Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu

Kapan Berhari Raya?

Inilah masalah yang selalu berulang-ulang sepanjang masa di negeri berpenduduk 
Muslim paling banyak ini. Kapan berhari raya? Yang satu mengatakan 
besok yang lain mengatakan lusa. Lalu pemerintah dengan dibantu 
perangkat (para ahlinya) bersidang dalam sidang isbath untuk menentukan 
hari yang sangat penting itu. Dan biasanya di sanalah terjadi pemisahan, 
ketidak sepahaman antara yang satu kelompok dengan kelompok lain. 
Kelompok pertama yang berdalil dengan rukyat. Melihat secara fisik, 
secara nyata, kehadiran bulan (baru) di hari pertamanya di ufuk barat, 
di saat matahari terbenam. Yang lain menggunakan metoda hisab alias 
perhitungan falak, atau perhitungan matematika untuk menentukan di mana 
posisi bulan pada saat yang dimaksudkan, apakah sudah di atas ufuk atau 
masih di bawah ufuk.  

Kelompok pertama berkeyakinan bahwa 'mereka' melakukan itu berdasarkan hadits 
Rasulullah SAW yang mengatakan; 'Kalau kalian sudah melihat (bulan) 
berpuasalah dan kalau kalian sudah melihat bulan berbukalah. Dan kalau 
tidak terlihat maka genapkanlah bilangan bulan menjadi tiga puluh.' Jadi harus 
terlihat bulan itu. Padahal, tidak mudah melihat sodetan halus 
ujung bulan di saat matahari terbenam, dan masa melihatnya hanya 
beberapa (puluh) detik saja. Bahkan menurut pakar, hampir mustahil 
melihat bulan jika ketinggiannya masih di bawah empat derajat busur 
langit, terlebih-lebih di negeri kita yang banyak uap air dan langit 
seringkali tertutup awan.

Mungkin karena merasa sulit itulah, para ahli falak menghitung atau menghisab. 
Perhitungan yang seharusnya sangat bisa dipertanggungjawabkan, seperti 
perhitungan untuk menentukan kapan terjadinya gerhana dan biasanya 
terbukti kebenarannya. Sebenarnya, secara tidak langsung hasil 
perhitungan itu sudah digunakan oleh pemerintah dengan menetapkan 
hari-hari besar Islam dalam kalender masehi. Pada kalender resmi itu 
sudah dicantumkan kapan terjadinya hari raya baik Aidil Fitri maupun 
Aidil Adha, hari maulud Nabi, hari Isra' Mi'raj, dimana hari-hari yang 
terakhir ini tidak pernah diperiksa ulang lagi dengan rukyat. 

Sidang isbath tadi malam itu terlihat lebih istimewa. Pertama karena keputusan 
menteri baru dijatuhkan pada jam 20.30. Pada saat yang biasanya shalat 
Taraweh di Jakarta dan sekitarnya sudah selesai. Penggiringan opini oleh 
komentator acara televisi yang sudah 'memastikan' bahwa hari raya Aidil Fitri 
tahun ini jatuh pada tanggal 31 Agustus terasa cukup kental. Yang akhirnya 
diresmikan oleh pak menteri. Istimewa, karena kesaksian 
beberapa orang yang mengatakan sudah melihat hilal dinilai 'mustahil' 
oleh karena itu ditolak. Jadi dari awal sudah tercium bahwa kali ini 
pemerintah memang akan menetapkan hari yang berbeda dari yang sudah ada 
di kalender.

Heboh kali inipun agaknya lebih istimewa. Karena menurut berita televisi, ada 
kelompok (jamaah) yang menghalangi kelompok (jamaah) yang akan shalat 
Aid tadi pagi di Sulawesi Barat. Sebegitunyakah?

Aku dan keluargaku hari ini memisahkan diri dari kelompok (jamaah) mesjid. 
Kami berhari raya hari ini. Aku menyetujui pendapat bahwa hilal sudah 
berada 2 derajat di atas ufuk, kondisi yang seharusnya sudah signifikan 
meski mungkin belum dapat dilihat di waktu maghrib kemarin. Berarti 
bulan Syawal sudah masuk. Kami tadi bergabung dengan jamaah id di Rumkit Islam 
Pondok Kopi.

Entah ada hubungannya dengan fanatisme melihat bulan ini entah tidak, aku 
ingat masyarakat di nagari Sungai Angek Sijunjung ketika aku pernah 
kerja praktek di saat masih jadi mahasiswa di tahun tujuh puluhan. 
Masyarakat yang benar-benar menunggu sampai bulan terlihat sebelum 
mengawali puasa atau hari raya. Dan konon, di musim hujan, pernah 
terjadi bulan baru terlihat di hari ke lima, lalu pada ketika itulah 
masyarakat baru memulai puasa.  

Taqabbalallahu minna wa minkum..... Minal aidin wal faaizin...

**** 


Wassalamu'alaikum,

 
Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/

Kirim email ke