Hello Brother, Sugih wrote: saya bukan mengharuskan semua gereja harus memakai drum bro.. tapi membuka pikiran kita untuk berhenti menjudge bahwa drum, alat-alat musik, dan cara penyembahan orang lain itu salah... kenapa harus memakai drum? kalo saya memiliki berkat yang lebih, saya ingin menggunakan semua jenis alat musik. saya ingin dalam sebuah kebaktian, semua dipersiapkan dengan maksimal mungkin karna semua pujian itu untuk Tuhan.. kalo saya bisa menggunakan drum, rebana, dsb untuk memuji Tuhan lebih dashyat lagi, kenapa ngga? seorang wanita menggunakan minyak termahal untuk membasuh kaki Tuhan Yesus, bukankah itu suatu pemborosan? tapi apa yang Yesus bilang? apa kita harus menghemat kalo kita mampu memberikan yang terbaik buat Tuhan? masa keyboard, Piano, LCD, laptop bisa kebeli tapi alat musik lain nggak
*Nobel : *Bukan semua yang mahal itu baik bukan? Saya pribadi membuat minus one menggunakan drum, tetapi bukan untuk digunakan di gereja, melainkan untuk kebutuhan secular :) Ada unsur berbeda disana. Kalau memuji Tuhan kita harus bersungguh2, itu saya setuju banget. Harus maksimal, wah gw juga setuju abis rada tipe perfeksionis sih hehehe. Saya pernah berenang di suatu Hotel, tiba2 saya mendengar tabuhan drum, suara gitar listrik, meraung2 dan terdengar suara "ya Tuhan", "Yesus.."dan mereka berteriak2 seperti sedang kesurupan, apa itu gambaran perbaktian bagi kita sebenarnya :) well, i can't judge, you decide..cara Advent memang kolot, bukan itu berarti bagus, kadang2 kita umat Advent ini menganggap nyanyian bukanlah hal yg penting, tapi sebenarnya nyanyian itu juga merupakan doa kita kepada Allah, jadi bagaimana mungkin berdoa dengan tidak sungguh2 jgn2 bukan berkat yang datang tapi kutuk hiii.. amit2. Jadi reformasi yang kita harus punyai itu adalah kesungguhan pada waktu menaikkan pujian. Pilihan alat musik kita itu sudah sangat sederhana, alasannya adalah kebaktian yang sebenarnya adalah meditasi, ketenangan, kedamaian...bukan suatu suasana dimana situasinya begitu riuh, begitu menggelegar secara emosi. Kalau kita bisa menggabungkan kedua unsur ini, kesungguhan2 dalam berbakti dengan cara yang benar, saya yakin Tuhan / Roh kudus akan singgah dalam hati kita masing. Kalau ada yang merasa suaranya Falss, ayo belajar nyanyi dong, kan mau sungguh2, kalo pas2an banyak latihan donk..kalo udah dari sononya..well, kan bisa ditempat lain, berkhotbah misalnya hehehehe gak usah dipaksa ikut Glenn Fredly... HAAHAHAHAHHA sugih wrote: ya saya setuju mengenai prinsip kesederhanaan mas nobel.. tapi apa dengan begitu kita berhak mengklaim bahwa ini yang benar dan cara penyembahan yang menggunakan drum, dan memakai cara menyembah berbeda itu salah? apa dasarnya? apa yang anda bayangkan tentang Tuhan? apakah Dia tenang, suka clasic? apakah anda yakin Tuhan ga pernah nyanyi bersorak-sorai untuk menyenangkan hati-Nya? apakah anda yakin Tuhan ga pernah melompat-lompat untuk menyatakan ekspresinya? apakah Tuhan ga pernah teriak? Tuhan ga pernah menangis? apakah anda pernah mendengar ilustrasi bagaimana "Imajinasi setiap orang akan Tuhan Yesus di seluruh dunia ini?" apakah yang ada di benak orang lain akan seperti apakah Tuhan Yesus itu? kita adalah gambaran Tuhan.. jadi yang ada dalam diri kita itu sebenarnya mengadopsi dari yang Tuhan lakukan... *Nobel : *Untuk masalah ini sih saya susah menggambarkan, tapi coba saudara bayangkan dalam sebuah konser musik rock. berapa banyak konser music rock yang berakhir damai, tanpa perkelahian. Apakah keadaannya sama ketika kita melakukan KKR ? kalau memang Tuhan suka musik keras, lompat2, jumpalitan kesana kemari, pasti dia akan hadir di konser music rock, dan bisa2 musik rock berhenti damai :) hehehehe.....ada satu hal yang mgkn saudara sdh biasa dengarkan, "Tuhan adalah pencipta keindahan" kalau menurut anda musik manakah yang paling indah? Tuhan menangis meratapi tembok Yerusalem, Tuhan Marah ketika dia membongkar pasar dadakan di dalam kaabah. Dia berekspresi tapi belum pernah saya baca dia berekspresi dalam nyanyian seperti SLANK yang membongkar korupsi yang terjadi di negara kita hehehe...Tuhan memberikan kita freedom of choice, anda berhak memilih aliran musik mana, dia tidak mematok kita untuk ambil klasik, jazz, rock. Pada dasarnya kita diciptakan sesuai dengan peta Allah, yaitu pencinta *keindahan* (melalui alam ciptaan Tuhan, gunung, lembah, pantai, sungai, dll), dan *keteraturan*(melalui bagaimana ada sirkulasi alam, rantai makanan, sirkulasi tubuh manusia, dll). Jadi musik mana yang paling Indah dan teratur ?? well brother sugih, tanggapan saudara begitu praktikal, begitu direct dan menyenggol semua aspek :) Yang kita butuhkan bukan drum, yang kita butuhkan bukan Gitar listrik, yang kita butuhkan adalah keseriusan dalam bernyanyi, kesungguhan hati dalam bernyanyi. Orang di Gereja luar sangat menghayati nyanyian mereka. kita cenderung karena merasa diri paling benar hingga kadang2 tidak mengambil pusing nyanyian2 di kebaktian. Seperti yang Brother sugih bilang, Let's reform, Ayo kita berubah dari yang tadinya menyanyi setengah2, dari yang tadinya menyanyi "mari kita kerja bagi Tuhan" dalam tempo seperti "muka dengan muka nanti", Mari kita berubah, hayati setiap lagu dalam meditasi, kalau bisa nih..tutup mata anda sekali-sekali untuk merasakan bait2 yang anda nyanyikan dalam lagu sion dengan iringan piano aja...saya yakin brother and sister pasti tersentuh, dan merasakan kebutuhan yang terbesar saya pada saat ini adalah Yesus, dan hanya Yesus yang bisa mengubahkan kita..bukan drum, bukan gitar listrik bukan alat musik yang lengkap dan penuh. Tips for you : "dalam naungNya" versi bahasa inggrisnya begitu menyentuh (buat anda yang bisa) versi indonesia juga menyentuh..coba anda nyanyikan sambil menutup mata, dan membayangkan bahwa Yesus sedang menaungi anda dan saya. Semoga reformasi kebaktian bisa menjadi bagian anda dan saya. GBU Brother, Thanks for bringing up this topic. We need it. Let's reform Ur Brother in christ, Nobel Makassar 2008/12/30 Sugih Bastian <[email protected]> > hi Bro Nobel.. salam kenal..., > > Nobel wrote: > kebeneran, saya seorang pianis gereja kita di Makassar. Saya seorang > penggemar musik Jazz, dimana dianggap aliran musik pembangkit gairah ( > agak berlebihan sih rasanya)..hehehe. kadangkala ketika saya main > piano di gereja, kepinginnya memasukkan unsur2 musik yang saya > senangi, tetapi herannya saya tidak sanggup untuk itu...saya pernah > mencampur sedikit unsur jazz kedalam lagu2 perbaktian, tapi hasilnya > tidak begitu mengangkat baik bagi pianist apalagi jemaat....lalu > sepulangnya dari gereja, g lalu berpikir apa music yang baik buat > gereja ya?..Pengetahuan saya mengenai musik tidaklah begitu lebar > seperti para pakar musik di milis ini. Saya hanya coba mengambil > bagian kecil. > > nobel wrote: > wah bro rendah hati.. apalagi