Pak Wem Kareji, saya suka berbuat baik dan tidak suka berbuat jahat juga bukan 
karena ada surga & neraka. Terus terang saya tidak tertarik akan sorga walau 
sangat takut neraka. Karena nerakalah maka saya menjalankan ibadah. Bisa kasih 
saya gambaran apa enaknya surga? Kalo mengenai disambut 72 bidadari terus 
terang saya tidak percaya akan itu. Dan bila itu benar pun malah saya tidak 
suka sama bidadari, saya kan perempuan. Walaupun 72 cowo tampan saya juga tidak 
akan suka. 

--- Pada Rab, 24/2/10, Wem Karetji <[email protected]> menulis:

Dari: Wem Karetji <[email protected]>
Judul: RE: -:: Milist NB::- Re: Muskitawati & Parmo sama2 
Lucifer..........................was Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti 
Berbeda Dalam Quran Dan Bible
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 24 Februari, 2010, 6:33 AM







 



  


    
      
      
      







Thanks bung Wal, 

   

Masih belum tuntas jawabannya. 

Bukankah juga bahwa budi pekerti juga
mengajarkan tentang adanya Tuhan? Bukankah juga bahwa BP juga mengajarkan yang
baik itu datang dari siapa dan yang jahat itu datang dari siapa.  

   

Satu lagi bung Wal, menurut bung Wal
seseorang setelah dia meninggal, kira2 roh, jiwa or arwah atau apalah menurut
bung Wal selanjutnya kemana? Atau tidak ada lagi kehidupan dialam sana (setelah 
mati)? 

   

Kalau jawabannnya tidak ada kehidupan,
tentunya pertanyaan selanjutnya kenapa harus berbuat baik. Berbuat baik or
jahat, sama saja karena tidak ada kehidupan yang harus dipertanggungjawabk an. 

   

   

   









From: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com [mailto: Nongkrong_Bareng2@ 
yahoogroups. com ] On Behalf Of Wal Suparmo

Sent: Wednesday, February 24, 2010
1:41 AM

To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com

Subject: RE: -:: Milist NB::- Re:
Muskitawati & Parmo sama2 Lucifer..... ......... ......... ...was Re: Meski
Kata "Kafir" Sama Tapi Arti Berbeda Dalam Quran Dan Bible 



   

   










 
  
  
  Salam, 
  
  
  Men are made in the image of God.

  Dalam setiap manusia sudah BUILD IN apa yang  BAIK  dan apa yang
  JAHAT. Ini dipertajam lagi jika manusia tsb mendapat pelajaran BUDI PEKERTI
  LUHUR.Yang tidak ada hubungannya dengan agama. 
  
  
  Wasalam, 
  
  
  Wal suparmo

  --- Pada Sel, 23/2/10, Wem Karetji < wkare...@maf. org >
  menulis: 
  
  
  

  Dari: Wem Karetji < wkare...@maf. org >

  Judul: RE: -:: Milist NB::- Re: Muskitawati & Parmo sama2 Lucifer..... 
......... ......... ...was
  Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti Berbeda Dalam Quran Dan Bible

  Kepada: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com

 Tan ggal: Selasa, 23 Februari, 2010,
  6:06 AM 
  
     
  
  
  
  Bung Wal, 
  
    
  
  Mau nanya, dalam kehidupan se-hari2 pasti ada yang timbul dari
  dalam hati or pikiran antara hal2 yang buruk (membunuh, menipu, memperkosa,
  mencuri dll) dan hal2 yang baik (menolong, mengasihi, sabar, dll) yang selalu
  terlintas dalam alam pikiran, dan itu tidak bisa dipungkiri. Kira2 menurut
  Bung Wal siapakah yang melakukan?  
  
    
  
  Oklah, kalau bukan lucifer or setan/iblis (yang membuat hal2 yang
  buruk) dan malaikat yang baik (yang membuat hal2 yang baik), menurut bung
  Wal, kira2 itu siapakah?  
     
