> Harie Pandiono Arema <arema...@...> wrote: > > Kalau baca di Alkitab sudah jelas Israel > adalah bangsa yang paling disayang Tuhan, > diberilah mereka tanah diatas tanah yang > sudah dijanjikan itu tertulis di Alkitab.
Betul, memang Quran dan Islam juga mengakui kitab2 terdahulu, umat Islam juga mengimani kitab2 terdahulu. Tetapi setelah diturunkan AlQuran, maka artinya kitab2 yang terdahulu telah di updated, wahyu2 terdahulu dianggap kadaluwarsa tidak berlaku lagi karena turunnya wahyu2 yang baru yaitu yang tertulis dalam AlQuran. Jadi terbukti disini, wahyu sebelumnya orang Yahudi dikasihi Allah, tapi belakangan justru jadi musuh2 Allah. Hanya Islam saja satu2nya agama yang diridhoi Allah bukan wahyu dalam kitab2 sebelumnya. Atas dasar kenyataan inilah, kalo wahyu Allah bisa berobah yang tadinya mengasihi Yahudi kemudian malah memusuhinya, lalu apa bedanya kalo tadinya Muhammad yang ditunjuk jadi utusan, kemudian diubah wahyunya dimana Ghulam Ahmad yang ditunjuk sebagai utusan. Enggak bisa diragukan, kalo mulanya Isa bisa ditunjuk sebagai utusanNya, kemudian ditunjuk Muhammad sebagai utusanNya, maka salah kalo menyangkal bahwa Ghulam Ahmad ditunjuk sebagai utusanNya kemudian. Apalagi dalam menyangkal wahyu Allah yang menunjuk Ghulam Ahmad sebagai utusannya dengan cara2 teror seperti penjarahan, pembakaran mesjid, pembantaian umat sesama Islam Ahmadiah sendiri, mana mungkin Allah memerintahkan umatnya untuk melakukan teror2 seperti ini ??? Padahal, untuk menguji kebenarannya khan sudah ada pengadilan. Kenapa tidak memakai jalur pengadilan untuk adu argumentasi??? Menjarah, membakar, membunuh dan memperkosa itu bukanlah adu argumentasi, bukan juga merupakan arena diskusi, melainkan merupakan cara orang2 biadab yang tidak mampu mempertahankan kebenaran melalui argumentasi yang sahih. Ny. Muslim binti Muskitawati. Boleh percaya boleh tidak. Seperti cerita dibawah ini dikeroyok 10 negara pun dia tetap bisa menang jangankan cuma Iran atau Iran (dimana Sadam Husain adalah ketuturan Firaun yang sudah mati digantung oleh pengadilan Irak). > > Israel dari dulu sesuai Alkitab negara dihancurkan berkali2 oleh Firaun, > Kaisar Romawi hingga Hitler pada perang dunia II. Tetap kokoh dan tambah > kuat. Karena campur tangan Tuhan. > > Negaramanapun didunia (bahkan Amerika) takan mampu mengalahkan Israel kecuali > dihancurkan oleh Tuhan sendiri. Bagi mereka yang benci Israel sebaiknya baca > Alkitab biar menyadari sudah ditulis dan terus terbukti dan tak terbantahkan. > > Amin > > > > > > > ________________________________ > From: muskitawati <muskitaw...@...> > To: [email protected] > Sent: Sun, February 21, 2010 1:22:02 PM > Subject: -:: Milist NB::- Israel Selalu Low Profile Dan Bersahabat > > Israel Selalu Low Profile Dan Bersahabat > > Sangat berbeda dengan negara2 Arab yang selalu congkak, gegabah, penuh > fitnah, dan selalu mengundang permusuhan. > > Maka Israel justru sebaliknya, negara ini selalu low profile, selalu > merendahkan diri, tidak sombong, dan siapapun selalu diajaknya bersahabat > tanpa mem-beda2kan agamanya. > > Bahkan Israel selalu berusaha membuka hubungan diplomatiknya dengan semua > negara2 Arab ataupun negara2 Islam. Untuk itu, apabila pada setiap musibah > yang dialami negara2 Arab atau negara2 Islam, Israel berusaha secepat mungkin > memberi response bantuannya tanpa syarat apapun juga. > > Israel berhasil sukses dengan hubungan Internasionalnya, seperti China, > India, Jepang, Korea, Taiwan, Australia, dan seluruh negara2 dibenua Eropa > termasuk Russia. > > Yang menyedihkan justru negara2 Islam itu, selalu menolak niat baik Israel > dalam membuka hubungan diplomatiknya, selalu menumbuhkan permusuhan, meskipun > selalu berusaha memerangi Israel tetapi selalu gagal atau kalah. Adalah > memalukan, negara2 Islam ini selalu menebarkan fitnah2 agar Israel dimusuhi > negara2 diseluruh dunia, agar Israel dikucilkan terisolasi diseluruh dunia. > Namun semua fitnah gagal, Israel tidak bisa terisolasi karena memang negara > ini tidak pernah mengisolasi dirinya. > > Sebaliknya, akibat fitnah dan permusuhan yang dikobarkan negara2 Islam itu, > maka mereka sendiri yang akhirnya terisolasi dengan memenjarakan kebebasan > berpikir rakyatnya sehingga menjadi negara yang paling terkebelakang didunia > dalam genangan konsumerisasi yang mewah dari para ulama dan pemimpinnya. > > Pada hakekatnya, perang itu adalah memaksakan kehendak satu pihak kepada > pihak yang lainnya. > > Sebaliknya, Kompromi justru tawar menawar untuk menghindari perang dengan > cara mengalah dengan mengorbankan kehendak satu pihak agar bisa diberikan > kehendak yang bisa diterima