terimakasih mas Prapto.. dan Mas Mufti..
Pertama buat Mas Prapto..
saya sependapat dengan Mas Prapto,
bahwa semua KPPN siap meningkatkan kan kinerja
termasuk yang Tipe B.. tapi ternyata satker nya yang belum siap ya?
kita bersabar dulu Mas Prapto.
tapi apakah boleh kalo boleh saya buatkan analogi dengan Bank..
apakah loket di perbankan memusingkan orang yang tidak siap..
misalkan ada customer yang datang dengan dokumen pencairan yang belum siap..
apakah bank akan pusing.. dan ikut membantu membuatkan customer dokumen itu?
tentu nya tidak akan ambil pusing ya Mas Prapto..
sekali di tolak oleh Bank.. customer itu akan belajar.. bagaimana sih membuat
cek yg benar.. bagaimana sih mengurus pencairan yang benar.. supaya besok besok
tidak di tolak lagi.. mungkin kita boleh bersabar.. kali ini kita sebagai
guru.. sebagai pelayan.. tapi tidak bisa terus terusan kan Mas Prapto..Sekali
di ajari.. mbok ya lain kali sudah bisa buat sendiri.
Sedangkan buat Mas Mufti..
mungkin kita tidak boleh terlalu banyak
memperkirakan kejadian yang akan datang..
biar lah kita lihat sendiri ..
bagaimana kelak reaksi temen temen
yang kemarin lulus test..
dan di tugas kan di KPPN Percontohan.
mudah2an sudah melupakan sawah ladang nya..
Amien..
Prapto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
Ijinkan saya ikut berpendapat, walau saya cuma orang awam yang belum
begitu tau tentang DJPBN bahkan dengan KPPN Percontohannya
Kalau menurut saya semua KPPN akan siat setiap saat untuk meningkatkan
kinerjanya yaitu menyelesaikan TUPOKSInya dengan jangka waktu yang
lebih cepat, namun kendala yang sering dihadapi oleh KPPN terutama
KPPN tipe B yang berhubungan dengan satker2 yang ada didaerah,
kadangkala SPM yang dimasukkan oleh satker terdapat kesalahan yang
mungkin tidak harus terjadi kalau proses pembuatan SPM