  Karena masih belum jelas, pandangan or kepercayaan bung Wal
  tentang hal ini. Jadi tolong dibuat semacam definisi atau apalah, yang
  menurut bung Wal adalah benar. Karena selalu tanggapan dari teman lain
  semuanya tidak benar or salah.  
     
     
  
  
  
  
  From: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups.
  com [mailto: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com ] On Behalf Of Wal Suparmo

  Sent: Tuesday, February 23, 2010
  2:32 AM

  To: Nongkrong_Bareng2@
  yahoogroups. com

  Subject: Bls: -:: Milist NB::-
  Re: Muskitawati & Parmo sama2 Lucifer..... ......... ......... ...was Re:
  Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti Berbeda Dalam Quran Dan Bible 
  
     
     
  
   
    
    
    Salam, 
    
    
    Siapa
    Lucifer?  Saya tidak kenal. Karena saya bukan antek Yahudi
    seperti Anda yang masih berani mengaku orang Indonesia pada hal
    NGARAB  dengan beragama Islam yang menjiplak dari
    Yahudi.  
    
    
    Wasalam, 
    
    
    Wal
    Suparmo 
    
    
    ---
    Pada Sen, 22/2/10, saleh w siregar <salehw_siregar@ yahoo.com>
    menulis: 
    
    
    

    Dari: saleh w siregar <salehw_siregar@ yahoo.com>

    Judul: -:: Milist NB::- Re: Muskitawati & Parmo sama2 Lucifer.....
    ......... ......... ...was Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti
    Berbeda Dalam Quran Dan Bible

    Kepada: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com

 Tan ggal: Senin, 22 Februari, 2010,
    10:54 AM  
    
     
     
    
    
     
      
      
        
      
      
      kesimpulan
      : 
      
      
      Muskitawati
      & Parmo sama2 Lucifer..ha. .ha.. 
      
      
        
      
      
      regards 
      
      
      

      --- On Mon, 2/22/10, muskitawati <muskitawati@ yahoo.com>
      wrote: 
      
      
      

      From: muskitawati <muskitawati@ yahoo.com>

      Subject: -:: Milist NB::- Re: Meski Kata "Kafir" Sama Tapi Arti
      Berbeda Dalam Quran Dan Bible

      To: Nongkrong_Bareng2@ yahoogroups. com

      Date: Monday, February 22, 2010, 2:51 AM  
      
       
       
      
      
      
      Singkatnya,
      kata "kafir" dalam Quran merupakan expressi kebencian,
      sedangkan kata "kafir" dalam Bible merupakan ungkapan belas
      kasihan.

      

      Umat Islam diwajibkan memerangi kafir, membunuhnya, dan segala macam
      siksa yang mungkin bisa dilakukannya boleh ditimpakan kepada orang2 kafir
      ini.

      

      Umat Nasrani justru sebaliknya, mereka bukan memerangi orang2 kafir
      melainkan mengasihani orang2 kafir yang karena belum tahu dosanya bisa
      ditebus Yesus sehingga mereka tetap masih menjadi orang kafir.

      

      Akibat beda kedua pemahaman arti kafir dalam Bible dan Quran, maka
      akibatnya juga berbeda.

      

      Kalo di agama Nasrani mereka mencari orang2 kafir untuk diberikan kasih
      sayang berupa pembagian supermie gratis.....

      

      Maka di agama Islam mereka dicari dan dikejar untuk diperangi, untuk
      disiksa, dan untuk dibunuh sehingga bisa mendapatkan pahala seperti yang
      dijanjikan Allah kepada para Syuhada.

      

      Sedangkan agama Buddha, Hindu, dll-nya tidak mengenal kata kafir karena
      mereka membedakan manusia bukan dari ketakwaannya kepada Allah melainkan
      membedakan manusia dari amal perbuatannya kepada masyarakat banyak yang
      tidak dibeda-bedakan agamanya.

      

      Ny. Muslim binti Muskitawati. 
      
      
      
      
     
    
    
     
    
   
  
  
    
  
  
  
  
  Wajib militer di
  Indonesia 
  ? 

  Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! 
  
  
 


   







Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 










    
     

    
    


 



  






      Yahoo! Mail Kini Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya sekarang! 
http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke