Salam,
Malingsia memang maling tetapi kaya.Tidak seperti orang Indonesia  yang hanya 
biasa jadi babu dan kuli di Malasia. 
Inilah sentilan supaya para pemimpin kita lebih memperhatikan rakyat Indonesia 
setelah 63 tahun merdeka .Inikah hasil kemerdekaan kita?
Menurut wawancara dengan TWone, Menhan Malaysia telah menginstruksikan 
bawahannya untuk tidak membuat provokasi dan akan segera ke Indonesia untuk 
merundingkan masalah ini.
Wasalam,
Wal Suparmo
--- Pada Rab, 3/6/09, Yoga Wismoyo <[email protected]> menulis:

Dari: Yoga Wismoyo <[email protected]>
Topik: RE: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah Soal Ambalat
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 3 Juni, 2009, 8:25 AM











    
            
            


      
      







Malaysia negara gak punya minyak dan serakah. Ambalat harga mati bagi INDONESIA 
sudah
jelas!!! Buat apa KAYA kalo MALING?? 

Seharusnya Indonesia 
bertindak!! Pernah dengar Indonesia 
menyiksa warga Malaysia , ato
kapal Nelayan Malaysia ditembak
 Indonesia ? 

Sesama Negara
mayoritas muslim dan serumpun seharusnya saling menghargai dan santun.Kita
semua membenci perang, tetapi wajib hukumnya melawan jika terus dizalimi.. 

Saya berharap
yang terbaik bagi kedua belah pihak.. 

   

Warm regards, 

Yoga W 





   









From:
Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com [mailto:Nongkrong_ bare...@yahoogro 
ups.com] On Behalf Of efendi jack

Sent: Wednesday, June 03, 2009
7:47 AM

To:
Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com

Subject: RE: -:: Milist NB::- Malaysia Tak
Mau Mengalah Soal Ambalat 



   













 




 
  
  
  Ambalat..... .....!Ambalat. ......... !Ambalat. ......... !Ambalat. ......... 
!Ambalat. ......... !Ambalat. ......... !Ambalat. ......... !Ambalat. ......... 
!Ambalat. ......... !Ambalat. ......... !Ambalat. ......... !Ambalat. ......... 
!Ambalat. ......... !Ambalat. ......... !Ambalat. ......... !Ambalat. ......... 
!Ambalat. ......... !Ambalat. ......... !Ambalat. ......... !Ambalat. ......... 
! 
  
  
  selalu membuat orang-orang merasa memiliki 
  
  
  tak peduli lagi harus berdiplomasi 
  
  
  sebab diplomasi tak pernah mengakhiri 
  
  
  

  

  Praktisi Waluya Reiki

  Reiki Training And Developmnent center

  

  +622197424139/ +622127136437+ 628569024880

  

  --- On Tue, 6/2/09, Wal Suparmo <wal.suparmo@ yahoo.com>
  wrote: 
  
  

  From: Wal Suparmo <wal.suparmo@ yahoo.com>

  Subject: RE: -:: Milist NB::- Malaysia 
  Tak Mau Mengalah Soal Ambalat

  To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com

  Date: Tuesday, June 2, 2009, 12:23 PM 
  
   
    
    Salam,

    Disini SALAH ATAU TIDAK, tidak pernah dipersoalkan.

    Wasalam,

    Wal Suparmo

    

    --- Pada Sel, 2/6/09, Reynant Hadi <reyn...@kpei. co.id>
    menulis: 
    

    Dari: Reynant Hadi <reyn...@kpei. co.id>

    Topik: RE: -:: Milist NB::- Malaysia 
    Tak Mau Mengalah Soal Ambalat

    Kepada: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com

    Tanggal: Selasa, 2 Juni, 2009, 2:06 PM 
    
    
    
    Anggaplah angka tersebut memang
    menunjukan persentase WNI kita di malaysia 
    
    Trus, emang ada yang salah dgn
    menjadi TKI……..??? mohon pencerahnnya,  
    
    kali aja bisa jadi tema kampanye
    capres 
    
      
    
    
    From: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com
    [mailto:Nongkrong_ bare...@yahoogro ups.com] On Behalf Of Wal Suparmo

    Sent: Tuesday, June 02, 2009
    11:11 AM

    To: Nongkrong_Bareng2@
    yahoogroups. com

    Subject: RE: -:: Milist NB::- Malaysia 
    Tak Mau Mengalah Soal Ambalat 
    
    
      
    
    

    

     
    
    
     
      
      Salam,

      Apa Anda bisa membuktikan bahwa yang berhasil lebih dari 50% untuk tidak
      menjadi banu dan kuli?

      Kalau  5( lima )
      % saja sudah hebat dan itu baru laku sebagai bantahan.

      Wasalam,

      Wal Suparmo

      

      --- Pada Sel, 2/6/09, Reynant Hadi <reyn...@kpei. co.id>
      menulis: 
      

      Dari: Reynant Hadi <reyn...@kpei. co.id>

      Topik: RE: -:: Milist NB::- Malaysia Tak Mau Mengalah
      Soal Ambalat

      Kepada: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com

      Tanggal: Selasa, 2 Juni, 2009, 8:34 AM 
      
      
      
      Yah selama ini yg rame diberitakan
      memang hanya soal TKI 
      
      Banyak juga WNI yg berhasil
      berkarya di malingsia sana ,
      jd jgn terlalu sempit pikiranya Cik Wal, 
      
      Banyaknya wni yg mencari kerja di sana juga bukan
      alasan pembenaran Negara tsb bisa seenaknya, 
      
         
      Salam,  
         
      rha  
         
      
      
      From: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com
      [mailto:Nongkrong_ bare...@yahoogro ups.com] On Behalf Of Wal Suparmo

      Sent: Monday, June 01, 2009
      7:12 PM

      To: Nongkrong_Bareng2@
      yahoogroups. com

      Subject: Bls: -:: Milist
      NB::- Malaysia 
      Tak Mau Mengalah Soal Ambalat 
      
      
       
       
      
         
      
      
       
        
        Salam,

        Meskipun maling tetapi KAYA dan orang Indonesia   mampunya
        hanya jadi BABU dan KULI di negara itu.

        Jangan banyak cakap cik!

        Wasalam,

        Wal Suparmo

        

        --- Pada Sen, 1/6/09, Reporter Milist
        <reportermilist@ gmail.com>
        menulis: 
        

        Dari: Reporter Milist <reportermilist@ gmail.com>

        Topik: -:: Milist NB::- Malaysia 
        Tak Mau Mengalah Soal Ambalat

        Kepada: 

        Tanggal: Senin, 1 Juni, 2009, 4:23 PM 
        
        
        Refleksi: Namanya Juga Malingsia (Malingnya
        INdonSIA) kan 
        di blog ambalat ada Minyaknya 
        
        20/05/09 15:37 
        
        Malaysia 
        Tak Mau Mengalah Soal Ambalat 
        

        

 Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertahanan
        Juwono Sudarsono mengungkapkan Malaysia 
        bertahan dengan klaimnya atas Ambalat sehingga perundingan Indonesia 
dan Malaysia tentang status
        perbatasan Blok Ambalat ini belum mencapai kesepakatan.

        

        "Perundingan masih berlanjut antara Dirjen Hukum dan Perjanjian
        Internasional, Deplu dengan pihak Malaysia," kata Juwono kepada
        ANTARA di Pusat Kesenian Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Rabu,
        saat menghadiri Dialog Budaya Satu Abad Kebangkitan Nasional. 

        

        Juwono menuturkan, hingga saat ini Malaysia tidak mau mengalah
        atas penguasaan laut Blok Ambalat yang disengketakan kedua negara
        sehingga akhir perundingan belum bisa dipastikan.

        

        "Kita belum tentukan, tergantung dari Menlu dan Pak Dirjen Hukum
        dan Perjanjian Internasional, " katanya.

        

        Di bawah Peraturan Presiden Nomor 21 tahun 2008, Direktorat Jenderal 
Hukum
        dan Perjanjian Internasional mempunyai tugas merumuskan dan
        melaksanakan kebijakan serta standardisasi teknis bidang hukum dan
        perjanjian internasional. 

        

        Juwono menjelaskan, para ahli hukum internasional sebenarnya menilai
        penguasaan Blok Ambalat oleh Malaysia itu bertentangan
        dengan prinsip-prinsip hukum internasional.

        

        Oleh karena itu, Indonesia 
        telah mengirimkan enam kapal perang ke daerah perbatasan itu.

        

        "Kehadiran tentara supaya mereka ( Malaysia ) tidak serta merta
        mengolah minyak yang sekarang masih dalam status sengketa. Kita jaga
        jarak," katanya.

        

        Dia mengungkapkan, Indonesia 
        terpaksa menempuh sistem pengawasan pulau-pulau terluar melalui patroli
        bergilir karena belum bisa menempatkan pasukan di setiap pulau
        mengingat upaya itu membutuhkan bantuan logistik penuh. 

        

        Menteri Pertahanan juga menyatakan, penempatan pasukan di pulau-pulau
        terluar hanya dilakukan jika ada potensi sengketa atau klaim dari
        negara lain atas pulau-pulau terluar itu.

        

        "Kemudian kita lihat nilai pulau itu, apakah dekat dengan
        kandungan minyak dan gas atau tidak. Jika tidak, cukup dengan
        patroli," kata Juwono. (*)

        

        

        -- 

        ************ ********* ********* ********* ******

        Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist dari sumber
        terpercaya

        http://reportermili
        st.multiply. com/

        ************ ********* ********* ********* *******

        Reportermilist menerima penerbitan Iklan dengan tarif hanya Rp 20000/

        5 hari kerja terbit dalam setiap Email berita yang dikirim oleh

        reportermilist, bayangkan peluang yang murah dangan prospect yang

        besar.. Berminat Hubungi Reportermilist@ gmail.com

        ============ ========= ========

        (Iklan)Untuk Berita sekitar Banyumas Kunjungi situs www.Goleti.com

        ============ ========= ========

        Search Engine Terpopuler Anak Bangsa

        http://djitu. com

        ============ ========= ========

        Space Iklan

        ============ ========= ======== 
        
       
      
      
        
      
      
      
      
      Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan
      dan Gratis. 
      
     
    
    
      
    
    
    
    
    Yahoo!
    Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya!  
    
   
  
     
  
  
  
  Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. 

  Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang!  
  
 


   






        
        


 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa 
mendapatkan semuanya. http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke