> "Wem Karetji" <wkare...@...> wrote:
> Bukankah juga bahwa budi pekerti
> juga mengajarkan tentang adanya Tuhan?
> Bukankah juga bahwa BP juga mengajarkan
> yang baik itu datang dari siapa dan
> yang jahat itu datang dari siapa. 
> 

Anda belajar budi pekerti dimana dan dari siapa yang mengajarkan budi pekerti 
itu mengajarkan adanya Tuhan ???

Yang mengajarkan adanya Tuhan itu dinamakan Agama.  Bahkan Islam malah 
mengajarkan tidak ada Tuhan, cuma Allah yang ada.  Tapi agama Yunani 
mengajarkan bahwa tidak ada Allah, tidak ada Tuhan, karena yang ada cuma 
Dewa-dewi Yunani yang tunduk terhadap Dewa yang paling besar yang menciptakan 
alam semesta ini yaitu Dewa Zeus.

Tapi disemua negara2 maju malah dilarang mengajarkan agama, dilarang 
mengajarkan sembahyang.

Makanya mengherankan sekali anda bisa mendapatkan pelajaran budi pekerti 
tentang adanya Tuhan.  Padahal budi pekerti itu adalah pendidikan agar manusia 
menjadi berbudi dan berpekerti yang baik tanpa perlu tahu ada atau tidak adanya 
Tuhan, sama sekali budi pekerti itu bukan pelajaran kepercayaan kepada Tuhan.


> seseorang setelah dia meninggal, kira2
> roh, jiwa or arwah atau apalah menurut
> bung Wal selanjutnya kemana? Atau
> tidak ada lagi kehidupan dialam sana
> (setelah mati)?
> 

Menurut anda sendiri gimana?  Kemana roh, jiwa atau arwah itu menurut anda???  
Tujuan kemanapun harusnya bisa ditebak kalo ada perasaan, ada keinginan, ada 
pikiran, ada kemauan, dan adanya harapan yang bisa berubah.

Lalu roh, jiwa atau arwah itu punya pikiran enggak, punya perasaan atau enggak, 
punya keinginan atau enggak, punya kemauan atau enggak, bisa lapar atau enggak, 
bisa kehausan atau enggak, bisa tambah tua atau enggak, bisa kawin dan beranak 
atau enggak ???  Kesemua inilah yang membuat anda tahu harus kemana.

Kemana tujuan anda kalo enggak punya perasaan, enggak punya pikiran, enggak 
punya kemauan, enggak bisa kehausan, enggak bisa kawin atau beranak, enggak 
perlu kerja bergaji, enggak perlu segalanya, lalu mau kemana anda ???  apalagi 
enggak punya nama, enggak punya identitas, enggak ada yang dikenal dan 
mengenali anda, Naaah.....  kesitulah roh itu perginya.