oleh pihak lawannya. > > Ajaran Islam essensinya adalah menolak kompromi meskipun tidak berterang > untuk mengajak berperang, tapi secara sembunyi2 menyerang dengan harapan bisa > menang. > > Begitulah, ajaran Islam menjadi latar belakang utama serangan mendadak oleh > 10 negara2 Arab: Egypt, Jordan, Syria, Iraq, Libanon, Saudi Arabia, Sudan, > Tunisia, Morocco dan Algeria. > > Kalo dulu Amerika membuat pernyataan perang dan berhasil mengalahkan Jerman > dan Jepang dalam perang dunia kedua yang berlangsung selama 5-6 tahunan, maka > Israel yang diserang secara mendadak tanpa pernyataan perang ternyata > berhasil mengalahkan ke 10 negara2 Arab yang sangat brutal ini hanya dalam > waktu 6 hari saja. > > Setelah Jepang menyerah tanpa syarat, maka Amerika melucuti senjata2 tentara > kerajaan Jepang, dan memaksanya menanda tangani perjanjian pengawasan > persenjataan Jepang oleh pihak Amerika sehingga sampai kiamat pun, Jepang > tidak bisa bangkit untuk memerangi Amerika kembali. > > Tidak berbeda dengan nasib ke 10 negara2 Arab ini, mereka dipaksa Israel > untuk menanda tangani pengawasan persenjataan yang membolehkan Israel untuk > masuk kembali kenegara mereka dan menghancurkan setiap bangkitnya kekuatan2 > baru dinegara taklukannya. Wajar, seperti juga Jepang, maka ke 10 negara2 > Arab inipun sampai kiamat nantinya tidak mungkin bisa bangkit memerangi > Israel kembali. > > Hal ini belakangan menjadi tanda tanya, mengapa mendadak Syria bisa mengancam > mau menyerang Israel? Memang secara teoritis tidak mungkin, tetapi ancaman > yang dikeluarkan oleh presiden Syria ini sifatnya adalah politis karena > ketidak puasan rakyatnya terhadap ketidak mampuan negara dalam menghadapi > Israel. Jadi sikap presiden Syria hanyalah pura2 saja agar dukungan rakyat > dalam negerinya bisa tetap mempertahankan kedudukan presiden ini selalu dalam > keluarga Ashad. > > Tapi bukan berarti militerisme di Syria tidak bisa bangkit kembali, tentu > setiap saat bisa bangkit kembali tapi tidak sukar untuk diatasi oleh Israel > yang kemudian bisa memperbaharui bentuk perjanjian yang lebih mengikat > kebebasan negara ybs. > > Bangkitnya militerisme ini bisa dicontohkan kepada hezbollah di Libanon yang > akhirnya membawa kehancuran total dari pemerintahan Libanon. Libanon ini > adalah satu dari ke 10 negara2 Arab yang dulu ikut menyerang Israel. Akibat > negara Libanon dilucuti senjatanya, maka militerismenya muncul dalam bentuk > organisasi teror yang bernama Hezbollah dimana dibelakang layar secara > sembunyi2 pemerintah Libanon memberi dukungannya. Tapi kita sama2 > menyaksikan, akibatnya ternyata fatal, Libanon hancur total dan bantuan untuk > renovasi hingga kini belum juga muncul. > > Berbeda dengan Iran, negara ini tidak termasuk dalam 10 negara2 Arab yang > dulu mengeroyok Israel, dan pada 1967 waktu itu Iran berada dibawah kekuasaan > Syah Pahlevi yang betul2 berorientasi kepada Amerika. > > Namun Iran dari dulu hingga sekarang sama sekali bukan musuh sesungguhnya > bagi Israel, hal ini terbukti bahwa kerja sama dibelakang layar antara > Israel-Iran berhasil menghancurkan pabrik bomb nuklir yang dibangun oleh > Sadam Hussein. Iran merupakan kuda hitam yang menjadi tunggangan Amerika, > artinya ber-pura2 menjadi musuh Amerika tapi dibelakang layar negara ini > mensupplay berbagai informasi penting yang mengancam kepentingan Amerika dan > Israel dijaziran Timur Tengah. > > Ancaman yang serius bagi Israel tetap sama yaitu bangkitnya militerime di > Libanon bersamaan dengan militerisme di Syria. Pecahnya perang hanya > tergantung dari kemampuan Ashad presiden Syria dalam menetralisir radikalisme > rakyatnya sendiri, dan juga kemampuan pemerintah Libanon dalam menekan dan > melucuti Hezbollah. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > ------------------------------------ > > ===================================================================== > Dengan milis Nongkrong Bareng Anda dapat saling sharing pengetahuan & > pengalaman, > diskusi, maupun "menuai" berbagai informasi lainnya yang telah "ditabur" oleh > rekan-rekan pengguna milis untuk pengembangan diri dan Berbagi cerita > ~:: Nongkrong Bareng ::~ Bebaskan Ekspresimu > ========================================================================= > Setting Email (send blank email to): > Subscribe (Daftar) : [email protected] > Normal Penerimaan email : [email protected] > Hanya Menerima email harian : [email protected] > Kirim email ke Milis : [email protected] > http://groups.yahoo.com/group/Nongkrong_Bareng2 > ========================================================================== > Yahoo! Groups Links >
