Mas Aris,

Jangan sewot nanggapin orang kayak mereka, memang seperti ini tujuannya

Membuat orang islam marah dan masuk keperangkap mereka

Ingat kata pepatah jawa aja “ YANG WARAS NGALAH” mengalah dalam artian abaikan 
aja

Karena kalo di diemin, ga di respon 

Akan capek sendiri mereka

 

Padahal kucing yang lagi sakaratul maut (kiasan) juga tau, ketika islam datang 
di arab sana merubah kejahiliaan yang ada kearah fitrah manusia

 

INDAHNYA ISLAM MEMULIAKAN WANITA 
Sebelum Islam datang, bangsa Arab memperlakukan perempuan sebagai manusia 
yang bernilai rendah. Kaum perempuan saat itu dianggap sebagai harta benda 
yang bisa diwarisi. Jika seorang suami meninggal maka walinya berhak 
terhadap istrinya. Wali tersebut berhak menikahi si istri tanpa mahar, 
atau menikahkannya dengan lelaki lain dan maharnya diambil oleh si wali, 
atau bahkan menghalang-halanginya untuk menikah lagi. 


Bayi perempuan dianggap sebagai aib, sehingga orang Arab Jahiliyyah 
mengubur hidup-hidup bayi perempuan yang baru lahir. Namun Rasulullah saw. 
datang membawa risalah Islam untuk melenyapkan semua bentuk kezaliman 
tersebut dan mengembalikan hak-hak kaum perempuan. 
Tindakan yang memeras dan mengeksploitasi hak-hak kaum perempuan, semua 
dihapus. Hal ini sebagaimana diterangkan dalam QS. an-Nisa’ ayat 19: 


يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا يَحِلُّ لَكُمۡ أَن تَرِثُواْ 
ٱلنِّسَآءَ كَرۡهً۬اۖ وَلَا تَعۡضُلُوهُنَّ لِتَذۡهَبُواْ بِبَعۡضِ 
مَآ ءَاتَيۡتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأۡتِينَ بِفَـٰحِشَةٍ۬ 
مُّبَيِّنَةٍ۬ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلۡمَعۡرُوفِۚ فَإِن 
كَرِهۡتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡـًٔ۬ا وَيَجۡعَلَ 
ٱللَّهُ فِيهِ خَيۡرً۬ا ڪَثِيرً۬ا 


“Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita 
dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka Karena hendak 
mengambil kembali sebagian dari apa yang Telah kamu berikan kepadanya, 
terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata dan bergaullah 
dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, 
(maka bersabarlah) Karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal 
Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” 

Rasulullah saw. juga bersabda: 

“Barangsiapa yang memiliki anak perempuan, dan ia tidak menguburnya 
hidup-hidup, tidak menghinanya, dan tidak cenderung kepada anAk 
laki-lakinya, maka Allah akan memasukkannya ke dalam sYurga.” 

Islam juga menetapkan bagaimana seorang suami harus memperlakukan 
isterinya, Rasulullah saw. bersabda: 

“Wahai manusia, memang benar kalian memiliki hak atas isteri kalian, tapi 
mereka juga punya hak atas kalian. Ingatlah, bahwa kalian telah mengambil 
mereka sebagai isteri atas kepercayaan dan izin Allah. Jika mereka taat, 
maka mereka berhak diberi nafkah dan pakaian serta kebaikan. Baik-baiklah 
kepada mereka, karena mereka adalah pasangan dan penolong kalian.” 

Penghargaan tinggi atas tugas-tugas perempuan sebagai ibu dan kepala rumah 
tangga juga diberikan Islam. 

Nabi saw. bersabda: 
“Pada masa kehamilan hingga persalinan, dan hingga berakhirnya maasa 
menyusui, seorang perempuan mendapatkan pahala yang setara dengan 
pahalanya orang yang menjaga perbatasan Islam.” (HR. Thabrani) 

Nabi saw. juga pernah bersabda: 
“Ketika seorang perempuan menyusui anaknya, untuk setiap tegukan itu ia 
akan mendapatkan pahala seolah-olah ia baru dilahirkan sebagai seorang 
manusia, dan ketika ia menyapih anaknya, para malaikat menepuk punggungnya 
sambil berkata, ‘Selamat! Semua dosa-dosamu yang telah lalu telah 
diampuni, kini semuanya berjalan dari awal lagi’.” (Raiyadhu as-Salihin)

________________________________

From: [email protected] 
[mailto:[email protected]] On Behalf Of aris dianto
Sent: 12 April 2010 9:14
To: [email protected]
Subject: Re: -:: Milist NB::- Apakah Islam Bisa Maju ???

