Wah, cuma KPPN Prima yah??Trus Kanwil prima ga ada yah?Apa ga timbul 
permasalahan, misalnya KPPN Prima merasa arogan karena gajinya jauh melebihi 
pegawai kanwil, ato kanwil yang merasa lebih arogan karena KPPN berada di 
wilayah kerjanya?Ato jangan2 cuma ikut2an Ditjen Pajak karean di pajak ada KPP 
Modern sehingga biar ga terkesan "membajak" maka pake nama KPPN Prima? Jadi 
bingung nih

 
 amirsyahya <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  KPPN  
PRIMA
  
  Kabar mengenai akan dibentuknya KPPN Prima telah membuat warga DJPBN 
  merasa gembira dan harap-harap cemas. Gembira karena dengan 
  dibentuknya KPPN Prima ada harapan akan diikuti dengan pemberian 
  tunjangan khusus yang benar-benar lebih dari cukup, dan harap-harap 
  cemas karena mengetahui bahwa dalam waktu dekat tidak semua KPPN 
  menjadi KPPN Prima sehingga timbul pertanyaan bagaimana rekrutmen SDM 
  bagi KPPN Prima percobaan? Apakah melalui serangkaian tes kompetensi 
  dan keahlian seperti yang diterapkan pada KPP Modern di Ditjen Pajak 
  ataukah melalui rekrutmen “siluman”, KKN, sajen, pedekate dan 
  sebagainya yang tentu saja sudah sangat familiar di kalangan warga 
  DJPBN:)
  
  Terlepas dari hal-hal di atas saya mencoba berhayal bagaimanakah KPPN 
  Prima nantinya. Berikut hayalan itu:
  Struktur KPPN Modern
   
  Struktur KPPN tidak perlu banyak berubah, yang perlu diubah mungkin 
  hanyalah Seksi Bank Persepsi di gabungkan dengan Seksi Bank dan Giro 
  Pos, dengan pemisahan tugas masing-masing di level Koordinator 
  Pelaksana. Hal ini demi efektifitas dan efisiensi kerja KPPN. Seksi-
  seksi lainnya tetap yaitu sub bagian umum, dua seksi perbendaharaan 
  dan seksi vera. Yang perlu ditambah adalah Account Representatif 
  (Konsultan) dan seksi TI/data base. Seksi TI dan data base berisi 
  personel yang ahli dibidang TI dan Data Base baik hardware maupun 
  software untuk memantau TI yang dipakai operasional KPPN dan bergerak 
  cepat jika mencurigai adanya aktivitas yang akan menjadi kendala 
  seperti virus/hacker dan sejenisnya serta kerusakan-kerusakan 
  lainnya. Alternatif lainnya adalah dengan menempatkan jabatan 
  fungsional TI dan Data Base. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah 
  personel di masing-masing seksi disesuaikan dengan beban kerja yang 
  telah dihitung secara cermat hingga tidak menciptakan pengangguran 
  terselubung yang digaji besar oleh rakyat.
  
  Account Representatif (Konsultan)
   Selain memudahkan pencairan dana APBN, ada satu fungsi 
  penting yang diemban KPPN yang kelihatannya dianaktirikan atau 
  dikesampingkan. Fungsi itu adalah sebagai pembina/asistensi bagi 
  satker-satker di daerah dan pemda dalam rangka penerapan sistem 
  akuntansi pemerintah (SAP) sesuai dengan standar akuntansi pemerintah 
  yang ditetapkan dalam PP No.24/2005. Fungsi AR hendaknya dipisahkan 
  dari seksi Vera di KPPN dan bidang Aklap di Kanwil yang tugasnya 
  lebih berkonsentrasi pada penyelesaian laporan rutin/periodik. 
  Personil yang menjadi AR harus mempunyai kompetensi pemahaman 
  akuntansi pemerintah khususnya standar akuntansi pemerintah, software 
  dan mekanisme pencairan APBN. Singkatnya yang menjadi AR sebisa 
  mungkin pegawai yang memahami tugas2 di seksi perbendaharaan dan 
  seksi vera. Fungsi ini sangat penting karena dapat memperlancar tugas 
  Departemen Keuangan dalam rangka membuat laporan keuangan pemerintah 
  (Neraca, Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas, Catatan atas 
  laporan keuangan). Dengan adanya tenaga AR ini diharapkan kedepan 
  dalam waktu dekat laporan keuangan pemerintah tidak lagi diberikan 
  opini disclaimer oleh BPK.
  