saya yang pengetahuan musiknya seujung > kuku ya.. hehe.. tapi mari kita diskusi bersama-sama (hehehe) > > 1. Mengenai instrumen. > > Nobel wrote > Gambus, Ceracap, kecapi, sangkakala. alat2 ini dipakai dalam > perbaktian tapi bukan untuk pengiring nyanyian. Pada jaman perjanjian > lama, orang2 lebih kenal chanting (mengaji). pada saat itu belum ada > nada (do re mi fa sol...dst) jadi instrumen ini hanya sekedar > panggilan untuk berbakti. Pemakaian drum dalam > gereja..mmmhhh...mengenai pemakaian drum dalam gereja, saya bukan tipe > yang menolak dan lebih pasti bukan tipe yang setuju. menurut saya > mengapa harus memakai drum? > > Sugih wrote: saya bukan mengharuskan semua gereja harus memakai drum > bro.. tapi membuka pikiran kita untuk berhenti menjudge bahwa drum, > alat-alat musik, dan cara penyembahan orang lain itu salah... kenapa > harus memakai drum? kalo saya memiliki berkat yang lebih, saya ingin > menggunakan semua jenis alat musik. saya ingin dalam sebuah kebaktian, > semua dipersiapkan dengan maksimal mungkin karna semua pujian itu > untuk Tuhan.. kalo saya bisa menggunakan drum, rebana, dsb untuk > memuji Tuhan lebih dashyat lagi, kenapa ngga? seorang wanita > menggunakan minyak termahal untuk membasuh kaki Tuhan Yesus, bukankah > itu suatu pemborosan? tapi apa yang Yesus bilang? apa kita harus > menghemat kalo kita mampu memberikan yang terbaik buat Tuhan? masa > keyboard, Piano, LCD, laptop bisa kebeli tapi alat musik lain nggak > > > nobel wrote: > alasan para imam membunyikan sangkakala dan gambus adalah untuk > memberi timing dalam perbaktian, kapan mereka harus menunduk, kapan > mereka selesai. Drum secara sifat dasar adalah memberikan beat, dan > tidak dapat bercampur dengan suara. Lain halnya dengan biola, piano, > kecapi dan beberapa alat musik yang memakai string yang dapat > bercampur dan memberikan harmonisasi kepada instrumen yang paling > penting dalam kehidupan kita yaitu suara kita sendiri. Apakah perlu > untuk memakai drum demi membuktikan bahwa kita bukanlah sekelompok > orang aneh, Fanatik atau panggilan sejenisnya? > > sugih wrote: > maaf bro, saya kurang stuju kalo instrumen utama dalam sebuah > penyembahan adalah suara.. bagaimana dengan orang yang suaranya fals? > kasian banget.. kalo saya lebih meyakini yang utama adalah hati dalam > menyembah.. kalo suasana, keadaan memicu kita untuk menyerahkan hati > kita sepenuhnya, itulah yang saya yakin Tuhan harapkan atau inginkan... > > mendingan uang untuk beli drum disumbangkan kepada yang membutuhkan, > membantu jemaat, dsb. kembali kepada seorang wanita yang mengurapi > Tuhan dengan minyak termahal.. saya ga berani main2 dalam hal ini.. > percaya ato ga, kenapa persembahan di gereja luar begitu besar? kenapa > orang-orang kaya di gereja luar cenderung lebih rendah hati? terbukti > dari orang-orang "kaya Advent" yang mau nyumbang kalo diminta bawain > khotbah, atau tampil di depan mimbar... sebenarnya karena kita > tanggung dalam memberikan sepenuhnya milik kita kepada Tuhan.. > > 2. Is it to Show You or Jesus ? What is Your purpose? > nobel wrote: > hehehehe....susah ya memang. Kita memang ga mau dipanggil selebriti > dalam gereja, krn terlalu sering menyanyi, terlalu sering main piano, > ditambah pujian yang kadang memerahkan telinga. Dear brother, Musik > yang dimainkan di gereja Advent, terkadang terlalu polos, tetapi di > dalam kepolosannyalah kita menemukan kesederhanaan kristus. Kristus > tidak memakai alat musik apapun untuk membuat dirinya populer, tapi > melalui hidupnya/lahirnya dalam kesederhanaan dan kabar injil > keselamatan ke seluruh dunia. Mengapa kita harus memakai instrumen > yang lengkap? mengapa kita tidak menjaga kesederhanaan itu dengan > dibekali pengetahuan, bakat, dan talenta yang berasal daripada Tuhan? > Yang sederhana itu belum tentu jelek.........apa ya > contohnya.....tunggu gw pikir dulu....mmmhhh...Cinnamon (cuman pake 3 > gitar) kadang pake drum tapi jarang. biar sederhana kedengaran cool, > bisa jadi hits lagi. > > sugih wrote: > ya saya setuju mengenai prinsip kesederhanaan mas nobel.. tapi apa > dengan begitu kita berhak mengklaim bahwa ini yang benar dan cara > penyembahan yang menggunakan drum, dan memakai cara menyembah berbeda > itu salah? apa dasarnya? > > apa yang anda bayangkan tentang Tuhan? apakah Dia tenang, suka clasic? > apakah anda yakin Tuhan ga pernah nyanyi bersorak-sorai untuk > menyenangkan hati-Nya? apakah anda yakin Tuhan ga pernah > melompat-lompat untuk menyatakan ekspresinya? apakah Tuhan ga pernah > teriak? Tuhan ga pernah menangis? > > apakah anda pernah mendengar ilustrasi bagaimana "Imajinasi setiap > orang akan Tuhan Yesus di seluruh dunia ini?" apakah yang ada di benak > orang lain akan seperti apakah Tuhan Yesus itu? > > kita adalah gambaran Tuhan.. jadi yang ada dalam diri kita itu > sebenarnya mengadopsi dari yang Tuhan lakukan... > > nobel wrote: > Kadang2 kita berpikir mendingan seperti para pemuda yang di bethany, > para pemuda di gereja lain, dimana mereka bisa mengekspresikan pujian > mereka dalam segala bentuk...well, kalau menurut anda mereka bisa > menangis, mereka bisa menangis sejadi2nya sampai terjatuh, pingsan, > atau merasa sangat sedih itu karena mereka sudah tersentuh secara > psikologis. > > sugih wrote: > saya sering ikut kebaktian mereka.. saya ga tau orang lain. tapi bagi > saya sendiri saya ga mengutamakan ekspresi saya.. tapi bagaimana saya > memang bisa merasakan kehadiran Tuhan, saya bisa merasakan Tuhan masuk > dalam hati saya... > dan apakah salah kalo kita tersentuh secara psikologis? > > nobel wrote: > Musik adalah suatu media sentimentil, bisa membawa mood seseorang > hanyut. Nada yang diulang2 bisa mendatangkan efek hipnotis. Saya > melihat suatu fenomena ini, pada waktu mereka menyanyi mereka menutup > mata, dan mereka tidak akan berhenti untuk mengulang bait2 dengan > kata2 yang menyentuh sampai ada beberapa yang menangis. Pada waktu ada > yang menangis, maka yang lain akan terbawa2. > > sugih wrote: > apa yang anda lakukan dengan seseorang yang berkomunikasi dengan anda, > dimana orang yang hadir itu adalah benar-benar idola anda, benar2 > seorang yang luar biasa, yang anda benar-benar kagumi? bukankah kita > ingin ngobrol terus sama dia, ingin bicara terus sama dia, ingin > mengulang2 kata "saya kagum sama kamu",.. jadi prinsip pengulangan > bukan suatu yang salah bagi saya.. kalo prinsip pengulangan salah.. > tolong lihat reff pada lagu sion anda.. bukankah kata-katanya sama dan > diulang2? seperti pengormatan kepada raja di suatu kerajaan.. apakah > hanya sekali orang bilang "sembah raja"? setahu saya bila orang-orang > mengagungkan rajanya mereka akan ucapkan berulang-ulang kali.. > > saya cenderung melihat, kita memandang pujian udah ga objektif lagi.. > kita mencoba mencari-cari kejelekan-kejelekan dari