 

  

Diskusi apaan, sumber lu aja kagak jelas mau diskusi, menarik apanya, tulisan 
yang lu tulis aja mencerminkan kemunduran bukan kemajuan, lu bukan cari diskusi 
tapi cari berdebat, kapan majunya kalo berdebat terus, 
hehehehhehehehehehheehehhehehehhehe, lagi lagi nggak menarik. mendingan lu 
ngomongin bagaimana caranya bikin lontong yang enak dan go international, itu 
baru ngomong kemajuan, atau bagaimana combro bisa mengalahkan hamburger di luar 
negri itu baru kemajuan jadi ya sudahlah, pokoknya gak menarik.

 

 

________________________________

From: muskitawati <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, April 12, 2010 8:30:22 AM
Subject: -:: Milist NB::- Apakah Islam Bisa Maju ???

  

Apakah Islam Bisa Maju ???

Jawabnya gampang, pertama jelaskan dulu definisi maju itu apa ??? misalnya, 
kalo anda anggap definisi "maju" itu berarti kembali ke cara teladan hidup Nabi 
Muhammad dizaman dulu, misalnya membuat api unggun dengan cara mengadu dua buah 
batu ber-ulang2 hingga keluar apinya.

Atau, anda definisikan kata "maju" ini berarti kuliah di IAIN hingga 
mendapatkan gelar doktor dibidang dakwah, maka cara ini bukan cara Islam 
meskipun kuliahnya dibidang agama Islam. Karena tidak pernah ada teladan nabi 
Muhammad yang nyatanya tidak pernah sekolah ataupun kuliah. Jadi kalopun anda 
kuliah meskpun di jurusan Islam, tetap aja itu bukan cara2 Islam apalagi mau 
dianggap sunah nabi.

Jadi, dari contoh2 diatas, yang namanya "maju" atau "kemajuan" adalah 
perubahan, dan perubahan itu bisa negative atau positive. Tapi yang umumnya 
disebut "maju" atau "kemajuan" selalu maksudnya perubahan yang positive 
tentunya. Dan untuk perubahan yang negative tidak pernah disebut kemajuan tapi 
sebaliknya dinamakan sebagai "kemunduran" .

Jadi, kalo kita cuma berpegang bahwa "maju" atau "kemajuan" adalah perubahan, 
maka akan jadi Jelas, Islam melarang perubahan, bahkan ditekankan setiap 
katapun tak boleh berubah. Makin jelaslah, Islam yang tidak boleh berubah atau 
diubah memastikan Islam tidak mungkin mencapai kemajuan. Padahal, nabi Muhammad 
sendiri suka akan perubahan, bahkan dia sendiri adalah pengubah dari jahiliah 
menjadi jahanamiah. Dan akhirnya dia digelari pedophiliah, karena pedophiliah 
ini juga artinya mengubah, yaitu mengubah nasib anak2 gadis yang tadinya punya 
harapan masa depan malah menjadi tidak berpengharapan.

Jadi, Sunah nabi itu bukanlah artinya kemajuan, juga bukan status quo, 
melainkan artinya mundur kebelakang dengan cara meniru segala kebiadaban dimasa 
itu. Karena pedophilia dizaman dulu tidak dilarang dan tidak ada larangan, 
barulah dizaman sekarang pedophilia dikutuk sebagai pelanggaran HAM dalam 
merusak nasib dan masa depan anak2 gadis dibawah umurnya.

Demiianlah, kalo mau berpihak kepada kemajuan, otomatis pedophilia harus 
dilarang, tapi kalo mau mempertahankan pedophilia berarti agama Islam 
mempertahankan peradaban primitive dimasa lalu yang dikutuk dimasa sekarang.

Topik ini kayaknya cukup menarik untuk dijadikan bahan diskusi.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

 



Kirim email ke