Menurut aku, pembangunan busway adalah proses untuk tatanan lalu lintas yang 
lebih baik lagi. tentu-nya Pemprov DKI tidakmain - main dengan program yang 
menghabiskan dana milliaran ini. Mereka tentu sudah punya pertimbangan yang 
masak untuk pelaksanaan project ini.
 
Di bogota kolumbia, busway sudah bisa mengatasi masalah lalu lintas. dan pasti 
akan kita lihat juga di jakarta.
 
Sebenarnya, masalah kemacetan di ibu kota jakarta ini bukan pada program 
busway, subway atau monorel. pembangunan tersebut mungkin akan membuat lalu 
lintas tersendat, tetapi kemacetan lebih disebabkan volume kendaraan di jakarta 
yang terus bertambah, dan sebagian perilaku pengemudi yang tidak tertib.
 
Kita tentunya bisa bersabar dan menyikapi dengan bijak terhadap pembangunan 
busway ini, karena nanti saat semuanya sudah bisa beroperasi, saya yakin bahwa 
busway akan sangat bermanfaat dan akan bisa mengurangi kemacetan seandainya 
juga ditunjang dengan kesadaran para pemilik kendaraan pribadi untuk beralih ke 
busway.
 
Masalah pelayanan busway yang dinilai sangat kurang memuaskan, itu adalah 
proses yang lambat laun pasti akan semakin membaik, jika kita sebagai 
penggunanya ikut pro-aktiv dalam mendukung perbaikan pelayanan itu sendiri.
 
Dan seandainya, pemilik kendaraan pribadi mau menurunkan egonya, tidak ingin 
bermewah - mewah atau tidak mementingkan kenyamanan pribadi, dan beralih 
menggunakan busway, tentunya masalah lalu lintas yang menahun ini akan dapat 
diatasi.
 
Saya juga setuju dengan program pemerintah untuk pemberlakuan 3 in 1 ini,  
bahkan kalau perlu diberlakukan di sepanjangan jalan besar di seluruh jakarta, 
sepanjang hari kerja. Terlepas dari ini akan menjadi ladang amal bagi kita 
untuk calo - calo 3 in 1 atau mangsa dari bapak - bapak polisi yang bertujuan 
memperkaya diri sendiri,- program itu  pasti akan dapat menurunkan jumlah 
kuantitas mobil yang nantinya pasti akan dapat mengurangi jumlah kemacetan di 
jakarta.
 
Perlu diingat bahwa kendaraan bermotor pasti akan terus bertambah sementara 
prasarana jalan, tidak akan bertambah.
 
Jadi.. mari sikapi pembangunan busway, subway, monorel.... dengan lebih bijak.
 
Dulu, 4 / 5 tahun yang lalu, waktu pembangunan underpass pramuka, setiap hari 
pas jam2 pulang kantor, pasti macet, saya sendiri pun sempat memaki - maki 
pemerintah, atas lambannya pembangunan underpass tersebut. tapi, ketika 
undepass pramuka resmi terbuka untuk umum, kita bisa melihat sendiri.. betapa 
lancarnya lalu lintas disana. untuk itulah, kita juga harus bisa memberi 
penilaian yang bijak untuk suatu pembangunan yang lebih baik.
 
Terima kasih
 
 
 
 
 
 

________________________________

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of 
Erwin Arianto
Sent: Tuesday, November 13, 2007 2:40 PM
To: undisclosed-recipients
Subject: ~Milis NB~ Ketika PEMROP DKI mengatakan busway bukan solusi macet



Begitu parahnya lalu lintas di jakarta saat ini, dan menurut pendapat saya 
tingkat kemacetan dijakarta sudah terlalu akut, apa lagi saat pembangunan 
busway bukan solusi yang ditawarkan tetapi bencana yang di dapat. 

 

            Sebagai pengguna jalan raya, yang saya inginkan, dan pasti juga n 
teman-teman inginkan adalah kenyamanan dalam jalan raya, tetapi saat ini yang 
kita terima kemacetan yang parah, tidak perduli waktu, pagi, siang, malam, 
libur atau hari kerja. 

