Diskusi apaan, sumber lu aja kagak jelas mau diskusi, menarik apanya, tulisan yang lu tulis aja mencerminkan kemunduran bukan kemajuan, lu bukan cari diskusi tapi cari berdebat, kapan majunya kalo berdebat terus, hehehehhehehehehehheehehhehehehhehe, lagi lagi nggak menarik. mendingan lu ngomongin bagaimana caranya bikin lontong yang enak dan go international, itu baru ngomong kemajuan, atau bagaimana combro bisa mengalahkan hamburger di luar negri itu baru kemajuan jadi ya sudahlah, pokoknya gak menarik.
________________________________ From: muskitawati <[email protected]> To: [email protected] Sent: Mon, April 12, 2010 8:30:22 AM Subject: -:: Milist NB::- Apakah Islam Bisa Maju ??? Apakah Islam Bisa Maju ??? Jawabnya gampang, pertama jelaskan dulu definisi maju itu apa ??? misalnya, kalo anda anggap definisi "maju" itu berarti kembali ke cara teladan hidup Nabi Muhammad dizaman dulu, misalnya membuat api unggun dengan cara mengadu dua buah batu ber-ulang2 hingga keluar apinya. Atau, anda definisikan kata "maju" ini berarti kuliah di IAIN hingga mendapatkan gelar doktor dibidang dakwah, maka cara ini bukan cara Islam meskipun kuliahnya dibidang agama Islam. Karena tidak pernah ada teladan nabi Muhammad yang nyatanya tidak pernah sekolah ataupun kuliah. Jadi kalopun anda kuliah meskpun di jurusan Islam, tetap aja itu bukan cara2 Islam apalagi mau dianggap sunah nabi. Jadi, dari contoh2 diatas, yang namanya "maju" atau "kemajuan" adalah perubahan, dan perubahan itu bisa negative atau positive. Tapi yang umumnya disebut "maju" atau "kemajuan" selalu maksudnya perubahan yang positive tentunya. Dan untuk perubahan yang negative tidak pernah disebut kemajuan tapi sebaliknya dinamakan sebagai "kemunduran" . Jadi, kalo kita cuma berpegang bahwa "maju" atau "kemajuan" adalah perubahan, maka akan jadi Jelas, Islam melarang perubahan, bahkan ditekankan setiap katapun tak boleh berubah. Makin jelaslah, Islam yang tidak boleh berubah atau diubah memastikan Islam tidak mungkin mencapai kemajuan. Padahal, nabi Muhammad sendiri suka akan perubahan, bahkan dia sendiri adalah pengubah dari jahiliah menjadi jahanamiah. Dan akhirnya dia digelari pedophiliah, karena pedophiliah ini juga artinya mengubah, yaitu mengubah nasib anak2 gadis yang tadinya punya harapan masa depan malah menjadi tidak berpengharapan. Jadi, Sunah nabi itu bukanlah artinya kemajuan, juga bukan status quo, melainkan artinya mundur kebelakang dengan cara meniru segala kebiadaban dimasa itu. Karena pedophilia dizaman dulu tidak dilarang dan tidak ada larangan, barulah dizaman sekarang pedophilia dikutuk sebagai pelanggaran HAM dalam merusak nasib dan masa depan anak2 gadis dibawah umurnya. Demiianlah, kalo mau berpihak kepada kemajuan, otomatis pedophilia harus dilarang, tapi kalo mau mempertahankan pedophilia berarti agama Islam mempertahankan peradaban primitive dimasa lalu yang dikutuk dimasa sekarang. Topik ini kayaknya cukup menarik untuk dijadikan bahan diskusi. Ny. Muslim binti Muskitawati.