  Tata Cara Kerja
    Yang harus diubah drastis cara kerjanya adalah seksi 
  perbendaharaan karena merupakan ujung tombak pelayanan. Seksi-seksi 
  lainnya harus disesuaikan dalam rangka mewujudkan aparat pemerintah 
  yang profesional dan melayani yang bekerja secara efektif dan efisien.
  
   Seksi perbendaraan yang selama ini beban kerjanya dibagi 
  berdasarkan departemen/lembaga diubah total. Setiap seksi 
  perbendaharaan dengan segenap personil yang telah disesuaikan dengan 
  kebutuhan berdasarkan beban kerja KPPN harus siap stand by setiap 
  saat untuk melayani setiap Bendaharawan dalam rangka pelaksanaan 
  APBN. Tidak perduli dari departemen apa, satker mana, belanja apa,  
  setiap ada bendaharawan yang akan memproses SPM menjadi SP2D maka 
  akan dilayani oleh setiap pegawai yang sedang “off” (tidak sedang 
  melayani) sehingga setiap pegawai mempunyai kesempatan yang sama 
  untuk melayani. Hal ini berbeda dengan cara kerja sebelumnya yang 
  dibagi per satker/departemen yang konsekwensinya setiap hari ada 
  pegawai yang sangat sibuk melayani satker dan di sisi lain ada yang 
  tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali karena satkernya tidak 
  mengajukan SPM. Setiap pekerjaan mempunyai standar waktu masing-
  masing berdasarkan tingkat kesulitan dan kerumitannya. Kepala seksi 
  dibantu korlak bertugas mendistribusikan pekerjaan sehingga terjadi 
  pemerataan beban kerja dan setiap pegawai dapat bekerja secara 
  efektif dan efisien dan kalau perlu sesuai dengan target (setiap 
  pegawai beberapa SP2D per hari). SPM yang masuk dibatasi waktunya 
  sehingga dapat dipisahkan beban kerja hari ini dan hari berikutnya.
  
   Tata cara kerja seperti ini membutuhkan persyaratan sebagai 
  berikut:
  SDM handal dan kompeten
   Setiap pegawai KPPN Prima harus mengerti dan memahami tata 
  cara pencairan dana semua Departemen/Satker yang menjadi beban kerja 
  KPPN, demikian juga dengan tata cara kerja diseksi lainnya. Jadi 
  tidak ada lagi pegawai KPPN dengan pengetahuan yang setengah-
  setengah/tanggung, misalnya hanya ahli menangani Satker Departemen PU 
  tetapi kalang kabut ketika menangani Satker Departemen Luar Negeri, 
  atau ahli menangani SPM gaji/rutin tetapi kalang kabut menangani SPM 
  Belanja Modal ataupun pinjaman luar negeri - vice versa. Hal ini akan 
  memberi pengaruh positif bagi pegawai KPPN untuk terus mengupgrade 
  pengetahuannya sehingga terjadi persaingan yang sehat dalam 
  melaksanakan tugas. Pegawai-pegawai yang malas, pilih-pilih, 
  tanggung, tidak berkualitas dan tidak memiliki kompetensi tidak akan 
  dapat bekerja dengan baik meskipun bergelar SE, MM, MSc dan 
  sebagainya:) 
  
  Mutasi internal secara berkala
   Karena penghasilan pegawai semuanya sama dan lebih dari 
  cukup, maka tidak ada alasan logis untuk menghindari terjadinya 
  mutasi. Mutasi harus dilakukan secara berkala (2-3 tahun sekali) 
  dalam rangka menjaga integritas dan memelihara pengetahuan pegawai 
  terhadap semua pekerjaan di setiap seksi KPPN. Semua pegawai 
  seoptimal mungkin pernah merasakan bekerja di seksi yang berbeda. Dan 
  bila menolak mutasi ke seksi lain, yang bersangkutan dimutasikan ke 
  luar KPPN Prima (ke unit yang tidak memiliki tunjangan khusus).
  
