Betul, Marzukie jujur bicaranya,  cuma sajai apakah juga jujur bila ditaruh 
fulus di depan matanya. hehehe

  ----- Original Message ----- 
  From: [email protected] 
  To: [email protected] 
  Sent: Saturday, September 18, 2010 3:32 PM
  Subject: Re: [proletar] Ketua DPR Dikecam Keras


    
  Hehehe...marzukie alie itu bicara jujur, itulah cerminan hati sesungguhnya 
dari kebanyakan orang islam terhadap kristen dan non muslim lainnya...seorang 
ketua DPR aja bisa bicara begitu, apalagi yg kelas FPI dan sejenisnya...jika 
islamnya terus menerus seperti ini, rasanya gerakan zionis versi indonesia akan 
terjadi, dimana non islam perlahan namun pasti akan berkumpul disatu wilayah yg 
seiman...NKRI akan kembali menjadi sebuah perjuangan...
  -----Original Message-----
  From: "sunny" <[email protected]>
  Sender: [email protected]
  Date: Sat, 18 Sep 2010 12:09:11 
  To: <Undisclosed-Recipient:;><Invalid address>
  Reply-To: [email protected]
  Subject: [proletar] Ketua DPR Dikecam Keras

  Refeleksi: Siapkan payung sebelum hujan. hehehehehe ! Dari pada ribut-ribut 
dan kemudian korban sembelih oleh kaum pandai ilmu gurun pasir, apakah tidak 
sebaiknya solusi antara Pakistan dan India atau Yunani dan Turki diterapkan? 
Apakah cerita gurun pasir dan unta serta korma membawa kebahagian dan 
ketenangan hidup bagi masyarakat? Dimana? Silahkan membodohkan diri dengan 
cerita gurun pasir zaman bahula. hehehe 

  http://suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=24997

  010-09-17 
  Ketua DPR Dikecam Keras


  dok sp
  Hashim Djojohadikusumo



  Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie bahwa di daerah mayoritas Islam jangan 
dibangun gereja menuai kecaman. Pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo 
menyayangkan pernyataan yang dinilainya berpotensi mengancam keutuhan NKRI itu. 
"Apakah benar Ketua DPR menyatakan demikian. Saya pribadi merasa amat 
tersinggung dengan pernyataan seperti itu. Kalau benar, perlu dikecam keras," 
ucap Hashim dalam pesan singkatnya yang diterima SP di Jakarta, Jumat (17/9).


  Menurutnya, bila pola pikir seperti itu yang berlaku, maka nantinya tidak 
tertutup kemungkinan di delapan provinsi dan banyak kabupaten yang mayoritas 
penduduknya non-muslim, masjid tidak boleh dibangun. "Bila itu yang terjadi, 
maka akan hancurlah negara Indonesia," tegasnya. 


  Kecaman serupa dilontarkan tokoh buruh Muchtar Pakpahan. "Saya sangat 
menyayangkan komentar saudara Marzuki Alie yang Ketua DPR RI. Saudara Marzuki 
Alie harus membaca ulang bahwa NKRI lahir dari pluralisme, cita-cita kebangsaan 
dan diikat Pancasila. Lalu pluralisme itu dijamin oleh Pasal 29 UUD 1945 
ditambah Pasal 28E setelah diamandemen," katanya dalam 
website:www.muchtarpakpahan.com. 


  Menurutnya, pernyataan Marzuki sangat membahayakan NKRI. "Bayangkan, bila 
dari Tapanuli Utara, Bali, NTT, Sulawesi Utara, Papua, Maluku, Manado, masjid 
diusir dan di seluruh Jawa gereja diusir. Saya pastikan NKRI akan pecah," kata 
Muchtar seraya meminta Marzuki Alie melihat fakta bahwa di daerah Tapanuli 
masjid bisa berdiri di tengah- tengah daerah yang hampir 100% Kristen, dengan 
tidak berizin. "Kalau pernyataan saudara Marzuki tidak dicabut, NKRI diambang 
pintu perpecahan," tandasnya.


  Terkait dengan itu, tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan, kebebasan 
beragama dan hak menjalankan ibadah dijamin oleh konstitusi. "Negara harus 
menjamin dan mengamankan hak-hak dasar warga negara tersebut. Pengabaian 
hak-hak dasar tersebut merupakan pelanggaran terhadap konstitusi," ujarnya.

  Membantah
  Sementara itu, Marzuki Alie membantah tuduhan bahwa dirinya memberi 
pernyataan di daerah mayoritas muslim tak boleh membangun gereja.Tuduhan itu, 
katanya, adalah fitnah dan ingin mengadudomba dirinya dengan golongan 
masyarakat. "Itu fitnah, saya tidak pernah memberikan pernyataan seperti itu, 
saya akan komplain kepada siapa yang menyebarkan fitnah tersebut," tegasnya 
kepada SP di Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat (17/9) pagi.


  Untuk itu, Marzuki menyatakan telah mengirim SMS kepada Mucthar Pakpahan 
menanyakan tuduhan itu, sekaligus menyatakan komplain bahwa tuduhan tersebut 
tidak benar. Menurutnya, pernyataan yang benar disampaikannya adalah, kalau 
membangun sebuah rumah ibadah hendaknya dilakukan secara proporsional. Kalau 
warga jemaat di daerah/lokasi itu hanya terdapat 100 orang, maka rumah ibadah 
yang akan dibangun di tempat itu juga selayaknya untuk 100 orang saja. [J-11]


  [Non-text portions of this message have been removed]



  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke