Pak Hari benar, Bu Ani tidak menggunakan kata "peringatan" tetapi intinya
"mengingatkan....." supaya dalam proses perpindahan pegawai DJPb ke unit-unit
eselon I lainnya yg sangat membutuhkan tambahan pegawai diatur sedemikian rupa
sehingga DJPb tidak kehilangan terlalu banyak pegawai2 potensialnya. Saya
sendiri sebenarnya agak heran karena Bu Ani ternyata menangkap sebagian
kekhawatiran kita yang terkait dengan persetujuan secara total (tanpa
saringan?) terhadap permintaan lolos butuh pegawai dari unit-unit eselon I yg
membutuhkannya.
Terus terang saya tidak tahu secara persis berapa jumlah pegawai potensial
DJPb yg diijinkan untuk pindah/keluar (ada yg menggunakan istilah diekspor)
dari DJPb. Tetapi sekretaris Kabag Kepeg sendiri yang (setelah melihat daftar
pegawai yg pindah) mengatakan kepada saya bahwa pegawai2 yg diijinkan keluar
dari DJPb adalah pegawai2 pilihan/handal. Yang saya tahu diantara peg Dit Sist
Perbend yg telah disetujui utk pindah/keluar dari DJPb antara lain adalah Puja
dan Dion (programer MPN), Setyabudi (programer Bendum), Nugroho, Didiek dan
Mardiono (programer SPM/SP2D), dan Puspa (staf saya). Info yg saya terima,
kekhawatiran Dir Sistem Perbend telah direspon secara positip oleh Dirjen dgn
janji akan "menahan" Puja untuk mengamankan MPN.
Pada prinsipnya saya setuju bahwa DJPb seharusnya memberikan sebagian
pegawainya (terbaik dan bukan terbaik) berdasarkan kebutuhan peg DJPb dan
kebutuhan peg unit-unit eselon I lainnya. Dalam berbagai kesempatan saya
mendengar Pak Siswo dan Bu Anandy mengatakan bahwa kita tidak bisa menahan
mereka yang ingin pindah/keluar dari DJPb (walaupun beliau juga menyayangkan
pegawai2 handal yg mengajukan pindah dari DJPb yg dinilainya sbg tdk komit pada
DJPb). Info yg saya terima dari peg setditjen, lamaran yg masuk melalui DJPb
mungkin sekali diseleksi tetapi lamaran yg masuk melalui (yg telah disetujui)
unit eselon I yg membutuhkannya nyaris tidak satupun nama yg ditolak.
Saya kira tidak benar kalau banyak peg handal yg keluar dari DJPb itu berarti
peg DJPb yg tersisa adalah "sampah". Demikian pula, tidak benar bila kita
menilai peg yg keluar dari DJPb sbg tdk komit pada kantor/institusi dan mereka
yg tetap tinggal di DJPb sbg komit pada kantor/institusi. Yg benar, kita
memang akan kehilangan banyak peg handal tetapi masih memiliki cukup banyak peg
handal lainnya yg masih tetap tinggal di DJPb. Kita mungkin telah mengekspor
sebagian pegawai yg tdk komit pada instansi, tetapi kita masih memiliki cukup
banyak peg yg tdk komit pd instansi lainnya yg masih tinggal di DJPb.
Silakan dikoreksi.
salam,
budisan
Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Keempat, peringatan kepada Pak Siswo (Sekditjen) bhw semangat/tekad DJPb
belakangan ini
untuk menjadi unit pengekspor pegawai untuk unit-unit eselon I lainnya
(DJA/DJKN/DJPK/DJPU)
hendaknya tidak akan mengakibatkan pegawai DJPb yg tersisa adalah pegawai
sampah,
karena yg diminta oleh unit eselon I lainnya adalah yg (ter)baik;
mengenai hal yang ke empat, saya tidak mendengar Bu Ani menggunakan kata
"peringatan"
memang DJPB sedang mengalami dilema,
disatu sisi kita sedang meningkatkan sarana IT..
dilain pihak kita kebanyakan pegawai (12 ribu)
namun demikian, dalam beberapa kali kesempatan mendengar sendiri dari pak Siswo
saya tidak pernah mendengar ucapan adanya niatan pak Siswo untuk meng ekspor
pegawai terbaik dari DJPB sehingga yang tersisa adalah pegawai sampah.
saya tidak pernah percaya bahwa pak Siswo akan berbuat seperti itu.
Recent Activity
64
New Members
3
New Photos
2
New Files
Visit Your Group
SPONSORED LINKS
Arizona regional mls
Regional truck driving jobs
Yahoo! Photos
Create your own
Photo Gifts
Y! Messenger
Files to share?
Send up to 1GB of
files in an IM.
Yahoo! Mail
Get on board
You're invited to try
the all-new Mail Beta.
.
---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]