Assalamu'alaikum wr wb luarrr biasa ... salut untuk seluruh anggota milis terutama buat kawan2 lama saya. Sekedar berbagi informasi, dalam rangka reformasi birokrasi depkeu, selain penyusunan SOP dan Uraian Jabatan yg saat ini sedang dilakukan asses n evaluasi atas benchmark masing2 unit, pada bulan Juni 2007 setiap unit eselon 1 diminta untuk menyusun dan menetapkan kode etik dan pola mutasi n karir. Oleh karena itu, ga ada salahnya pemikiran2 yg sempat muncul dlm milis ini dituangkan dalam konsep yg lebih nyata dan disampaikan ke kantor pusat.Insya Allah dengan niatan yg baik akan menghasilkan sesuatu yg baik pula . Semoga momentum semacam ini menjadi awal langkah menuju yg lebih baik bagi kita semua. Amien
Wassalam ----- Original Message ---- From: Acep Hadinata <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Monday, April 23, 2007 9:18:47 PM Subject: Re: [Perbendaharaan List] Perlunya Interview of Leaving (Tulis/Lisan) Assalamualaikum Wr.Wb. Buat teman2 diseluruh penjuru mata angin, salam damai dan perubahan Buat Mas khobir, pliiiis, jangan buka kartu dong, ntar yang baca Kompas jadi tahu deh...Eh mas, aku ngerti pattern sampeyan kalo ngemilist, biasanya pas libur atau weekend yah, luar biasa sibuknya yah...Mudah2an Alloh SWT senantiasa memberikan kemudahan dan kesehatan buat Mas... Mentang2 bedol desa, yang mau bedol desa pun harus diinterview. ..that's great idea...tapi jangan lupakan untuk meng-interview yang kebetulan pingin masuk ke DJPB (loh...kok malah masuk seeh...) Saya jadi inget kasus ketika jaman KPPN masih Kantor Kas Negara (KKN), ketika era pajak tahun 1984 dimulai, mereka butuh banyak pegawai, lantas minta ke DJA...Wah3x, kalo dengar ceritane, katanya banyak yang nangis bombay pindah dari DJA...10 tahun kemudian apa yang terjadi, mereka lebih comfort dengan keadaan sekarang di DJP di banding di DJA... seandainya ada wacana mutasi lintas eselon, bukan hanya eselon I dan II seperti saat ini tapi juga untuk eselon III dan Eselon IV, wah saya kira seru bangeet...Masing2 akan membawa wacana baru bagi kantor dan seksinya masing-masing. ..kepala seksi di DJP tahu-tahu pindah ke DJPB, dia bisa mendeteksi SPMKP yang bodong dan banyak palsunya...Kenapa tidak? CHANGE...Nah bisa kita bayangkan seandainya hal itu diterapkan, maka fit & proper test bisa diterapkan.. .Interview bagi yang leaving dan coming juga bisa menjadi basis data penelitian tentang perilaku (behavior) SDM-SDM di lingkungan Dep. Keuangan...Hal itu bisa dimulai dari pertanyaan tentang motivasi dan sebagainya seperti yang disampaikan mas khobir...Kondisi riel organisasi yang akan kita masuki, kondisi idealnya, bagaimana langkah2 mencapai kondisi ideal versi kita dsb... Wacana intervieuw sebaiknya diadakan secara berkala, semacam evaluasi motivasi secara berkala, bisa melalui essai singkat dua halaman atau mengisi soal psikologi sederhana yang terstruktur sehingga motivasi dan kondisi psikologis setiap pegawai dapat diketahui setiap waktu...Nggak sulit kok, kanwil bisa dilibatkan, rekap-rekap dari kanwil-kanwil akan manjadi database kantor pusat dan database ini bisa digunakan untuk banyak hal...bisa aja suatu saat nanti ketika kompetensi bisa jadi ukuran seseorang menduduki jabatan (dan tentu saja memenuhi syarat pangkat) database tersebut bisa digunakan... Soal reog...sebenarnya dengan banyak nya pegawai yang hijrah ke Ditjen lain, Pemda, bahkan swasta sekalipun akan membuat DJPB memiliki