dear bang sugih & all,
*
Menurut pikiran kita, terserah, bebas saja dan bagaimana pun cara kita..yang
penting memuji Tuhan.
tetapi apakah sembarang cara kita itu berterima kepada Tuhan, saya tidak
tahu.

Prinsip dasar yang saya pegang saat ini perihal lagu pujian kepada Tuhan,
saya copy paste dari prinsipnya Pak David Gates; Jika malaikat Tuhan mau dan
sedia menyanyikannya? nyanyikan lah itu, dan jika tidak? jangan!!

pertanyaan: lagu yang bagaimanakah dimana malaikat Tuhan sedia
menyanyikannya? Hymnal !!

**
Perihal dia menerima atau tidak kebenaran yang kita sampaikan ga usah
dipusingin lah, sebarkan saja bibit kebenaran yang ada ditanganmu..tumbuh
atau tidak tergantung hatinya dia..kalo subur yah tumbuh kalo tungil..jangan
berharap banyak hehe, tentu tidak ada yang tahu hati orang bukan? lakukan
saja tugas yg bisa km lakukan.

***
Bang sugih, jangan kita mengira bahwa hingar bingar pernah memuliakan
Tuhan..pujilah Tuhan dengan rohmu bukan dengan daging. Jangan kita mengira
pula bahwa Tuhan tuli mendengar pujian kita sehingga perlu berhingar bingar
ria, yang kesemuanya itu hanyalah wujud dari menyenangkan daging yang
menghanyutkan.

Ketenangan, keteduhan, kedamaian, kesejukan dst adalah bayangan suasana
surgawi..terbalik sekali dengan hingar bingar yang adalah bayangan neraka
hehe

Pujilah Tuhan dengan roh dan kebenaran, bukan dengan daging dan kebenaran
hehe

****
benar, kita harus mempersembahkan seluruh organ tubuh kita, tetapi bukan
tepuk tangan kita yang menyenangkanNya, tetapi melakukan sesuatu yang benar
dengan tangan kita, melihat yang benar dengan mata kita, membicarakan hal
yang benar dengan mulut kita, dst..

Adakah suara kita lebih merdu dari suara malaikat di surga yang setiap saat
malaikat itu melantunkannya dengan sempurna di hadapan Tuhan? Jika kwalitas
suara dan musik yang menyenangkan hati Tuhan tentu tidak ada di bumi ini
memenuhi standard surga bukan? tetapi jika nyanyianmu dinyanyikan oleh
rohmu tentunya dengan tuntunan Rohul kudus maka jadilah nyanyianmu itu
pujian merdu bagi Tuhan di surga. Walaupun malaikat setan mengejek jeleknya
suaramu itu hehe..Tetapi kalo Tuhan bilang, Mantap! maka mantap lah itu..

Jadi bernyanyilah, bermusiklah mengikuti yang Tuhan kehendaki.

