Salam Perdamaian,
Rekan Agus, saya senang membaca pemikiran anda di bawah ini.
Memang, sudah saatnya kita mengganti pola kita dengan lebih
memikirkan bangsa kita sendiri. Perbedaan2 yang ada hendaknya
tidak perlu terlalu diributkan apalagi sampai ditengkarkan.
Biarlah perbedaan2 yg ada itu justru semakin memperkuat persatuan
dan kesatuan yang ada agar bangsa kita bisa boleh cepat dipulihkan
kondisinya.
Mari kita melangkah bersama dengan tidak lupa pula untuk tetap
bersikap kritis terhadap pemerintahan yg baru. Karena, dengan begitulah
gerakan reformasi tetap bisa berada dalam jalur yang benar.
Bersikap kritis bukan berarti sengaja mengambil sikap selalu berseberangan.
Apa yang baik kita dukung, apa yg tidak baik kita tegur/kritisi.
Yang lebih baik lagi adalah turut memberikan alternatif solusi terhadap
masalah bangsa yang ada saat ini. Hal ini mengingat kita bukan
penonton di tanah air kita, tapi kita adalah pelaku pembangunan itu
sendiri.
Terpilihnya Megawati menjadi presiden menggantikan Abdurahman Wahid
jangan diartikan semua masalah otomatis sudah teratasi dan Indonesia
menjadi makmur kembali. Tidak, tidak ada hal yg otomatis dalam hal ini.
Karena, kemakmuran rakyat adalah suatu hal yang harus diraih, diupayakan,
dikerjakan dengan segenap daya upaya yang kita miliki.
Hal ini akan semakin cepat bisa terpenuhi bila adanya kebersamaan
di antara rakyatnya.
Saya pun berharap kepada Megawati untuk belajar dari pengalaman
selama hampir dua tahun terakhir ini. Jangan lagi mengulangi kesalahan
yg sama seperti yg dilakukan oleh pendahulunya. Jauhkan diri dari
kesombongan dan ketamakan. Bekerjasamalah dengan MPR dan DPR.
Dahulukan kepentingan rakyat kebanyakan di atas kepentingan pribadi
atau kelompok.
Saya pribadi akan membantu dengan penuh pemerintahan Presiden
Megawati sebatas kemampuan yang saya miliki. Saya akan menyerahkan
proposal yang saya miliki yang berisi tentang alternatif2 solusi mengatasi
kemelut ekonomi yang berlangsung selama ini yang selama ini saya
simpan sendiri menunggu sampai terpilihnya pemerintahan yg saya anggap
memenuhi persyaratan dalam proposal tersebut.
jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu
In a message dated 7/23/01 9:11:24 AM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:
> Salam,
>
> Rekan Irwan terima kasih atas himbauannya. Semoga dengan terpilihnya
> Pimpinan
> Nasional yang baru akan mendatangkan Rahmat Illahi pada Bangsa dan Negara
> kita.
> Semoga kita semua sadar akan hakekat sebagai satu Bangsa, tidak akan ada
> manusia
> manapun di dunia ini yang akan memuliakan Bangsa Indonesia, selain Bangsa
> Indonesia sendiri, dan tidak akan mulia seorang anak bansa, dengan
> menjatuhkan
> martabat saudara-saudara sebangsanya.
>
> Wassalam,
> Agus