networking yang lebih luas...Kalo networking ini bisa bersinergi menghasilkan perubahan, wowwww, luar biasa effectnya..Ada banyak orang-orang yang sudah pernah ditempa di DJPB yang (rata2) memilki pengalaman komprehensif dalam menghadapi satker atau masyarakat dari berbagai daerah, suku bangsa, lagak ragam dsb...Bukankah dimanapun kita berkarya entah PNS atau swasta, kita pasti akan selalu berinteraksi dengan masyarakat.. . Selain itu tentu saja, sebaran pegawai yang merata bagi setiap instansi akan menciptakan kondisi efisien dan efektif, itu salah satu tujuan yang ingin dicapai dari pembentukan KPPN Prima, Filial, Integrasi dengan ICT dsb...(koreksi kalo salah) Buat zombi_bos dan mas Joko Santosa, rata2 yang sudah sepuluh tahunan kerja di DJPB biasanya sudah tiga atau empat kali pindah...Apa hikmah yang bisa didapat? Rata2 pegawai DJPB bisa jadi investment analyst loh, bagaimana tidak, wong setiap waktu di force untuk mengelola ketidakpastian. ..managing uncertainty circumstances. ..Maaf, ini cuma bahasa saya aja..But, life is choice..hidup itu pilihan..Saya pun berpikiran seperti itu, jadi kalau sudah mentok nggak bisa pindah2 juga, mungkin saya akan menghabiskan masa ikatan dinas, trus buka warung kelontong atau warung makan di dekat rumah, yang penting dekat dengan isteri dan anak...Momen2 anak tumbuh dewasa nggak bisa digantikan dengan apapun...Pengalaman pribadi saya juga seperti itu, dimana sejak tahun 1986 sd 1993 saya tidak pernah merasakan sosok ayah dikeluarga saya...Ketika tahun 1993 ayah saya cuti...beliau meninggal dunia di tempat beliau dilahirkan.. .Cianjur Selatan...Hikmahnya , saya nggak ingin anak saya kehilangan sosok ayah seperti saya dulu, dan saya punya tanggungjawab untuk mewujudkan itu dengan : menjalani ikatan dinas atau keluar dari PNS (tapi bayar ganti rugi dulu)...that' s two fixed option that we have to face through... Buat nurman, semangat dan darah muda anda luar biasa...mudah2an semua enerji yang anda miliki bisa jadi modal positif buat lingkungan sekitar...Tapi yang dikasih uang oleh satker (baik minta atau dikasih) juga punya argumen masing-masing, nggak bakal ketemu dua pandangan itu kalo disatukan... anyway, anda akan tetap wangi seandainya tetap konsisten memberikan contoh, tidak berpraduga jelek sama yang 'kebetulan' menerima uang (mungkin dia sumbang ke masjid, panti asuhan dsb who knows...) dan tidak cerita kemana-mana kalau anda tidak mau menerima uang (takut riya, bukan apa-apa) ...........Kalo nggak salah (mohon koreksi) di surat Al-anam, ada ayat yang artinya kurang lebih seperti ini...dan Alloh SWT tidak suka akan orang-orang yang membangga-banggakan diri... Mudah2an ada hikmahnya... Wassalamualaikum Wr.Wb. moch kobir <[EMAIL PROTECTED] com.au> wrote: Yth. Pak Hari Utama Ribawa dan Pak Budi Santoso beserta seluruh rekan milist lainnya.. 1. Perlunya Interview of Leaving. Menindaklanjuti kebijakan bebas migrasi (jika ada) ke instansi lain, ada baiknya sebelum mereka benar-benar pergi, diberikan Interview of Leaving (tulis dan lisan) yang antara lain berformat sbb.: Mengapa Anda ingin pindah? Bagaimana pendapat Anda tentang kondisi kerja dan kepemimpinan di DJPB? Masukan apa yang bisa Anda berikan untuk kemajuan DJPB? Apakah Anda masih bersedia bekerja di DJPB?, dsb. Jujur saja, selama ini, pegawai belum punya saluran untuk menumpahkan hati dan pikirannya (kecuali lewat milist ini, atau paling banter disuruh KK yang berpikir