Waktu tahu ada tes KPPN Prima/percontohan, saya setengah apatis dan ragu2, apa iya sih ada? Kan selama ini gak pernah ada tes-tes untuk rekrutmen apapun kecuali beasiswa internal (yang juga saya ragukan independensinya). Karena saya penasaran, saya memaksakan diri untuk ikut, seperti apa sih tes nya? Saya pun tidak berharap banyak untuk lulus, mungkin karena masih apatis atau hanya coba-coba saja.
Begitu masuk ruangan tes integritas, yang tersedia hanya kursi kondangan, tanpa meja yang menyatu ataupun meja yang terpisah. Saya pun semakin penasaran, tesnya seperti apa sih? Saat tes, saya melihat panitia tampaknya masih "kagok", mereka tampak mempelajari dulu apa yang harus dilakukan untuk tes-tes tersebut. Penjelasan/petunjuk/instruksi yang diberikan pun kadang kurang jelas sehingga beberapa peserta tampak kebingungan. Karena materi tes yang diberikan kebetulan sudah pernah saya alami dalam tes potensi rekrutmen KPK (mungkin karena konsultannya sama2 UI??) saya kerjakan saja tanpa beban, yang bisa ya bisa, yang lewat ya lewat, yang gak selesai ya gak selesai. Apalagi suara ponsel peserta di dekat saya terus berbunyi yang mengganggu konsentrasi. So tidak heran kalo saya pasti GAK LULUS:) Yang jelas saya surprise bahwa materi tes kppn prima benar2 serius dan saya angkat semua jempol yang saya punya untuk itu. Yang saya harapkan adalah perbaikan untuk tes berikutnya, misalnya adalah disediakan MEJA untuk mengerjakan soal, jarak peserta diperlebar, HP yang dimatikan, intruksi yang jelas dan efektif. Untuk yang terakhir, misalnya untuk tes menghitung keatas, instruksinya gak perlu ada dua (kalo gak salah): "STOP" dan "Mulai", cukup "PINDAH" atau "Next" atau "ketukan meja". Dan terakhir, adakan Tes Integritas untuk para pejabat, karena mereka yang mengambil keputusan atas nama DJPBN or Menteri Keuangan. Pengalaman saya, ada beberapa pejabat yang ikut semacam Tes untuk jadi pejabat lebih tinggi dan gak lulus + nilainya rendah, eh anehnya mereka tetep jadi pejabat yang lebih tinggi. Seharusnya mereka yang jadi pejabat bisa dibanggakan, diandalkan, digugu dan ditiru tentu saja nilai2 moralitas, kompetensi n profesionalitasnya. Kapan ya jadi Mayoritas??? I hope soon! Just 4 fun:)
