Mana nih tanggapan orang pusat, terutama dari dit. PA yang minta data 
ini? Apa mereka ga akur ama Dit SP sehingga merasa perlu menghimpun 
data dari daerah dengan waktu yang terbatas....
Top n salute ama temen2 daerah yang bisa memenuhi deadline permintaan 
data dari Kanpus secara tepat waktu..(Perlu ditambah gradenya tuh...)

--- In [email protected], "veronica_loesiana" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Heeeee....heeeeee.....jadi inget pengalaman kemarin,
> Lagi asy2k bikin LKPP dipanggil boss, katanya ditelp kanpus ADK ma 
> Hardcopy g sama, dan KK ngasih tau cuma "ADK ma Hardcopy g sama", 
> kasie malah nyuruh "Samain ADK dngn Hardcopy". Jadi bingung 
> sendiri??????
> Tanya boss, yg beda apanya?? malah dijawab ADK ma hardcopy (yg oon 
> loesi ato boss ya?)......
> Akhirnya telp kanpus, eeeee....eeeee....tau g jawabnya???
> "Maaf mas, tadi salah cetak laporan"????????
> 
> --- In [email protected], <nugroho_juli@> wrote:
> >
> > setuju mas fridey, disini sudah berapa malam kasie perbend lembur 
> sampe jam 12 malam,
> > sudah berapa aplikasi diutak atik nyari dimana adanya angka yg 
> diminta itu...
> > akhirnya dari laporan manual diketik ulang ama beliau...(maaf, 
mau 
> saya bantuin ga mau)
> > sambil ngetik juga sambil "mengkritik" permintaan pusat yang 
tidak 
> masuk akal
> > sudah gitu malam tgl 2 agustus kemaren, tiba2 beliau datang nanya 
> "mas nugi, datanya kok ilang mohon dibantu..."
> > ternyata entah kepencet apa pas mau mindahin data yg dah jadi 
> diketik, ternyata ilang dan dah terlanjur di save
> > alhasil tambah lembur lagi ngetik dr awal
> > sebenarnya diapain sih LKP dan GL yg dikirim tiap hari ke Pusat, 
> kalo kayak gini caranya mending ga usah dikirim aja
> > kenapa tidak koordinasi dg Direktorat lain terlebih dulu, kalo 
> misalnya dlm hal ini Bag Keuangan yg minta, kenapa tidak bersurat 
> terlebih dulu ke DSP atau DPKN untuk minta dibuatin ringkasan 
laporan 
> yg dibutuhkan, saya yakin di DSP atau DPKN ada tenaga2 handal untuk 
> menyaring angka2 yg dibutuhkan dari data yg dikirimkan KPPN seluruh 
> indonesia
> > kalo hal ini masih terjadi, maka saya anggap temen2 di Pusat 
kurang 
> kreatif...(maaf ya anggap ini kritik)
> > 
> > ________________________________
> > 
> > From: [email protected] on behalf of 
> fridey4486_alpha
> > Sent: Sat 04-Aug-07 13:53
> > To: [email protected]
> > Subject: [Perbendaharaan List] Keanehan DJPBN
> > 
> > 
> > 
> > ini saya teruskan postingan dari Forum
> > ----------------------------------------------------------
> > Originally Posted By l300blue
> > 
> > Makin lama Ditjen Perbendaharaan ini makin aneh. 
> > 
> > Tanggal 31 Juli 2007 Dirjen mengeluarkan surat bernomor S-
> > 4441/PB/2007 tentang Penyesuaian Belanja Perjalanan Dinas Tidak 
> > Mengikat TA 2007 yang isinya antara lain memerintahkan KPPN 
seluruh 
> > Indonesia untuk membuat laporan pagu dan realisasi MAK 524119 
> paling 
> > lambat tanggal 2 Agustus 2007. 
> > 
> > Permintaan laporan tersebut aneh. Mengapa saya katakan aneh:
> > 1. KPPN tidak memiliki data pagu MAK 524119, baik softcopy pada 
> > aplikasi SP2D maupun hardcopy pada dokumen DIPA;
> > 2. Meskipun SPM diterbitkan dengan pembebanan MAK, SP2D yang 
> > diterbitkan KPPN mengacu pada BKPK.
> > 
> > Adalah sangat aneh dan mengada-ada bila KPPN meminta satker untuk 
> > menyampaikan data pagu dan realisasi MAK 524119. MAK 524119 hanya 
> > tercantum pada RKAKL/POK satker. Padahal, RKAKL/POK bukan dokumen 
> > dasar pembayaran. 
> > 
> > Di sini saya melihat tidak berfungsinya Direktorat Sistem 
> > Perbendaharaan. Setiap hari KPPN mengirimkan laporan data Bendum 
> dan 
> > Verak ke Komda Perbendaharaan, tapi saat ada laporan selalu KPPN 
> > diminta membuatnya dalam waktu yang sering tidak masuk akal. 
Lalu, 
> > apa tugas direktorat ini?
> > 
> > Di sisi lain laporan MAK 524119 yang dibuat KPPN dijamin tidak 
> > akurat. Mengapa? Proses penyusunan laporan tersebut dibuat secara 
> > manual dan tingkat akurasinya tidak dapat dipercaya sepenuhnya.
> > 
> > Saya sarankan sebelum Kantor Pusat mengeluarkan surat yang isinya 
> > aneh dan kontradiktif, sebaiknya optimalisasikan dulu fungsi-
fungsi 
> > seluruh direktorat yang ada di kantor pusat. Jangan gunakan 
> kekuasaan 
> > untuk menekan KPPN-KPPN. Saya yakin seluruh KPPN (181 kantor) 
akan 
> > melaksanakan apa yang diperintahkan dalam surat tersebut. Tapi, 
> saya 
> > juga yakin tenggat waktu yang diberikan pasti tidak dapat 
> terpenuhi. 
> > Bandingkan bila laporan tersebut disusun oleh 1 unit saja. 
> Bandingkan 
> > juga tingkat akurasi laporan yang disusun oleh 1 unit dan 181 
unit.
> > 
> > Demikian untuk menjadi bahan diskusi.
> > ----------------------------------------------------------
> > 
> > 
> > 
> >  
> > 
> > 
> > [Non-text portions of this message have been removed]
> >
>


Kirim email ke