Salam,

Rekan Irwan terima kasih atas himbauannya. Semoga dengan terpilihnya Pimpinan
Nasional yang baru akan mendatangkan Rahmat Illahi pada Bangsa dan Negara kita.
Semoga kita semua sadar akan hakekat sebagai satu Bangsa, tidak akan ada manusia
manapun di dunia ini yang akan memuliakan Bangsa Indonesia, selain Bangsa
Indonesia sendiri, dan tidak akan mulia seorang anak bansa, dengan menjatuhkan
martabat saudara-saudara sebangsanya.

Wassalam,
Agus

Irwan Ariston Napitupulu wrote:

> Salam Perdamaian,
>
> Rekan Agus, ada baiknya kita tidak membawa2 organisasi agama
> khususnya ke hal2 yg negatif. Hal ini mengingat khan tidak semuanya
> mereka seperti itu. Masih banyak ulama NU yg baik.
>
> Apa yg terjadi 9 bulan terakhir ini, menurut pengamatan saya lebih
> dikarenakan ulah Pak Abdurahman Wahid sendiri. Banyak perubahan
> yg terjadi pada Pak Abdurahman Wahid ini semenjak menjabat sebagai
> presiden khususnya dalam kurun waktu 12 bulan terakhir.
> Kemungkinan hal ini dikarenakan akibat keterbatasan penglihatan
> yang dimilikinya yang tampaknya dimanfaatkan oleh orang2 sekitarnya.
> Apesnya, orang2 sekitar Pak Abdurahman Wahid atau yg lebih kita kenal
> sebagai pembisik Gus Dur ini bukanlah orang2 yang punya visi panjang
> dalam hal kebangsaan. Bisa diperhatikan kebijakan2 yg diambil atau pun
> yg keluar dari mulut Pak Abdurahman Wahid banyak yg nuansanya lebih
> kepada kekerasan atau pun anarkis. Hal ini tidak terlalu mengherankan
> mengingat salah satu kelompok yang dekat dengan beliau saat ini
> adalah kelompok yang memang telah dikenal punya sikap2 keras
> dan cenderung menghalalkan kekerasan yang merusak atau anarkis
> yg dalam pemilu lalu cenderung tidak mendapat simpati dari rakyat
> terbukti dari sedikitnya suara yang mereka dapat. Anehnya, walau
> suara rakyat tidak banyak yg mereka dapat di pemilu kemarin, tapi
> kelompok ini terlihat lebih banyak perannya dalam mempengaruhi
> kebijakan2 presiden. Sungguh sulit bisa diterima akal sehat, seorang
> presiden lebih mendengarkan masukan dari kelompok kecil ketimbang
> kelompok yang lebih luas yg lebih merepresentasikan rakyat Indonesia
> dalam pemilu lalu.
>
> Yang bisa kita harapkan sekarang adalah berharap agar Pak Abdurahman
> Wahid serta para pendukungnya di PKB cepat sadar dan berjiwa ksatria
> untuk menerima keputusan rakyat yang direpresentasikan dalam sidang MPR.
> Jangan dengarkan lagi nasehat2 dari para pembisik yang selama ini jelas2
> sudah menjerumuskan presiden ke situasi yang sulit untuk bisa dipertanggung
> jawabkan.
>
> Dekrit presiden untuk membubarkan atau membekukan MPR/DPR
> adalah suatu hal yang tidak konstitusional dan bertentangan dengan UUD 1945.
> SI MPR adalah suatu hal yang sejalan dengan UUD 1945.
>
> Presiden adalah mandataris MPR. Presiden dipilih oleh MPR, bukan oleh
> rakyat secara langsung. Presiden bertanggung jawab terhadap MPR
> sebagai wakil rakyat yg resmi yang sesuai dengan konstitusi yang berlaku
> di negara kita. MPR punya hak mencabut mandat yang diberikan kepada
> presiden, karena MPR bertanggung jawab langsung kepada rakyat Indonesia
> secara keseluruhan (bukan kepada kelompok2 kecil masyarakat)
> yang kelak ditentukan dalam pemilu mendatang
>
> Khusus kepada TNI maupun Polri, selamat menjalankan tugas
> mengamankan Republik ini dari tindakan2 antidemokrasi dan anarkis
> yg dilakukan oleh sekelompok kecil orang.
>
> jabat erat,
> Irwan Ariston Napitupulu
>
> In a message dated 7/21/01 1:06:15 AM Eastern Daylight Time,
> [EMAIL PROTECTED] writes:
>
> > Semoga orang-orang yang menamakan dirinya ulama-ulama di NU dimanapun
> >  rankingnya (kyai Khos, langitan, dll, MasyaAllah !!! siapa sih yang
> >  memberi predikat ini semua pada mereka???) , sadar akan hakekat
> >  berpegang pada kebenaran sekalipun pahit dalam  mengunkapkannya dan
> >  hendaknya mereka takut kepada Allah dengan tidak menjual agamanya.
> >  Sedangkan kepada pengikut fanatik Adurahman Wahid, tanyailah diri
> >  anda-anda semua, sejauh manakah anda berpegang teguh pada Al-Quran dan
> >  Hadits, adakah sama kuatnya dengan anda berpegang teguh pada kata-kata
> >  Abdurahman Wahid yang belum dijamin Allah akan kebenarannya, adakah sama
> >  semangatnya anda datang ke Masjid memenuhi panggilan Adjan untuk sholat,
> >  dengan (bila ada) pangilan Abdurahman Wahid untuk berhuru-hara.
> >
> >  Semoga Allah membimbing para Wakil Rakyat yang ada di MPR untuk
> >  mengambil tindakan yang seadil-adilnya, dan mengambil keputusan yang
> >  tepat.  Semoga seluruh Angkatan bersenjata tetap mengemban tugasnya
> >  sebagai pemersatu bangsa dan menjaga keamanan bangsa dan negara.
> >
> >  Wassalam,
> >  Agus
> >

Kirim email ke