musik luar advent.. > saran saya sesekali.. coba datang ke gereja lain.. lihat dan belajar > dari sana.. buka hati dan rasakan Tuhan memang masuk ke dalam hatimu... > > jangan pernah memegang kebenaran secara membabi buta tanpa melihat > keadaan sekeliling, tanpa mencari tau kebenaran-kebenaran lain yang > ada di sekeliling kita.. > > nobel wrote: > Pada saat anda mendengar We Are The Champion, apa reaksi anda?? pada > saat anda mendengar lagu Via Dolorosa, apa reaksi anda? Musik adalah > wadah yang paling efektif untuk membawa perasaan (e.g Soundtrack, dll) > tapi apakah melihat mereka begitu, berarti mereka sungguh2, ataukah > melihat gereja kita yang menyanyi separuh suara dan nafas artinya > tidak sungguh2 ?? > > sugih wrote: > saya ga mau menghakimi di gereja luar mereka sungguh-sungguh dan di > gereja kita ga sungguh-sungguh.. namun, percaya.. melalui pengalaman > saya.. saya lebih sungguh-sungguh bernyanyi kepada Tuhan di gereja > luar ketimbang saya menyanyi di gereja sendiri.. dan bukan hanya saya > seorang.. > > saya hanya memberikan indikator.. bisa anda terima, bisa juga ngga.. > perhatikan dalam kebaktian.. apa yang anda lihat kepada orang2 di > gereja anda? sekeliling anda? apabila orang mengobrol, ngantuk, sudah > jelas mereka ga akan pernah mendengar Firman Tuhan.. meski Firman > Tuhan yang dibawakan di gereja luar sangat minim pengetahuannya. tapi > saya bisa menyerap makna yang disampaikan melakui Firman Tuhan itu... > duh sulit memang kalo membagikan pengalaman kepada orang2 yang emang > ga pernah terjun langsung dan merasakan langsung.. > > nobel wrote: > Tidak ada yang bisa menilai kedalaman hati seseorang, hanya Tuhan yang > bisa. Menurut saya pribadi, Kita pemuda Advent, kadang2 tidak serius > kepada pujian yang kita sampaikan. Kadang2 kita merasa, kita diatas > angin, kita yang paling ter ter..bukan begitu bro S? kita kadang > berpikir orang2 yang diluar sana hanyalah mengada2 membuat2, sampai > membuat kita sendiri seperti mayat berjalan ketika bernyanyi. Kalau > anda menganggap menyanyi tidak memerlukan ekspresi, maka anda salah. > > sugih wrote: > saya bersyukur karna setidaknya anda menyadari banyak orang yang > kadang-kadang ga serius kepada pujian yang disampaikan.. > > nobel wrote: > kita pribadilah yang perlu untuk dirubah, bukan instrumen dalam > gereja, bukan ritme lagu, bukan tata cara perbaktian. > > sugih wrote: > sudah jelas bro, saya juga kita semua yang harus dirubah.. saya hanya > menawarkan media aja bro.. media yang dapat membawa anak-anak muda di > gereja kita agar lebih bisa merasakan kehadiran Tuhan di tengah > perbaktian.. kenapa harus ada KPA, kenapa harus ada sekolah sabat, > kenapa harus ada piano dalam gereja? itu adalah media Tuhan berbicara > dalam hati kita.. agar kita lebih bisa merasakan kehadiran-Nya di > tengah-tengah perbaktian.. > > Nobel wrote: > Kalau para orang tua sadar akan ini, maka para orang tua haruslah > memberikan contoh kepada anak2 muda kita ini supaya mereka dapat > memuji Tuhan dengan segenap hati dan segenap akal budinya. Berikanlah > pujian kepada Tuhan dari lubuk hati yang terdalam. May GBU All... > > Sugih wrote: > setuju bro... kadang orang tua yang sering memberikan contoh ga baik.. > sepertinya harus ada sekolah sabat "orang tua" supaya mereka sadar > bahwa mereka adalah contoh untuk orang-orang yang lebih muda.. hehe > > Syalom juga semua... > Regards, Sugih Bastian > > >

