duh... andik purnomo sangat Wise sekali :) btw, kerja di siemens, kenal Mei2 ga ? cewe chienese kecil, imut, putih ? tolong salamin donk !
thx, Rencong "Purnomo, Andik" <[EMAIL PROTECTED]> Sent by: [email protected] 11/13/2007 08:24 PM Please respond to [email protected] To <[email protected]> cc Subject RE: ~Milis NB~ Ketika PEMROP DKI mengatakan busway bukan solusi macet Menurut aku, pembangunan busway adalah proses untuk tatanan lalu lintas yang lebih baik lagi. tentu-nya Pemprov DKI tidakmain - main dengan program yang menghabiskan dana milliaran ini. Mereka tentu sudah punya pertimbangan yang masak untuk pelaksanaan project ini. Di bogota kolumbia, busway sudah bisa mengatasi masalah lalu lintas. dan pasti akan kita lihat juga di jakarta. Sebenarnya, masalah kemacetan di ibu kota jakarta ini bukan pada program busway, subway atau monorel. pembangunan tersebut mungkin akan membuat lalu lintas tersendat, tetapi kemacetan lebih disebabkan volume kendaraan di jakarta yang terus bertambah, dan sebagian perilaku pengemudi yang tidak tertib. Kita tentunya bisa bersabar dan menyikapi dengan bijak terhadap pembangunan busway ini, karena nanti saat semuanya sudah bisa beroperasi, saya yakin bahwa busway akan sangat bermanfaat dan akan bisa mengurangi kemacetan seandainya juga ditunjang dengan kesadaran para pemilik kendaraan pribadi untuk beralih ke busway. Masalah pelayanan busway yang dinilai sangat kurang memuaskan, itu adalah proses yang lambat laun pasti akan semakin membaik, jika kita sebagai penggunanya ikut pro-aktiv dalam mendukung perbaikan pelayanan itu sendiri. Dan seandainya, pemilik kendaraan pribadi mau menurunkan egonya, tidak ingin bermewah - mewah atau tidak mementingkan kenyamanan pribadi, dan beralih menggunakan busway, tentunya masalah lalu lintas yang menahun ini akan dapat diatasi. Saya juga setuju dengan program pemerintah untuk pemberlakuan 3 in 1 ini, bahkan kalau perlu diberlakukan di sepanjangan jalan besar di seluruh jakarta, sepanjang hari kerja. Terlepas dari ini akan menjadi ladang amal bagi kita untuk calo - calo 3 in 1 atau mangsa dari bapak - bapak polisi yang bertujuan memperkaya diri sendiri,- program itu pasti akan dapat menurunkan jumlah kuantitas mobil yang nantinya pasti akan dapat mengurangi jumlah kemacetan di jakarta. Perlu diingat bahwa kendaraan bermotor pasti akan terus bertambah sementara prasarana jalan, tidak akan bertambah. Jadi.. mari sikapi pembangunan busway, subway, monorel.... dengan lebih bijak. Dulu, 4 / 5 tahun yang lalu, waktu pembangunan underpass pramuka, setiap hari pas jam2 pulang kantor, pasti macet, saya sendiri pun sempat memaki - maki pemerintah, atas lambannya pembangunan underpass tersebut. tapi, ketika undepass pramuka resmi terbuka untuk umum, kita bisa melihat sendiri.. betapa lancarnya lalu lintas disana. untuk itulah, kita juga harus bisa memberi penilaian yang bijak untuk suatu pembangunan yang lebih baik. Terima kasih From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Erwin Arianto Sent: Tuesday, November 13, 2007 2:40 PM To: undisclosed-recipients Subject: ~Milis NB~ Ketika PEMROP DKI mengatakan busway bukan solusi macet Begitu parahnya lalu lintas di jakarta saat ini, dan menurut pendapat saya tingkat kemacetan dijakarta sudah terlalu akut, apa lagi saat pembangunan busway bukan solusi yang ditawarkan tetapi bencana yang di dapat. Sebagai pengguna jalan raya, yang saya inginkan, dan pasti juga n teman-teman inginkan adalah kenyamanan dalam jalan raya, tetapi saat ini yang kita terima kemacetan yang parah, tidak perduli waktu, pagi, siang, malam, libur atau hari kerja. Saat ini jalanan adalah seperti sekolah, ya sekolah yang mengajarkan stress, sekolah stress yang sangat baik, dimana setiap orang dilatih