secara pribadi saya sangat setuju dengan yondi, Tetapi disini melihat dari segi intern Ditjen PBN... (Walaupun tidak disangkal kppn prima,, seperti juga kpp khusus tidak mencerminkan "keadilan Rakayt" ) meski saya ikut rekruitmen kppn prima, dengan tujuan perubahan sistem kerja kppn yang sebelumnya dicampuri dengan timbal balik "amplop" menuju kppn yang profesional dalam pelayanan.. tetapi menurut saya sebenarnya kppn prima dibentuk karena para pengambil keputusan ingin segera dalam waktu singkat mengubah paradigma lama (ganti nama kpkn mjd kppn, gagal juga)... dengan kppn prima, hal ini cenderung bukan mengubah sistem,tetapi hanya memisahkan/ lari dari kenyataan sistem lama,tetapi tidak dapat dipungkiri kppn prima maupun bukan prima adalah satu kesatuan,, sehingga apabila nanti terbentuk kppn prima,apakah tidak akan ada kesenjangan dan mungkin berpotensi ketidakbersamaan dan terjadinya unkoordinasi antar kppn dalam satu kanwil... Saya kira lebih baik kita berubah secara bersama-sama dengan perubahan sistem menuju paradigma baru,, sesuai reformasi... ( kalo ditanya bagaimana formulanya.. jujur aja saya tdk tau..he,he ) paling kalo pelaksana kayak sy, minimal dengna merubah diri sendiri" Ya mudah-mudahan para pembuat kebijakan dapat memberikan formula kebijakan yang adil buat seluruh kppn dan rakyat indonesia.. Merdeka!!!!!
--- In [email protected], "yondi_l" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Sayang.. berteguhlah pada janji ! > Janji bersama di depan sidang PPKI bahwa di tahun 45 itu kita > menyatakan diri ingin hidup bersama dan membangun kebersamaan. > Ya ! bukankah kita mengalami senasib sepenanggungan dan tak ingin lagi > dicerai-beraikan, betapa pahit getir telah kita lewati bersama. > Rumah Indonesia yang dibangun dengan darah dan air mata para pendahulu > kita kini mengkhawatirkan keselamatan jiwa anak bangsa buah cinta > kita. Atapnya bocor, dindingnya retak, dan pondasinya oleng. > Sayang.. berteguhlah pada janji ! > Rumah Indonesia yang dibangun dari pondasi Pancasila dan UUD 1945, > direkatkan dengan semen kebhinekaan dan diatapi oleh relijiusitas dulu > telah membuat kita optimis untuk menatap masa depan. > Sayang.. berteguhlah pada janji ! > Perselingkuhanmu pada "KPPN Prima" membuat keadilan sulit ditegakkan > Keadailan pada mereka yang kesulitan mendapat bahan pokok yang murah > dan terjangkau. > Keadilan pada mereka yang mengharapkan pelayanan kesehatan, > pendidikan. Perumahan yang layak > Sayang.. berteguhlah pada janji ! > Kita kini masih banyak mengalami pengangguran, busung lapar, sekolah > rusak., penyakit menular, bencana alam, perdagangan manusia > (perbudakan modern), narkoba, saling bunuh sesama anak bangsa di > tingkat bawah, dan tentu kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan > yang selalu melekat. > Sayang.. berteguhlah pada janji ! > Perselingkuhanmu pada KPPN Prima membuat rakyat semakin sulit dan tak > menyentuh langsung kepentingan mereka. Kata-kata reformasi, demokrasi > keadilan dan pelayanan prima yang kau ucapkan adalah untuk menutupi > bahwa kau selingkuh demi keserakahan dan nafsu duniawimu. > Sayang.. berteguhlah pada janji ! > Aku masih ingin tetap bersamamu memperbaharui janji kita dengan > optimisme demi masa depan anak bangsa ini yang lebih adil sejahtera, > damai dan dihargai bangsa-bangsa lain. > > "Perselingkuah dan pengkhianatan pada janji memang begitu menyakitkan" > Beureun Aceh Utara 1988 >