 

            Saat ini jalanan adalah seperti sekolah, ya sekolah yang 
mengajarkan stress, sekolah stress yang sangat baik, dimana setiap orang 
dilatih untuk tidak sabar, dilatih gontok-gontokan. Penurunan kualitas hidup 
berada disini. 

 

            Saat kenaikan jalan tol, dengan tenang pemerintah mengatakan bahwa 
kenaikan sudah sesuai dengan undang-undang, yang bisa dilakukan oleh rakyat 
hanyalah menerima dengan hati tidak ikhlas dan penuh keterpaksaan, mau gimana 
ya pemerintahnya bela investor terus sih. Padahal jalan tol keadaanya tidak 
memadai, tetap macet, kok pelayanan payah bayarnya naik terus ya. Bayar kok 
macet!!! 

 

            Saat rencana pembangunan monorel, yang merupakan proyek yang bisa 
dianggap solusi, yang terjadi kemacetan semakin parah, dan ternyata tidak bisa 
terselesaikan, karena contraktor kurang dana. Yang terjadi sekarang seonggok 
tiang tidak terpakai… 

 

            Saat pemerintah DKI (gubernur sutiyoso) pertama kali mendengungkan 
program busway, banyak penentangan yang terjadi, dan apa yang dilakukan 
pemerintah, seperti biasa arogansi pemimpin, rakyat tidak digubris…. Dengan 
bangga dia berkata inalah yang dibutuhkan rakyat DKI. 

 

            Seiring dengan berjalannya waktu, busway ternyata tidak menjawab 
solusi kemacetan, dan saat menjelang lengser sutiyoso sebagai gubernur DKI 
terdahulu mengkebut proyek busway yang nota bene telah dikecam banyak 
pihak…adakah satu tanda tanya ada sesuatukah dibalik itu, bukan berburuk 
sangka.. dan telah menjadi rahasia umum ketika suatu proyek dapat dilaksanakan 
pasti terdapat upeti untuk penguasa. 

 

                        Pemerintah DKI boleh bangga bahwa busway telah mendapat 
anugrah menyelamatkan dunia dengan mengurangi polusi. Satu pertanyaan saya yang 
tak berilmu… benarkah hal itu, yang terjadi adalah Jarak tempuh sebelum busway 
dibuat dengan adanya busway mengalami waktu yang lebih lama, dan menghabiskan 
konsumsi BBM yang lebih banyak. Apakah ini mengurangi pulusi yang ada, dan saat 
banyak tanaman di tebang untuk proyek busway ironi. 

 

Membaca berita pada surat kabar… gubernur terbaru DKI fauzi bowo, mengatakan 
bahwa busway bukan lah salah satu solusi kemacetan. Betul bang fauuzi… karena 
busway.. kami semakin menderita di jalan. Saya yang berkendara dengan motor pun 
saat ini susah, tidak bisa cari celah jalan dan kestukan yang terjadi. 

 

Inikah program yang dibanggakan oleh pemerintah DKI, berikan kami solusi, 
sampai kapan kami akan tua dijalan, benarkah busway itu sebagai solusi, bahkan 
pemerintah DKI tidak bisa menjawab. Sampai kapan rakyat harus bersabar 
menghadapi kemacetan ini, ketika pejabat pemerintah menggunakan protokoler yang 
terasa nyaman dalam berjalan. 

 

Hanya membayangkan bagaimana jika terdapat keadaan urgensi, saat ada yang 
sekarat dalam ambulan, ketika terjebak kemacetan, susahnya menyelamatkan nyawa 
sesorang, ketika mobil pemadam kebakaran terjebak macet, berapa rumah yang 
harus menjadi korban. Ketika kita terdapat urusan bisnis, berapa nilai peluang 
yang hilang. Begitulah akibat kemacetan yang terjadi. 

 

"Hanya berharap mendapat kenyawaman dalam jalan raya. "

 

 

Dalam Perenunganku, Cape di jalan…

Depok 13 November 2007, 12:07

Erwin Arianto

http://blogerwinarianto.blogspot.com

-- 
Best Regard
Erwin Arianto,SE
えるウィン アリアンと
Internal Auditor  
PT.Sanyo Indonesia
Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi 
--------------------------------------------
See my Article On http://blogerwinarianto.blogspot.com/  

Kirim email ke