  Teknologi Informasi dan Data Base 
   Syarat utama berjalannya KPPN Prima adalah tersedianya 
  dukungan TI dan Data Base yang handal, baik SDM, hardware maupun 
  software. Dengan dukungan TI dan Data Base ini setiap informasi 
  (Peraturan, juklak, juknis, SE, dsb.) yang dibutuhkan pegawai dalam 
  rangka menyelesaikan tugasnya dapat diperoleh dan diakses dengan 
  cepat.
  
  Gugus Kendali Mutu
   KPPN Prima harus mempunyai mekanisme yang efektif dalam 
  menginformasikan perkembangan terbaru yang berkaitan dengan tugas dan 
  pekerjaan KPPN. Selain itu harus dibuka peluang bagi setiap pegawai 
  KPPN Prima untuk memberikan ide, saran, gagasan, terobosan atau 
  apapun namanya yang dapat membantu kelancaran tugas-tugas dan 
  pekerjaan dalam rangka melayani klien. Jaman dahulu pernah ada 
  kegiatan “GKM” (gugus kendali mutu) untuk mengupdate pengetahuan 
  karena adanya mekanisme/peraturan baru. Mungkin hal semacam ini perlu 
  dibangkitkan kembali secara berkala.
  
  Evaluasi serta reward & punishment
   Harus disusun kode etik pegawai serta standar dan pedoman 
  evaluasi kinerja bagi setiap pegawai KPPN Prima. Berdasarkan standar 
  dan pedoman tersebut setiap pegawai dapat dinilai kinerjanya secara 
  fair dan terbuka (transparan) dalam waktu tertentu agar dapat 
  ditentukan apakah akan diberikan reward ataupun punishment. Diberikan 
  reward bila kinerja baik, sesuai target apalagi melebihi target.. 
  Reward dapat berupa plakat pegawai terbaik, kesempatan utama diklat, 
  kenaikan angka kredit, hingga usulan kenaikan pangkat istimewa 
  ataupun rekomendasi/catatan khusus untuk mendapatkan peluang utama 
  untuk suatu jabatan (korlak, kepala seksi ataupun kepala kantor). 
  Punishment dapat berupa teguran, mutasi keluar KPPN Prima, hingga 
  hukuman berat lainnya sesuai peraturan kepegawaian yang berlaku.
  
  Mekanisme Feed Back
   Diperlukan suatu mekanisme yang memungkinkan aparat pengawas 
  di luar KPPN Prima mendeteksi suatu ketidakberesan yang terjadi 
  walaupun ditutupi oleh internal KPPN Prima. Salah satu contohnya 
  adalah seperti yang diterapkan di KPK, dengan memeriksa setiap 
  pengaduan yang masuk meskipun tidak disertai nama dan identitas 
  pelapor (surat kaleng) serta membuat berita acara pengaduan dan 
  tindak lanjutnya yang dapat diketahui, diakses ataupun dilaporkan 
  kepada publik secara berkala (transparant).
  
  Sekian dulu hayalan saya tentang KPPN Prima. Dan mudah-mudahan 
  hayalan ini bukan cuma mimpi sehingga harapan agar DJPBN menjadi 
  instansi membanggakan dan dibanggakan dengan mengedepankan 
  profesionalisme, pelayanan dan good governance.
  
  Apa teman-teman yang lain punya hayalan dan mimpi yang sama atau ada 
  hayalan dan mimpi yang lain? Coba di sharing, siapa tahu ada malaikat 
  yang mendengarkan dan bisa menjadi masukan:)
  
  
      
                        
 
 __________________________________________________
 Do You Yahoo!?
 Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
 http://mail.yahoo.com 
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       

 
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke