aku setuju bang, coba deh bang moudy yang bikin tulisan yg baik
berstruktur tentang hal hal ini, yang dikirim resmi ke sekditjen, om
moudy kan orang pinter pasti didengerin, kalo orang bodoh di tempat
terpelosok kaya saya ini manalah ditanggepin, kalo kita cuap cuap
dimilist ini cuma ajang rekreasi aja deh kayaknya, gimana om om kita
yg pinter2 ini Om kobir, om acep, bang moudy,pak hari, pak budi dan
banyak lagi bertindak nyata kasih masukan ke jakarta sana, itu sih
kalo emang iya cinta sama  DJPBN, kalo udah di comfort zone n males
ngurusin ya terserah dehh.  oke ditunggu beritanya...  

zamzam

--- In [email protected], Hermawan Moudy
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Assalamualaikum,
> 
> Bicara mutasi.. udah banyak yg bahas. kebusukan? itu
> memang ada, tapi gak semua apel -dalam keranjang
> DJPBN-  busuk, cuma karena jumlah dan kondisi busuknya
> yang membuat PR kita jadi banyak. Interview of
> leaving? good idea buat reog tahap selanjutnya
> (mudah2an ada). Jadi saya pilih sudut tembak yang lain
> (meminjam istilah pak Zainal Abdidin) untuk sharing,
> yaitu reorganisasi.
> 
> Seperti kata pak junas, kayaknya bos2 penggagas
> reorganisasi dan temen2 di milis punya ide-ide
> brillian untuk kemajuan DJPBN. Tapi kita punya masalah
> yang selalu membebani kaki kita untuk maju yaitu
> jumlah pegawai yang berlebihan. Saya bertanya2
> sendiri, kira2 bos2 kita sudah merundingkan masalah
> ini di level eselon I (kali aja DJP mau nampung, he..
> he..) atau di level nasional (Kali aja departemen lain
> atau Pemda mau nampung), ketiga apakah sudah ada
> exercise biaya yang harus dikeluarkan untuk opsi
> pensiun dini. 
> 
> Pertanyaan saya apakah ketiga kemungkinan itu (dan
> masih banyak lainnya) sudah dibicarakan atau bos2 kita
> simpen sendiri masalah itu, sehingga bu menteri atau
> pak SBY tidak tahu ada masalah kelebihan pegawai di
> DJPBN. Saya berpikir seperti itu soalnya dari dua kali
> reorganisasi, pekerjaan berkurang tapi struktur (dan
> jumlah kantor) tetap atau malah mekar. Contoh yang
> paling saya tau, Dit.PA dan Bid.PA itu paling repot
> mencari waktu kerjanya, bisa-bisa sebulan penuh nggak
> ngapa-ngapain, tapi koq malah nambah jadi PA V dan
> Bid.PA I dan II masih exist. Sepertinya struktur itu
> sengaja dibuat sebagai jalan keluar mengatasi
> kelebihan pegawai.
> 
> Kira-kira fair nggak yah untuk para pegawai senior,
> kalo kita mengembangkan sistem kompetisi untuk
> menyeleksi pegawai yang benar2 dibutuhkan DJPBN
> (sesuai jumlah ideal). Kasian juga sih, tapi banyak
> koq yang senior dan pinter2 (pak Hari, pak Budisan dan
> masih banyak lagi). Soalnya kalo nunggu seleksi alam
> akan terlalu lama membebani kaki DJPBN untuk maju.
> 
> Soal kebebasan berpendapat di milis ini saya setuju,
> toh ada moderatornya yang bijaksana menentukan suatu
> tulisan "keterlaluan" atau tidak (menurut pak jamur
> kuping.red). Selain itu milis ini punya katalis
> seperti pak Hari, pak Budisan, pak Kobir dll, yang
> komentarnya selalu bijak dan menyejukkan.
> So, speak freely. mumpung masih dikasih umur.
> 
> best rgds,
> Moudy
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>


Kirim email ke