untuk tidak sabar, dilatih gontok-gontokan. Penurunan kualitas hidup berada disini. Saat kenaikan jalan tol, dengan tenang pemerintah mengatakan bahwa kenaikan sudah sesuai dengan undang-undang, yang bisa dilakukan oleh rakyat hanyalah menerima dengan hati tidak ikhlas dan penuh keterpaksaan, mau gimana ya pemerintahnya bela investor terus sih. Padahal jalan tol keadaanya tidak memadai, tetap macet, kok pelayanan payah bayarnya naik terus ya. Bayar kok macet!!! Saat rencana pembangunan monorel, yang merupakan proyek yang bisa dianggap solusi, yang terjadi kemacetan semakin parah, dan ternyata tidak bisa terselesaikan, karena contraktor kurang dana. Yang terjadi sekarang seonggok tiang tidak terpakai… Saat pemerintah DKI (gubernur sutiyoso) pertama kali mendengungkan program busway, banyak penentangan yang terjadi, dan apa yang dilakukan pemerintah, seperti biasa arogansi pemimpin, rakyat tidak digubris…. Dengan bangga dia berkata inalah yang dibutuhkan rakyat DKI. Seiring dengan berjalannya waktu, busway ternyata tidak menjawab solusi kemacetan, dan saat menjelang lengser sutiyoso sebagai gubernur DKI terdahulu mengkebut proyek busway yang nota bene telah dikecam banyak pihak…adakah satu tanda tanya ada sesuatukah dibalik itu, bukan berburuk sangka.. dan telah menjadi rahasia umum ketika suatu proyek dapat dilaksanakan pasti terdapat upeti untuk penguasa. Pemerintah DKI boleh bangga bahwa busway telah mendapat anugrah menyelamatkan dunia dengan mengurangi polusi. Satu pertanyaan saya yang tak berilmu… benarkah hal itu, yang terjadi adalah Jarak tempuh sebelum busway dibuat dengan adanya busway mengalami waktu yang lebih lama, dan menghabiskan konsumsi BBM yang lebih banyak. Apakah ini mengurangi pulusi yang ada, dan saat banyak tanaman di tebang untuk proyek busway ironi. Membaca berita pada surat kabar… gubernur terbaru DKI fauzi bowo, mengatakan bahwa busway bukan lah salah satu solusi kemacetan. Betul bang fauuzi… karena busway.. kami semakin menderita di jalan. Saya yang berkendara dengan motor pun saat ini susah, tidak bisa cari celah jalan dan kestukan yang terjadi. Inikah program yang dibanggakan oleh pemerintah DKI, berikan kami solusi, sampai kapan kami akan tua dijalan, benarkah busway itu sebagai solusi, bahkan pemerintah DKI tidak bisa menjawab. Sampai kapan rakyat harus bersabar menghadapi kemacetan ini, ketika pejabat pemerintah menggunakan protokoler yang terasa nyaman dalam berjalan. Hanya membayangkan bagaimana jika terdapat keadaan urgensi, saat ada yang sekarat dalam ambulan, ketika terjebak kemacetan, susahnya menyelamatkan nyawa sesorang, ketika mobil pemadam kebakaran terjebak macet, berapa rumah yang harus menjadi korban. Ketika kita terdapat urusan bisnis, berapa nilai peluang yang hilang. Begitulah akibat kemacetan yang terjadi. "Hanya berharap mendapat kenyawaman dalam jalan raya. " Dalam Perenunganku, Cape di jalan… Depok 13 November 2007, 12:07 Erwin Arianto http://blogerwinarianto.blogspot.com -- Best Regard Erwin Arianto,SE えるウィン アリアンと Internal Auditor PT.Sanyo Indonesia Ejip Industrial Park Plot 1a Cikarang-Bekasi -------------------------------------------- See my Article On http://blogerwinarianto.blogspot.com/ ______________________________________________________________________ This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System. For more information please visit http://www.messagelabs.com/email ______________________________________________________________________ ______________________________________________________________________ This email has been scanned by the MessageLabs Email Security System. For more information please visit http://www.messagelabs.com/email ______________________________________________________________________