maju. Sekalinya mengungkapkan, pas sudah mau pindah, agak telat juga...). Kebiasaan Interview of Leaving ini biasa berlaku di Australia, karena saya pernah mengintip berkasnya. Hal ini akan bermanfaat bagi pegawai yang akan pindah dan baik buat organisasi karena mendapat masukan dari mereka. Kemungkinan "ketlisut" lebih kecil...Kita bisa mengetahui dan menilai motivasi terdalam mereka. Boleh jadi, ada sebagian dari yang pindah (baik melamar atau dilamar) masih cinta DJPB. Mungkin, mereka sekedar "unjuk gigi" karena "unjuk prestasi" tak kunjung diminati, atau ada alasan yang sangat unik. "Saya sangat mencintai DJPB, tetapi mengapa saya tak pernah merasa dicintai oleh DJPB?," begitu desah teman saya. Juga ada yang bilang, "sebenarnya, sulit bagi saya memulai mimpi dari awal di tempat baru". Kalau alasan Mbak Puspa misalnya, ingin lebih dekat dengan keluarga, bisa bekerja dari rumah, tidak dituntut overtime almost everyday karena bisa dikerjakan online dari rumah, atau Mas Dion dan Pujo, ingin penyegaran di struktural, tidak terus ditekan atas kekurangan programmnya, perlu bantuan tenaga baru, dsb yang bargain-nya masih masuk akal, ya tidak perlu gengsi memenuhi keinginan mereka. Biasanya, orang-orang handal ini bisa diajak bicara, meskipun juga cukup sulit mengungkapkan keinginannya karena mereka biasa bekerja dengan karya tanpa kata. Namun, diam tak berarti tak ada apa, harus tetap diperhatikan. Bahkan, banyak orang handal yang "dilamar" dan "disunting" orang lain, misalnya Pak M (Eselon I) di tempat lain minta si "X". Si "X" di mana saja OK (kalau handal dimana juga tetap handal). DJPB tidak perlu ewuh pakewuh untuk menolak permintaan Pak M (Eselon I) jika alasannya amat penting, dengan catatan si "X" di mana saja gak masalah. Kalau si "X" pilih Pak M, ya harus legowo. Kalau alasannya "sangat masuk akal dan manusiawi" untuk pindah instansi, atau sudah "patah arang" , atau "berhenti berharap" dengan DJPB ya harus dilepas, kalau tidak akan "nggandoli" jalannya organisasi. Masih banyak Puspa2, Dion2 dan Pujo2 yang lain. Lebih "worth it" rasanya jika kita bisa bekerja dengan hati. Apalah nilainya, jika pikiran di tempat lain, tetapi fisik di DJPB, atau pikiran di DJPB tetapi fisik di tempat lain. Namun yang harus digarisbawahi, tidak boleh ada stigma atau black list kepada mereka sebagai tidak komit dan sebagainya. Pegawai juga manusia, pimpinan juga manusia, seharusnya bisa diajak berbicara dari hati ke hati... Jadi, untuk kloter berikutnya, sebaiknya ada Interview of Leaving (tulis/lisan) , dengan tidak mengurangi nilai kebebasan dan transparansinya. ..biar tidak ketlisut lagi untuk yang berikutnya.. . Demikian dulu saran yang semoga tidak sumbang. Salah khilaf mohon maaf. Salam hangat, Kobir Send instant messages to your online friends http://au.messenger .yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------ --------- --------- --- Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell? Check outnew cars at Yahoo! Autos. [Non-text portions of this message have been removed] <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a { text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc { background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o {font-size:0;} .MsoNormal { margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq {margin:4;} --> __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com [Non-text portions of this message have been removed]