>  
> 
> Kalau jawabannnya tidak ada kehidupan, tentunya pertanyaan selanjutnya
> kenapa harus berbuat baik. Berbuat baik or jahat, sama saja karena tidak ada
> kehidupan yang harus dipertanggungjawabkan.
> 
>  
> 
>   
> 
>  
> 
>   _____  
> 
> From: [email protected]
> [mailto:[email protected]] On Behalf Of Wal Suparmo
> Sent: Wednesday, February 24, 2010 1:41 AM
> To: [email protected]
> Subject: RE: -:: Milist NB::- Re: Muskitawati & Parmo sama2
> Lucifer..........................was Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti
> Berbeda Dalam Quran Dan Bible
> 
>  
> 
>   
> 
> 
> Salam,
> 
> Men are made in the image of God.
> Dalam setiap manusia sudah BUILD IN apa yang  BAIK  dan apa yang JAHAT. Ini
> dipertajam lagi jika manusia tsb mendapat pelajaran BUDI PEKERTI LUHUR.Yang
> tidak ada hubungannya dengan agama.
> 
> Wasalam,
> 
> Wal suparmo
> --- Pada Sel, 23/2/10, Wem Karetji <wkare...@...> menulis:
> 
> 
> Dari: Wem Karetji <wkare...@...>
> Judul: RE: -:: Milist NB::- Re: Muskitawati & Parmo sama2
> Lucifer..........................was Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti
> Berbeda Dalam Quran Dan Bible
> Kepada: [email protected]
> Tanggal: Selasa, 23 Februari, 2010, 6:06 AM
> 
>   
> 
> Bung Wal,
> 
>  
> 
> Mau nanya, dalam kehidupan se-hari2 pasti ada yang timbul dari dalam hati or
> pikiran antara hal2 yang buruk (membunuh, menipu, memperkosa, mencuri dll)
> dan hal2 yang baik (menolong, mengasihi, sabar, dll) yang selalu terlintas
> dalam alam pikiran, dan itu tidak bisa dipungkiri. Kira2 menurut Bung Wal
> siapakah yang melakukan? 
> 
>  
> 
> Oklah, kalau bukan lucifer or setan/iblis (yang membuat hal2 yang buruk) dan
> malaikat yang baik (yang membuat hal2 yang baik), menurut bung Wal, kira2
> itu siapakah? 
> 
>   
> 
> Karena masih belum jelas, pandangan or kepercayaan bung Wal tentang hal ini.
> Jadi tolong dibuat semacam definisi atau apalah, yang menurut bung Wal
> adalah benar. Karena selalu tanggapan dari teman lain semuanya tidak benar
> or salah. 
> 
>   
> 
>   
> 
> 
>   _____  
> 
> 
> From: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com [mailto: Nongkrong_Bareng2@
> yahoogroups. com ] On Behalf Of Wal Suparmo
> Sent: Tuesday, February 23, 2010 2:32 AM
> To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com
> Subject: Bls: -:: Milist NB::- Re: Muskitawati & Parmo sama2 Lucifer.....
> ......... ......... ...was Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti Berbeda
> Dalam Quran Dan Bible
> 
>   
> 
>   
> 
> 
> Salam,
> 
> Siapa Lucifer?  Saya tidak kenal. Karena saya bukan antek Yahudi seperti
> Anda yang masih berani mengaku orang Indonesia pada hal NGARAB  dengan
> beragama Islam yang menjiplak dari Yahudi. 
> 
> Wasalam,
> 
> Wal Suparmo
> 
> --- Pada Sen, 22/2/10, saleh w siregar <salehw_siregar@ yahoo.com> menulis:
> 
> 
> Dari: saleh w siregar <salehw_siregar@ yahoo.com>
> Judul: -:: Milist NB::- Re: Muskitawati & Parmo sama2 Lucifer..... .........
> ......... ...was Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti Berbeda Dalam Quran
> Dan Bible
> Kepada: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com
> Tan ggal: Senin, 22 Februari, 2010, 10:54 AM 
> 
>   
> 
> 
>  
> 
> kesimpulan :
> 
> Muskitawati & Parmo sama2 Lucifer..ha. .ha..
> 
>  
> 
> regards
> 
> 
> --- On Mon, 2/22/10, muskitawati <muskitawati@ yahoo.com> wrote:
> 
> 
> From: muskitawati <muskitawati@ yahoo.com>
> Subject: -:: Milist NB::- Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti Berbeda
> Dalam Quran Dan Bible
> To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com
> Date: Monday, February 22, 2010, 2:51 AM 
> 
>   
> 
> Singkatnya, kata "kafir" dalam Quran merupakan expressi kebencian, sedangkan
> kata "kafir" dalam Bible merupakan ungkapan belas kasihan.
> 
> Umat Islam diwajibkan memerangi kafir, membunuhnya, dan segala macam siksa
> yang mungkin bisa dilakukannya boleh ditimpakan kepada orang2 kafir ini.
> 
> Umat Nasrani justru sebaliknya, mereka bukan memerangi orang2 kafir
> melainkan mengasihani orang2 kafir yang karena belum tahu dosanya bisa
> ditebus Yesus sehingga mereka tetap masih menjadi orang kafir.
> 
> Akibat beda kedua pemahaman arti kafir dalam Bible dan Quran, maka akibatnya
> juga berbeda.
> 
> Kalo di agama Nasrani mereka mencari orang2 kafir untuk diberikan kasih
> sayang berupa pembagian supermie gratis.....
> 
> Maka di agama Islam mereka dicari dan dikejar untuk diperangi, untuk
> disiksa, dan untuk dibunuh sehingga bisa mendapatkan pahala seperti yang
> dijanjikan Allah kepada para Syuhada.
> 
> Sedangkan agama Buddha, Hindu, dll-nya tidak mengenal kata kafir karena
> mereka membedakan manusia bukan dari ketakwaannya kepada Allah melainkan
> membedakan manusia dari amal perbuatannya kepada masyarakat banyak yang
> tidak dibeda-bedakan agamanya.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
>  
> 
> 
>   _____  
> 
> 
> Wajib militer di Indonesia ? 
> Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
> 
>  
> 
>   _____  
> 
> Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang!
> <http://id.mail.yahoo.com>
>


Kirim email ke