Hati-hati makanan siap saji di Carefour Lebak Bulus
Selasa, 30 Oktober 2007 sekitar pk. 20.00 wib, saya ke Carefour Lebak Bulus karena ingin membeli susu dan buah-buahan. Seperti biasa, saya membeli cemilan. Malam itu, saya membeli kacang rebus madu (it?s nutz) yang berada tepat disamping rujak. Saya hanya makan sekitar kurang lebih 10 kacang krn kenyang. Pk. 02.30 wib pada Rabu, 31 Oktober 2007, saya terbangun karena perut saya terasa sangat mual sekali. Kemudian saya lari ke toilet, dan kemudian saya muntah. Muntah saya kental dan bau kacang. Saya muntah 2x, terasa pusing dan mual. Setelah itu, saya kembali tidur tapi kemudian pk. 06.00 wib saya terbangun dan buang-buang air besar, perut saya terasa sangat sakit sekali. Terpaksa saya tidak pergi ke kantor, dan saya segera ke dokter umum dekat rumah. Diagnosa dari dokter bahwa saya keracunan makanan, dan efek sampingnya tekanan darah saya turun kemudian membuat maag saya kambuh lagi, selain itu perut saya menjadi bergas. Setelah dari dokter, saya langsung telepon ke carefour lebak bulus untuk complain. Mereka hanya menanggapi, minta maaf, dan menyuruh saya untuk datang membawa bukti kacang, bungkusnya, dan bukti pembayaran. Kenapa tidak sekalian sample muntah saja. Tentu saja hal itu tidak mungkin karena saya sedang sakit, kok justru disuruh ke carefour. Mereka menjanjikan akan mengganti harga kacang yang saya beli, dan menawarkan untuk diperiksa oleh dokter dari pihak carefour. Masalahnya bukan harga kacang yang hanya 6900 rupiah, tapi penderitaan dan rasa sakit saya tidak dapat diganti hanya dengan 6900 rupiah saja. Kok mereka dengan seenaknya saja bicara seperti itu ? Saya sangat kesal dan marah. Perut sakit terasa seperti tersayat, pusing dan mual. Apakah mereka tidak punya pikiran, keadaan saya saja sedang tidak karuan. Lemas dan pusing. Lusanya saya disuruh ke carefour, dan pihak mereka hanya telepon saya sekali. Sedangkan saya kesakitan karena keracunan selama 3 hari. Dahulu juga, Ibu saya pernah membeli lumpia goreng di Carefour dan ternyata basi. Padahal baru saja dibeli masa sudah basi. Untung saja belum dimakan dan orang dewasa yang mengetahuinya. Bagaimana kalau hal yg saya alami dirasakan oleh anak-anak ? Sampai sekarang pihak carefour tidak telepon saya lagi, dan tidak ada tindak lanjutnya. Sangat tidak bertanggung jawab. Menjual makanan yang tidak layak dimakan, membuat customer keracunan, bukankah itu sangat merugikan customer ? Sudah bayar, keracunan pula. Saya hanya menghimbau agar berhati-hati apabila membeli makanan siap saji di carefour apalagi carefour lebak bulus. Di bagian donat dan roti juga harap berhati-hati karena banyak sekali lalat hijau, sangat menjijikan. Apalagi bagi para Orangtua, harap memeriksa dahulu ketika anaknya hendak makanan siap saji tersebut. Hati-hati makanan siap saji di Carefour Lebak Bulus. Saya sebagai customer Carefour Lebak Bulus yang setiap bulan bahkan hampir setiap minggu belanja disana sangat sungguh kecewa dan kapok untuk membeli makanan siap saji disana. By : Renny. "Erwin Arianto" <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 11/13/2007 03:40 PM Please respond to [email protected] To cc Subject ~Milis NB~ Ketika PEMROP DKI mengatakan busway bukan solusi macet Begitu parahnya lalu lintas di jakarta saat ini, dan menurut pendapat saya tingkat kemacetan dijakarta sudah terlalu akut, apa lagi saat pembangunan busway bukan solusi yang ditawarkan tetapi bencana yang di dapat. Sebagai pengguna jalan raya, yang saya inginkan, dan pasti juga n teman-teman inginkan adalah kenyamanan dalam jalan raya, tetapi saat ini yang kita terima kemacetan yang parah, tidak perduli waktu, pagi, siang, malam, libur atau hari kerja. Saat ini jalanan adalah seperti sekolah, ya sekolah yang mengajarkan stress, sekolah stress yang sangat