Waalaikumsalam Wr.Wb.
salam suejuk

maaf kang acep, saya tidak mengatakan bahwa bea ekstra itu dianggarkan
di kontrak, tp dikalkulasikan. saya memang blm ahli meneliti kontrak,
tp spengetahuan saya bahwa dlm kontrak ada yg namanya eligible cost
dan ineligible cost. jd by ekstra ini jelas ineligible cost dan pasti
jg diluar apbn. meskipun tdk mnutup kmungkinan by ini akan diselipkan
dlm kontrak. bisa aja mengurangi margin keuntungan ato yg lainnya
(sapa yg tahu?). klo pnyambutan rekanan dgn senyum manis/pahit, ini yg
kta benahi sama2 (mulai dari diri sendiri).

mengenai adanya pergeseran pelayanan jasa publik, saya jg masih
mikirin itu. tp apa kta jg mempermasalahkan jasa pengiriman surat yg 
biasa, kilat, dan kilat khusus dan jembatan suramadu.

spengetahuan saya dr ide yg ptama dlontarkan, bhw penerimaan jasa ini
akan di sharing sbg penerimaan negara dan kesejahteraan pegawai. jd ga
smua buat diri sendiri, tp juga buat masyarakat (iya khan).

masalah tagihan listrik, air dan pam. silahkan yg ahli d
perbendaharaan, ini kesempatan anda menunjukkan kesaktian ;-) tp masa
sih tagihan ini pk jasa kilat, rasanya sudah ada aturannya (maklum ya
saya blm pernah di perbend). 

saya blm bisa mengatakan setuju/tidak setuju dgn ide ini, karna masih
menunggu pandangan dari fraksi2 (heee kaya lagi sidang)

monggo fraksi a, fraksi b, fraksi c



Kirim email ke