"Allah" yang memberikan PENGALAMAN kepada Muhammad itu sebenarnya siapa?? 
Pembuktiannya, dengan melihat hasilnya dari perbuatan Muhammad dan para 
pengikut setelahnya.  

"Abba" atau "Bapak di Surga" yang memberikan PENGALAMAN kepada ISA itu siapa?? 
Pembuktiannya, dengan melihat hasilnya dari perbuatan Isa dan para pengikut 
setelahnya. 

Kalau sudah bicara hal-hal rohani ini, science tidak akan sanggup menjelaskan. 
Sebab ini bicara nilai dan paradigma yang dianut oleh batin manusia. Sesuatu 
yang bersifat "software" parameter2 halus dalam batin manusia. Yang penting 
diujikannya dalam hidup manusia adalah BUKTI nya. 

Kembali pada Muhammad dan Allahnya itu. Sekarang aku sudah melihat buktinya 
dalam semua sejarah Muhammad, Osama bin Laden, Taliban, Somalia, pesantren 
Ngruki, di Bima, Sudan, Afghan, Nigeria, Aceh, Malaysia, Arab dan perlakuan 
mereka pada TKI, Iran, Iraq, Libya, Moro, India, Pakistan, ...  
 

--- In [email protected], "pemerhatidunia" <pemerhatidunia@...> wrote:
>
> hal2 spiritual (roh) memang bukan dibuktikan oleh science. Tuhan tidak 
> dibuktikan dari science. Roh juga tidak dibuktikan dari science, meskipun 
> theoretical physicist seperti para pendukung teori String/M-theory, Hawking, 
> Michio Kaku, dll mengatakan bahwa alam semesta ini memiliki beberapa dimensi 
> lain yang lebih halus, setidaknya ada 10 dimensi. Tetapi itupun masih 
> diperdebatkan. 
> 
> Ada wilayah pembuktian lain, yaitu experience, pengalaman pribadi. Kalau 
> ternyata Tuhan itu diyakini oleh A sebagai ada, itu karena A  mengalami. 
> 
> Apakah Tuhan itu ada atau tidak?? Tuhan itu baik atau tidak?? itu dialami. 
> Itu satu2nya bukti. 
> 
> Anggapan tentang Tuhan yang dialami kemudian dicoba didokumentasikan dan 
> disistematisir, dijadikan akidah agama, yg sebetulnya akidah itu juga teori. 
> 
> Tapi setidaknya teori ttg Tuhan itu BUKAN seperti yang diajarkan dan 
> dipraktekkan nabi Muhammad ttg ALLAH yg pemurka dan pencipta neraka azab dan 
> kutuk yang keji dan nista itu. Tuhan macam begitu apa gunanya?? 
> 
> Bagiku, Tuhan yang aku alami itu seperti yang diajarkan ISA. 
> Tuhan yang BAIK. 
> Tuhan yang terbukti menjawab do'a ketika aku tidak tahu jalan lagi. 
> 
> Itu sekedar contoh, mengapa orang Islam Indonesia sekarang serius beragama. 
> Ada sisi PENGALAMAN yang BAIK mereka alami dengan Tuhan. 
> 
> Tapi, sekali lagi. Jangan sebut Tuhan berdasarkan konsepsi dan teori Muhammad 
> ttg ALLAH. Konsep Ketuhanan dalam Quran dan dibuktikan dalam sunnah Nabi itu 
> buruk sekali dan kontradiktif dan kadang tidak bermoral. Aku curiga sekali 
> dgn anggapan manusia Arab ttg ALLAH ini, yang diperoleh dari konsep Israel 
> kuno ttg ELOHIM atau ELOAH, dan juga YAHWEH, dan maaf aku sama sekali tidak 
> setuju ajaran Yahudi dan Muhammad ttg Tuhan. Sebab itu aku mempertanyakan 
> siapa itu "ALLAH"? siapa itu yang mengutus "Jibril"?? Siapa itu "Jibril"?? 
> apakah ia Tuhan yang dialami dalam pengalaman batin manusia, atau sebenarnya 
> ALIEN yang gentayangan menyebar kesesatan dan kejahatan  ???  
> 
> Agama banyak memuat anggapan manusia. Sama seperti dalam sains juga banyak 
> teori yang masih asumsi atau anggapan dan madzhab2, sebab karena belum 
> ditemukan penjelasan yang lebih baik ttg sesuatu. Jita anggap Bumi itu 
> tunggal, sebab sains menemukan demikian. Bagaimana kalau benar2 ditemukan ada 