baik, dimana setiap orang dilatih untuk tidak sabar, dilatih gontok-gontokan. Penurunan kualitas hidup berada disini. Saat kenaikan jalan tol, dengan tenang pemerintah mengatakan bahwa kenaikan sudah sesuai dengan undang-undang, yang bisa dilakukan oleh rakyat hanyalah menerima dengan hati tidak ikhlas dan penuh keterpaksaan, mau gimana ya pemerintahnya bela investor terus sih. Padahal jalan tol keadaanya tidak memadai, tetap macet, kok pelayanan payah bayarnya naik terus ya. Bayar kok macet!!! Saat rencana pembangunan monorel, yang merupakan proyek yang bisa dianggap solusi, yang terjadi kemacetan semakin parah, dan ternyata tidak bisa terselesaikan, karena contraktor kurang dana. Yang terjadi sekarang seonggok tiang tidak terpakai… Saat pemerintah DKI (gubernur sutiyoso) pertama kali mendengungkan program busway, banyak penentangan yang terjadi, dan apa yang dilakukan pemerintah, seperti biasa arogansi pemimpin, rakyat tidak digubris…. Dengan bangga dia berkata inalah yang dibutuhkan rakyat DKI. Seiring dengan berjalannya waktu, busway ternyata tidak menjawab solusi kemacetan, dan saat menjelang lengser sutiyoso sebagai gubernur DKI terdahulu mengkebut proyek busway yang nota bene telah dikecam banyak pihak…adakah satu tanda tanya ada sesuatukah dibalik itu, bukan berburuk sangka.. dan telah menjadi rahasia umum ketika suatu proyek dapat dilaksanakan pasti terdapat upeti untuk penguasa. Pemerintah DKI boleh bangga bahwa busway telah mendapat anugrah menyelamatkan dunia dengan mengurangi polusi. Satu pertanyaan saya yang tak berilmu… benarkah hal itu, yang terjadi adalah Jarak tempuh sebelum busway dibuat dengan adanya busway mengalami waktu yang lebih lama, dan menghabiskan konsumsi BBM yang lebih banyak. Apakah ini mengurangi pulusi yang ada, dan saat banyak tanaman di tebang untuk proyek busway ironi. Membaca berita pada surat kabar… gubernur terbaru DKI fauzi bowo, mengatakan bahwa busway bukan lah salah satu solusi kemacetan. Betul bang fauuzi… karena busway.. kami semakin menderita di jalan. Saya yang berkendara dengan motor pun saat ini susah, tidak bisa cari celah jalan dan kestukan yang terjadi. Inikah program yang dibanggakan oleh pemerintah DKI, berikan kami solusi, sampai kapan kami akan tua dijalan, benarkah busway itu sebagai solusi, bahkan pemerintah DKI tidak bisa menjawab. Sampai kapan rakyat harus bersabar menghadapi kemacetan ini, ketika pejabat pemerintah menggunakan protokoler yang terasa nyaman dalam berjalan. Hanya membayangkan bagaimana jika terdapat keadaan urgensi, saat ada yang sekarat dalam ambulan, ketika terjebak kemacetan, susahnya menyelamatkan nyawa sesorang, ketika mobil pemadam kebakaran terjebak macet, berapa rumah yang harus menjadi korban. Ketika kita terdapat urusan bisnis, berapa nilai peluang yang hilang. Begitulah akibat kemacetan yang terjadi. "Hanya berharap mendapat kenyawaman dalam jalan raya. " Dalam Perenunganku, Cape di jalan… Depok 13 November 2007, 12:07 Erwin Arianto http://blogerwinarianto.blogspot.com -- Best Regard Erwin Arianto,SE えるウィン アリアンと Internal Auditor PT.Sanyo Indonesia Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi -------------------------------------------- See my Article On http://blogerwinarianto.blogspot.com/ ______________________________________________________________________ This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System. For more information please visit http://www.messagelabs.com/email ______________________________________________________________________ ______________________________________________________________________ This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System. For more information please visit http://www.messagelabs.com/email ______________________________________________________________________
