Jadi elo ngaku tuhan elo itu babi ya?
-----Original Message----- From: "great.pretender2000" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 19 Sep 2010 15:20:16 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [proletar] Ketua DPR Dikecam Keras si Sche selain ga bisa itung bilangan berpangkat, adalah Muslim dan minoritas di bumi ini, Negara Mayoritas Kristen pasti maju, tapi mayoritas Islam belum tentu... gp On 9/18/10, Scheherazade Scheher <[email protected]> wrote: > Yub anda minoritas dungu dari kumpulan yang terbuang,makin hari makin > menjadi gila isi hayalan nya,,,,lama lama makin memuak kan pula > > --- On Sat, 9/18/10, ayub yahya <[email protected]> wrote: > > From: ayub yahya <[email protected]> > Subject: Re: [proletar] Ketua DPR Dikecam Keras > To: [email protected] > Date: Saturday, September 18, 2010, 3:19 PM > > > > > > > > > > > > > > > > > > gw jadi ingat usulan tawang, menteri agama bagusnya seorang Ulama... > > bah !!... tawang makin kejam deh !! > > kalo menteri agama dari Ulama.. trus ketua DPR-nya macam si Marzukie, > > bakalan kejadian tuh zionis versi indonesia... > > > > yang kafir, tinggal di indonesia timur, papua ama ambon aja deh > > palingan 10 taon, jakarta jadi sepi... tinggal FPI and his gang > > papua ama ambon udah maju kayak aussie... > > > > mimpi seh.... > > > > ---On Sat, 9/18/10, [email protected] <[email protected]> wrote: > > > > > > > > Hehehe...marzukie alie itu bicara jujur, itulah cerminan hati sesungguhnya > dari kebanyakan orang islam terhadap kristen dan non muslim > lainnya...seorang ketua DPR aja bisa bicara begitu, apalagi yg kelas FPI dan > sejenisnya...jika islamnya terus menerus seperti ini, rasanya gerakan zionis > versi indonesia akan terjadi, dimana non islam perlahan namun pasti akan > berkumpul disatu wilayah yg seiman...NKRI akan kembali menjadi sebuah > perjuangan... > > > > -----Original Message----- > > > > From: "sunny" <[email protected]> > > > > > > Refeleksi: Siapkan payung sebelum hujan. hehehehehe ! Dari pada ribut-ribut > dan kemudian korban sembelih oleh kaum pandai ilmu gurun pasir, apakah tidak > sebaiknya solusi antara Pakistan dan India atau Yunani dan Turki > diterapkan? Apakah cerita gurun pasir dan unta serta korma membawa > kebahagian dan ketenangan hidup bagi masyarakat? Dimana? Silahkan > membodohkan diri dengan cerita gurun pasir zaman bahula. hehehe > > > > http://suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=24997 > > > > 010-09-17 > > > > Ketua DPR Dikecam Keras > > > > dok sp > > > > Hashim Djojohadikusumo > > > > Pernyataan Ketua DPR Marzuki Alie bahwa di daerah mayoritas Islam jangan > dibangun gereja menuai kecaman. Pengusaha nasional Hashim Djojohadikusumo > menyayangkan pernyataan yang dinilainya berpotensi mengancam keutuhan NKRI > itu. "Apakah benar Ketua DPR menyatakan demikian. Saya pribadi merasa amat > tersinggung dengan pernyataan seperti itu. Kalau benar, perlu dikecam > keras," ucap Hashim dalam pesan singkatnya yang diterima SP di Jakarta, > Jumat (17/9). > > > > Menurutnya, bila pola pikir seperti itu yang berlaku, maka nantinya tidak > tertutup kemungkinan di delapan provinsi dan banyak kabupaten yang mayoritas > penduduknya non-muslim, masjid tidak boleh dibangun. "Bila itu yang terjadi, > maka akan hancurlah negara Indonesia," tegasnya. > > > > Kecaman serupa dilontarkan tokoh buruh Muchtar Pakpahan. "Saya sangat > menyayangkan komentar saudara Marzuki Alie yang Ketua DPR RI. Saudara > Marzuki Alie harus membaca ulang bahwa NKRI lahir dari pluralisme, cita-cita > kebangsaan dan diikat Pancasila. Lalu pluralisme itu dijamin oleh Pasal 29 > UUD 1945 ditambah Pasal 28E setelah diamandemen," katanya dalam > website:www.muchtarpakpahan.com. > > > > Menurutnya, pernyataan Marzuki sangat membahayakan NKRI. "Bayangkan, bila > dari Tapanuli Utara, Bali, NTT, Sulawesi Utara, Papua, Maluku, Manado, > masjid diusir dan di seluruh Jawa gereja diusir. Saya pastikan NKRI akan > pecah," kata Muchtar seraya meminta Marzuki Alie melihat fakta bahwa di > daerah Tapanuli masjid bisa berdiri di tengah- tengah daerah yang hampir > 100% Kristen, dengan tidak berizin. "Kalau pernyataan saudara Marzuki tidak > dicabut, NKRI diambang pintu perpecahan," tandasnya. > > > > Terkait dengan itu, tokoh nasional Rizal Ramli mengingatkan, kebebasan > beragama dan hak menjalankan ibadah dijamin oleh konstitusi. "Negara harus > menjamin dan mengamankan hak-hak dasar warga negara tersebut. Pengabaian > hak-hak dasar tersebut merupakan pelanggaran terhadap konstitusi," ujarnya. > > > > Membantah > > > > Sementara itu, Marzuki Alie membantah tuduhan bahwa dirinya memberi > pernyataan di daerah mayoritas muslim tak boleh membangun gereja.Tuduhan > itu, katanya, adalah fitnah dan ingin mengadudomba dirinya dengan golongan > masyarakat. "Itu fitnah, saya tidak pernah memberikan pernyataan seperti > itu, saya akan komplain kepada siapa yang menyebarkan fitnah tersebut," > tegasnya kepada SP di Gedung MPR/DPR Jakarta, Jumat (17/9) pagi. > > > > Untuk itu, Marzuki menyatakan telah mengirim SMS kepada Mucthar Pakpahan > menanyakan tuduhan itu, sekaligus menyatakan komplain bahwa tuduhan tersebut > tidak benar. Menurutnya, pernyataan yang benar disampaikannya adalah, kalau > membangun sebuah rumah ibadah hendaknya dilakukan secara proporsional. Kalau > warga jemaat di daerah/lokasi itu hanya terdapat 100 orang, maka rumah > ibadah yang akan dibangun di tempat itu juga selayaknya untuk 100 orang > saja. [J-11] > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > [Non-text portions of this message have been removed] > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ Post message: [email protected] Subscribe : [email protected] Unsubscribe : [email protected] List owner : [email protected] Homepage : http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