> pasangan gandanya?? Teori sains akan direvisi. Terlalu banyak di alam semesta 
> yang tidak bisa dijelaskan sains. Agama mencoba menjelaskannya dari sisi yang 
> lain, yaitu PENGALAMAN pribadi. 
> 
> Bagiku, konsep bikinan Arab ttg Tuhan mereka itu jelek.  
> 
> Sebab itu, jangan halangi aku untuk mengembangkan telaah serius tentang TUHAN 
> sebab itu telaah tentang KONSEP atau ANGGAPAN MANUSIA tentang TUHAN. 
> 
> 
> --- In [email protected], "muskitawati" <muskitawati@> wrote:
> >
> > Bahan Baku Terciptanya Allah Adalah "Roh" !!!
> >                                   
> > Roh itu bisa dibuktikan TIDAK ADA.  Apalagi, tidak pernah ada satupun agama 
> > atau kepercayaan yang pernah membuktikan adanya "Roh".
> > 
> > Jadi kalo "Roh" itu tidak ada, dipastikan "Tuhan" juga tidak ada.
> > 
> > Jarak Bulan ke Matahari bisa diukur tanpa menggunakan penggaris dan tanpa 
> > perlu pergi ke Bulan dan pergi ke Matahari untuk mengukurnya.
> > 
> > Jadi membuktikan tidak adanya "roh", semilyard kali lebih gampang 
> > menciptakan rumusnya daripada menemukan rumus pengukuran jarak Bulan ke 
> > Matahari.  Masalah caranya tidak perlu ditanyakan disini, dan juga tidak 
> > perlu diterangkan disini, tapi kalo anda berminat mengetahuinya, belajarlah 
> > disekolah khusus ilmu pengetahuan (bukan pesantren) se-tinggi2nya.  Jadi 
> > kalo anda bodoh tidak lulus test masuknya saja, maka jangan sok tahu atau 
> > mau lebih tahu daripada mereka yang pandai2 di-negara2 maju.
> > 
> > > "Abbas" <abas_amin08@> wrote:
> > > Kesalah pengertian mengenai pemahaman
> > > tentang TUHAN menyebabkan seperti
> > > pemerhati duni inilah.
> > 
> > Darimana rujukan yang bisa anda gunakan untuk membuktikan bahwa Pemerhati 
> > Dunia ini salah pengertiannya tentang Tuhan ???  Sedangkan jelas2 anda 
> > sendiri tidak terbukti lebih mengerti dan lebih paham tentang Tuhan 
> > daripada si Pemerhati Dunia.
> > 
> > Tapi satu hal yang tidak bisa anda bantah dan perdebatkan lagi adalah bahwa 
> > Tuhan itu sama sekali bukan "pengertian" melainkan hanya "kepercayaan".
> > 
> > Jadi harus bisa anda bedakan antara "pengertian" dan "kepercayaan".  
> > Pengertian tidak membutuhkan kepercayaan, semua yang bisa anda mengerti 
> > tidak perlu anda percaya.  Sebaliknya juga sama, kepercayaan pun tidak 
> > perlu pengertian, dalam semua hal kepercayaan sama sekali tidak terkait 
> > pengertian.
> > 
> > Anda mengerti bahwa untuk bisa merasakan sakit, senang, bahagia, atau 
> > menderita kesemuanya ini membutuhkan persyarafan yang sempurna.
> > 
> > Lalu gimana bisa anda mengerti bahwa roh yang tidak punya persyarafat sama 
> > sekali bisa senang masuk kesorga dan bisa menderita kalo dijebloskan ke 
> > neraka ????  Padahal persyarafan itu hanya ada dibadan manusia hidup bukan 
> > manusia yang sudah mati.
> > 
> > Padahal Tuhan itu berasal dari bahan "roh". Jelasnya, meskipun pengertian 
> > sudah membuktikan bahwa "Roh" itu tidak ada yang merujuk "tidak adanya" 
> > Tuhan, tapi kenapa masih percaya ???  Inilah bukti bahwa "pengertian" tidak 
> > berpengaruh terhadap kepercayaan dan sama sekali tidak ada hubungannya.
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
>




------------------------------------

Post message: [email protected]
Subscribe   :  [email protected]
Unsubscribe :  [email protected]
List owner  :  [email protected]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke