Assalamu'alaikum wr.wb. Sabananyo nan kurang adolah komunikasi antaro pusat jo daerah sarato komunikasi antaro tiok departemen. Karano yang dimunculkan adalah idealisme masing-masing. Mungkin semua pegawai di Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat perlu membudayakan 5S dan HORENSO (Hokoku=Pelaporan, Renraku=Informasi dan Sodan=Konsultasi) dalam bekerja. Jadi seperti yang dikatakan Uda Riri tadi harus mau "duduak basilo di lapiak nan samo". Sehingga kemubaziran, kesia-siaan, dan ketidakseragaman tools (aplikasi software) yang dipakai bisa dihilangkan. Sebab yang rugi tetap rakyat, karena dana anggaran yang dipakai untuk membeli tools (aplikasi software) tersebut berasal dari Pajak yang diambil pemerintah..tapi dihamburkan pada hal yang mubazir....dan korupsi di daerah pun makin merajalela sejak adanya otonomi daerah. Mengapa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tidak mau menerapkan manajemen yang ada di Industri ke dalam birokrasi?? Padahal banyak hal yang bisa dioptimalkan kalau birokrasi mau menerapkan sistem di Industri. Dijamin kinerja dan produktifitas Pegawai Negri meningkat dan korupsi bisa dihilangkan. Menurut ambo karano birokrasi tidak siap dengan perubahan...
wassalam Reza --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ Berhenti (unsubscribe), kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] Konfigurasi dan Webmail Mailing List: http://groups.google.com/group/RantauNet Daftar dulu di: https://www.google.com/accounts/NewAccount -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
