penguasaan Blok Ambalat oleh Malaysia itu bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional. Oleh karena itu, Indonesia telah mengirimkan enam kapal perang ke daerah perbatasan itu. "Kehadiran tentara supaya mereka (Malaysia) tidak serta merta mengolah minyak yang sekarang masih dalam status sengketa. Kita jaga jarak," katanya. Dia mengungkapkan, Indonesia terpaksa menempuh sistem pengawasan pulau-pulau terluar melalui patroli bergilir karena belum bisa menempatkan pasukan di setiap pulau mengingat upaya itu membutuhkan bantuan logistik penuh. Menteri Pertahanan juga menyatakan, penempatan pasukan di pulau-pulau terluar hanya dilakukan jika ada potensi sengketa atau klaim dari negara lain atas pulau-pulau terluar itu. "Kemudian kita lihat nilai pulau itu, apakah dekat dengan kandungan minyak dan gas atau tidak. Jika tidak, cukup dengan patroli," kata Juwono. (*) -- ************ ********* ********* ********* ****** Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber terpercaya http://reportermili st.multiply. com/ ************ ********* ********* ********* ******* Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/ 5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang besar.. Berminat Hubungi Reportermilist@ gmail.com ============ ========= ======== (Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com ============ ========= ======== Search Engine Terpopuler Anak Bangsa http://djitu. com ============ ========= ======== Space Iklan ============ ========= ======== Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan Gratis. Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya! Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!