rs

On 12/28/08, Sugih Bastian <[email protected]> wrote:
>
>   hi all.. syalom...
> humm.. pengen ngeluarin unek-unek nech..
>
> belakangan ini saya sering merasa sedih di setiap kebaktian kita.
> especially pada acara gabungan pemuda.
>
> kesedihan ini berawal dari perbandingan setiap kebaktian yang saya hadiri.
>
> tahun 2004, saya mencoba untuk mengabarkan kebenaran ke temen saya
> yang non-advent di kampus saya (Universitas Pendidikan Indonesia,
> Bandung) tentu berbagai cara saya lakukan agar dia bisa menerima
> kebenaran. agar pencarian kebenaran yang kami lakukan benar-benar
> adil, saya pun mau ikut ketika dia menawarkan saya ke gerejanya
> (Gereja Kristen Kemah Daud - GKKD). saya memang memiliki basic worship
> yang rada kolot, namun udah terbuka sedikit pikiran saya karena waktu
> smu saya sekolah di SMU BPK Penabur Bogor, shingga worhsip menggunakan
> band tidak pernah saya anggap "konser" bahkan saya sudah sangat nyaman
> dengan kebaktian yang sepenuh hati.
>
> GKKD memiliki prinsip bahwa ketika memuji Tuhan, Roh Tuhan akan
> bekerja atas kita dan setiap organ dari tubuh kita pun akan turut
> memuji Tuhan. baik tangan, kaki, mulut, hati kita, itu semua akan
> menjadi suatu persembahan buat Tuhan.
>
> sungguh amazing, karena ketika awal acara kejadian sama seperti di
> gereja kita. semua ngobrol2, karena lama ga ketemu, kangen sama temen
> lama sampe ngobrol.. namun ketika mc sudah mulai pimpin doa, serentak
> ga ada 1pun orang yang ngobrol. semua benar2 "takut akan Tuhan"..
> semua jemaat begitu mempersilahkan Tuhan untuk masuk dalam hati mereka
> masing-masing. apalagi ketika worship.. semua berlomba untuk
> memberikan sebuah suara indah, tarian, tepuk tangan, lompat-lompatan
> terbaik untuk menyambut Tuhan.
>
> sungguh mengiris hati saya.. meski dengan sukacita akhirnya teman saya
> tersebut menerima Yesus dan mau menuruti setiap firman-Nya, dia pun
> dibaptis di gereja kita, memelihara sabat, dsb.. namun dia sedih,
> sering mempertanyakan.. apakah semua orang advent hanya tau teori?
> hanya tau doktrin? kenapa semua kenyataan terjadi berlawanan dengan
> seminar-seminar musik yang sering dilakukan oleh officer gereja atas??
> kenapa justru grup2 musik kita seolah hanya jago kandang?seperti adu
> keahlian menyanyi? dan jarang yang rendah hati?
>
> begitu mudah bagi dept. musik gereja kita untuk mengatakan bahwa drum,
> gitar listrik, dan aliran musik rock, jazz, dan daerah bukan musik
> gereja.. itu semua musik setan.. semua membanggakan choir2 seperti
> unai, dsb.. seolah yang memuji Tuhan hanya yang memiliki suara indah
> dan bisa "classic".. ketika ditanya dimana tertulis itu semua di
> alkitab?.. selalu nge-less dan membentengi diri dengan alasan..
> "tulisan Ellen G.White". dan masalah "ketertiban"..
>
> pernah terbersit di benak saya.. apakah semua orang yang berani
> mengatakan bahwa itu semua bukan musik gerja adalah Tuhan? yang
> mengatakan bahwa mereka menggunakan drum adalah hanya sepert
> "konser".. apa mereka Tuhan sehingga tau apa yang Tuhan suka?
>
> apakah semua orang yang mengatakan band ga pantes di gereja pernah
> merasakan worship menggunakan drum? atau hanya berkoar-koar itu ga
> bener hanya karena emang ga suka musik yang pake drum keras2?
>
> kita harus memuji Tuhan dengan segala yang kita miliki. dengan pujian
> yang terbaik untuk Tuhan.. bukankah itu yang ditulis di Alkitab?
> bukankah Daud juga memuji Tuhan dengan tarian-tarian? bukankah itu
> yang diajarkan Alkitab? kita bisa melihat sesuatu itu benar atau tidak
> dari buahnya.. bener ga? itulah yang tertulis di Alkitab.
>
> coba liat anak2 muda di gereja kita.. coba mulai perhatikan ke
> sekeliling kita.. apa tabiat mereka seperti Yesus? atau apakah mereka
> hanya memelihara sabat seperti formalitas seperti halnya doa 5 waktu
> yang selalu dilakukan oleh tetangga kita, tanpa mengerti maknanya?
>
> saya pernah mencoba di suatu komunitas kecil di bandung. baik itu
> kelompok pendalaman alkitab, maupun kegiatan persekutuan kecil lainnya
> sebuah jenis worship yang berbeda. saya adopsi musik-musik dari luar
> advent, saya mainkan gitar dengan gaya khas bethany, dan saya coba
> berdoa, berdiri, sambil diiring musik dan pujian.. tau yang terjadi?
> tau apa yang pemuda-pemuda advent itu rasakan?
>
> justru semua yang hadir pada saat itu merasa diperbaharui, merasa
> bahwa kita memang jauh dari Tuhan secara hubungan, meski dekat secara
> "doktrin". semua yang hadir begitu merasakan Tuhan ada di tempat itu,
> semua menyanyi dengan suara keras seperti anak memanggil Bapanya..
>
> saya pernah tanya dengan seorang pakar pendalaman alkitab di UNAI,
> seorang yang bisa dibilang "gurunya" dosen-dosen teologi di unai. saya
> tanya di bagian mana di alkitab yang menyatakan bahwa drum, rock, jazz
> itu ga bisa masuk gereja? apakah semua berlawanan dengan firman Tuhan?
> ternyata ga ada satupun..
>
> dengan melihat kenyataan ini, saya merasa yakin dengan sepenuh hati
> 100% bahwa persembahan yang terbaik buat Tuhan adalah hati kita yang
> sepenuhnya diserahkan untuk Tuhan.
>
> saya memiliki sebuah impian, sebuah misi dalam hidup saya.. saya akan
> mereformasi kebaktian di gereja kita.. khususnya kebaktian pemuda.
> tentunya dengan tuntunan Tuhan, dan apabila Tuhan berkehendak, semua
> itu akan terjadi.
>
> Impian saya adalah membangun sebuah rumah, yang dinamakan "Worship
> Center". dimana bisa dipake oleh setiap orang yang rindu untuk datang
> kepada Tuhan, 1x24jam, 7xseminggu. ga akan pernah berhenti. di worship
> center ini saya akan melapisi dinding dengan peredam sehingga kita
> bisa bebas untuk teriak, memuji Tuhan tanpa batasan.. menyediakan
> selengkapnya alat musik, supaya kalo ada kelompok yang mau worship,
> bisa bebas menggunakannya yang terbaik untuk Tuhan..
>
> semoga impian saya menjadi kenyataan.. dan semoga hanya nama Tuhan
> yang dipermuliakan..
>
> ada yang mau comment?
> regards, Sugih bastian
>
> 
>

Kirim email ke