--- In [email protected], "amirsyahya"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Waktu tahu ada tes KPPN Prima/percontohan, saya setengah apatis dan 
> ragu2, apa iya sih ada? Kan selama ini gak pernah ada tes-tes untuk 
> rekrutmen apapun kecuali beasiswa internal (yang juga saya ragukan 
> independensinya). Karena saya penasaran, saya memaksakan diri untuk 
> ikut, seperti apa sih tes nya? Saya pun tidak berharap banyak untuk 
> lulus, mungkin karena masih apatis atau hanya coba-coba saja.
> 
> Begitu masuk ruangan tes integritas, yang tersedia hanya kursi 
> kondangan, tanpa meja yang menyatu ataupun meja yang terpisah. Saya 
> pun semakin penasaran, tesnya seperti apa sih?
> 
> Saat tes, saya melihat panitia tampaknya masih "kagok", mereka tampak 
> mempelajari dulu apa yang harus dilakukan untuk tes-tes tersebut. 
> Penjelasan/petunjuk/instruksi yang diberikan pun kadang kurang jelas 
> sehingga beberapa peserta tampak kebingungan.
> 
> Karena materi tes yang diberikan kebetulan sudah pernah saya alami 
> dalam tes potensi rekrutmen KPK (mungkin karena konsultannya sama2 
> UI??) saya kerjakan saja tanpa beban, yang bisa ya bisa, yang lewat 
> ya lewat, yang gak selesai ya gak selesai. Apalagi suara ponsel 
> peserta di dekat saya terus berbunyi yang mengganggu konsentrasi. So 
> tidak heran kalo saya pasti GAK LULUS:)
> 
> Yang jelas saya surprise bahwa materi tes kppn prima benar2 serius 
> dan saya angkat semua jempol yang saya punya untuk itu.
> 
> Yang saya harapkan adalah perbaikan untuk tes berikutnya, misalnya 
> adalah disediakan MEJA untuk mengerjakan soal, jarak peserta 
> diperlebar, HP yang dimatikan, intruksi yang jelas dan efektif. Untuk 
> yang terakhir, misalnya untuk tes menghitung keatas, instruksinya gak 
> perlu ada dua (kalo gak salah): "STOP" dan "Mulai", cukup "PINDAH" 
> atau "Next" atau "ketukan meja".
> 
> Dan terakhir, adakan Tes Integritas untuk para pejabat, karena mereka 
> yang mengambil keputusan atas nama DJPBN or Menteri Keuangan.
> 
> Pengalaman saya, ada beberapa pejabat yang ikut semacam Tes untuk 
> jadi pejabat lebih tinggi dan gak lulus + nilainya rendah, eh anehnya 
> mereka tetep jadi pejabat yang lebih tinggi. 
> 
> Seharusnya mereka yang jadi pejabat bisa dibanggakan, diandalkan, 
> digugu dan ditiru tentu saja nilai2 moralitas, kompetensi n 
> profesionalitasnya.
> 
> Kapan ya jadi Mayoritas???
> I hope soon!
> 
> Just 4 fun:)
>


hehehe...kayanya ga semua pelaksanaan tes kppn prima seperti yang mas
amir alami, saya sendiri tes dengan panitia yang sepertinya sangat
siap sekali, (mereka memahami maksud soal dan siap dengan sarananya)
tapi saya jug kaget kalo tes ini "tidak berhasil" sebagaimana
diharapkan, tp lagi2 masalah 'comfort zone'....lha wong orang2nya
"yang ditunjuk" juga ga tertarik, (males kalo harus pindah...hehehe)

akhirnya "benturan" lagi (kaum elite DJPB yang ingin ngetes integritas
"calon-calon" pgawai yang diharapkan bisa memberi perubahan dengan
pegawai2 yang "ga mau berubah")

saya rasa ga penting pejabat atau tidak pejabat, pelaksana atau
eselon, tua muda, yang terpencil atau di kota kalo memang
integritasnya harus dites (sesuai dengan tujuan organisasi), hadapi
tes tersebut dengan sebaik mungkin, kalo emang baru ikut tes aja ga
serius, berarti integritasnya??? (ga mau menjudge ah...)


"kebiasaan organisasi adalah kebiasaan individu didalamnya"

(deg-degan!!!!!!!!lulus ga ya) 

:)

Kirim email ke