kebetulan saya menyaksikan tayangan sidang isbat yg disiarkan langsung itu. Beberapa hal yang perlu dikritisi adalah : 1. Adanya PENOLAKAN bagi siapa saja yang mengaku melihat hilal pada hari tersebut dengan alasan " Tidak sesuai dengan kaidah KEILMUAN dan KEILMIAHAN" sehingga kesaksian Cakung dan Jepara DITOLAK mentah - mentah bandingkan dengan peristiwa pada jaman Rasulullah yang mau menerima persaksian dari orang gunung suku Badui, Rasulullah pun langsung membatalkan puasanya. Pertanyaannya, kalau setiap kesaksian pasti akan ditolak, lantas 2. Sidang isbat mirip dengan sidang MPR, para tokoh agama yang mewakili ormasnya nampak sekali mengagungkan ormasnya dan sidang isbat pun berjalan tampak tegang. Untungnya wakil dari Muhammadiyah memberikan tanggapan yang dapat mencairkan suasana sidang isbat yg tadinya jauh dari senyum berubah jadi tawa. 3.Pemerintah berdusta dengan mengatakan Arab Saudi, Brunei, Malaysia berlebaran tanggal 31 Agustus 4. Pendukung Rukyat memenggal hadits tentang Rukyat, kenapa mereka tidak menyebutkan secara utuh hadits tentang Rukyat yang berbunyi : "Berpuasalah kalian karena melihatnya dan akhiri puasa karena melihatnya. Sesungguhnya kami ini masyarakat buta huruf, tidak dapat menulis dan menghitung (ilmu perbintangan), jumlah hari- hari dalam sebulan adalah begini dan begini (sambil memberi isyarat dengan kedua tangannya), yakni kadang 29 dan kadang 30 hari. (HR. Bukhari III/25 dan Muslim III/124).
Hadits tersebut di atas, menunjukan bhw rukyat itu adalah satu-satunya cara yg bisa dilakukan pada jaman Rasulullah, artinya jika sudah tidak buta huruf, dapat membaca dan menghitung rukyat bisa saja ditinggalkan sama halnya dengan naik haji pakai onta. Yang menjadi ibadahnya itu adalah NAIK HAJI bukan NAIK ONTA-nya. tentang orang yang sanak Ridha tuliskan, liau tu adalah Thomas Jamaludin, blio itu memang penganut rukyat sejati, yg saat ini memegan posisi di LAPAN dan Kementrian Agama. Komentarnya yang mengatakan konsep wujudulul hilal yg digunakan oleh Muhammadiyah sudah usang rasanya kurang etis dan pantas diucapkan oleh seorang profesor. wassalam, Harman Irawan warga Muhammadiyah yang insya Allah setelah membaca artikel ttg konsep hisab wujudul hilal makin yakin. ________________________________ From: Ahmad Ridha <[email protected]> To: [email protected] Sent: Monday, September 5, 2011 8:59 AM Subject: Re: [R@ntau-Net] Kita Khan Orang Muhamadyah. [*] 2011/9/5 ajo duta <[email protected]>: > Agak aneh taraso banyak nan indak mangaku Muhammadiyah dipalantako. > Apo indak salah tu. Kalau awak baugamo Islam, pastilah inyo > Muhammadiyah. Kalau bukan Muhammad nan ka dikuti sia lai? Bukankah > Muhammadiyah tu artinyo pengikut Muhammad?. > Iya, Pak, yang mesti diikuti adalah Muhammad Shallallahu 'alayhi wa Sallam, bukan pimpinan ormas. Dalam perkara penetapan hari raya, para ulama menafsirkan hadits “Puasa adalah hari ketika kalian berpuasa bersama. Idul fithri juga di hari ketika kalian berhari raya bersama. Kurban juga di hari ketika kalian berkurban bersama.” (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah) bahwa penetapan puasa dan hari raya adalah wewenang pihak yang mengurusi masyarakat yaitu pemerintah. Hal ini penting agar syi'ar yang menunjukkan persatuan umat tidak terpecah belah. Saya juga menyayangkan dengan tingkah sebagian orang yang malah kemudian merendahkan rukyat sebagai sesuatu yang hanya untuk kaum buta huruf. Sepertinya bangga sekali dengan kemampuan kira-kiranya, padahal jelas-jelas yang menjadi patokan adalah fenomena alam, sehingga simulasi tidak dapat menggantikan observasi sepenuhnya. Kalau tidak salah, dalam sidang itsbat kemarin seorang pakar astronomi mengatakan bahwa penggunaan hisab semata adalah untuk orang malas, karena kini telah ada perangkat observasi yang canggih. Mohon maaf jika ada kata yang kurang berkenan. Allahu Ta'ala a'laam. Wassalaamu'alaykum, -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta R@ntauNet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://forum.rantaunet.org/showthread.php?tid=1 - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/
