> Wal Suparmo <wal.supa...@...> wrote: > Omongan semacam ini tentang orang Yahudi > yang paling disayang oleh Tuhan dsb, yang > berarti bangsa Yahudi bangsa yang lebih > tinggi tingkatannya dari bangsa2 lain > didunia. Ocehan semacam ini hanya di > lontarkan oleh bangsa itu sendiri dan > antek2nya diseluruh dunia termasuk di > Indonesia dan tak bedanya dengan antek2 > orang Arab.
Saya setuju dan salut atas tepatnya pandangan anda, sebagai tambahan perlu saya katakan, bahwa bukan cuma menyesatkan saja dalam menganggap Yahudi sebagai kesayangan Allah. Bahkan orang2 Yahudi sekarang pun lebih banyak mempercayai orang2 Cina dan India yang disayangi Allah. Terbukti ilmu Yoga sangat populer di Israel, Amerika, bahkan diseluruh dunia, padahal ilmu ini diturunkan Allah untuk orang India saja. Tapi karena amalan orang India itu memang penuh kasih sayang, maka ilmu Yoga itu diajarkan secara bebas keseluruh dunia. Juga saya tahu betul, banyak orang2 Yahudi menganggap bahwa orang Cina itu bangsa yang paling dikasihi Allah, itulah sebabnya sekarang ini filem2 Kungfu dari Shaolin temple Buddhis berkembang di Israel, Amerika bahkan diseluruh dunia. Sekarang gadis2 Cina bahkan menjadi idaman nomor satu bagi orang2 Yahudi, Amerika, Eropah, dan seluruh dunia, karena mereka menganggap bahwa menikahi wanita Cina akan memperbaiki keturunan sebuah bangsa menjadi yang disayangi Allah. Jadi bisa dipastikan kepercayaan bahwa orang Yahudi sebagai bangsa nomor satu yang paling dikasih Allah sudah jelas salah dan menyesatkan. Apalagi mau mempercayai bahwa hanya muslimin saja yang derajatnya paling tinggi sebagai manusia yang diciptakan dan disayangi Allah karena beriman dan bertaqwa, tentu tidak mungkin Allah begitu biadabnya untuk mempersamakan orang2 yang bukan muslimin sebagai lebih rendah daripada binatang yang halal darahnya untuk dijadikan korban persembahan pada hari korban seperti idul Adha. Bagaimana mungkin Syariah Islam bisa memaksakan bahwa muslimin saja yang derajatnya paling tinggi, tetapi kenyataannya justru derajatnya justru lebih rendah daripada binatang karena tidak ada binatang yang membunuh kaumnya sendiri seperti muslimin yang saling membunuh sepanjang sejarah berdarah agama ini. Ny. Muslim binti Muskitawati.
