termasuk merubah mindset bahwa komunitas laut (nelayan dll) bukan marginal tetapi merupakan informan utama pengetahuan di lautan (perekat bangsa). peningkatan kesejahteraan nelayan tidak dapat secara otomatis dengan membangun perikanan dan ekonomi kelautan modal besar apalagi dengan memberi prioritas hpl kepada mereka, tetapi dengan pemberdayaan secara bertahap sesuai perkembangan kemampuan mereka...dst
On Tue, May 6, 2008 at 4:19 PM, hengky abiyoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > *"Mohammad Andri Budiman" <[EMAIL PROTECTED]> wrote :* > > *".......No offence, rekan-rekan, sekedar mengingatkan kembali bahwa ada > tiga **puluhan * > *provinsi lain yang butuh perhatian. :) Ini termasuk mengubah mindset juga > kan? :)......." > > **Salam persatuan, > Andri* > > Halo halo halo Cak Mohammad Andri yang Budiman…...... > > Long time no see ya?.... > You remind us to think Indonesia?..... and not java centrisme nor > jabodetabek centrism? ..... > Ya ya. ya... my heart and some friends are always about the same to > you......love Indonesia..... > See you...... > > Salam Sabang Merauke Miangas Rote Natuna Yamdena > aby > > > *Mohammad Andri Budiman <[EMAIL PROTECTED]>* wrote: > > Bang RM dan rekan-rekan ysh., > > Merubah mindset konon tidak gampang. You can teach old dogs new > tricks, and still it takes time. Untuk kasus 'old dogs' yang juga 'big > dogs' (baca: pusat-pusat perusahaan besar ataupun > kementerian/badan-badan negara lainnya), maukah mereka pindah ke > Sulawesi atau Kalimantan supaya pembangunan nasional lebih merata dan > tidak Jakarta centris terus-menerus walau sudah lama ada Otda? :) > > Bisa habis energi se-Indonesia mengurusi banjir dan macet daerah > khusus ibukota ini, mengapa tidak dibiarkan saja masalah-masalah ini > jadi urusan Pak Fauzi Bowo, dkk. di Pemda DKI? :) > > No offence, rekan-rekan, sekedar mengingatkan kembali bahwa ada tiga > puluhan provinsi lain yang butuh perhatian. :) Ini termasuk mengubah > mindset juga kan? :) > > Salam persatuan, > Andri > > On 5/6/08, Rachmad M <[EMAIL PROTECTED] <rachmadm%40yahoo.com>> wrote: > > Saya pikir memang perlu perubahan mindset yang ekstrim bagi para > > pengambil kebijakan publik. Tahun 1962 ketika keluarga saya berpindah > > dari Jl. Pantai Laut ke Jl. Brawijaya, jarak itu terasa jauh sekali. > > Banyak daerah-daerah kosong disekitar jalan Sudirman :-) > > > > Ketika tahun 1974 kembali saya menjejakkan kaki di Jakarta, di > > Tanjung Duren juga masih banyak rawanya. Tanah di kapling-kapling dan > > banyak pejabat DKI yang senang. Bisa beli kapling terus dijual lagi > > dengan harga yang berkali lipat. Demikian juga los-los pasar saat itu > > yang baru dikenal pengelolaan pasar oleh PD. Pasar Jaya :-) > > > > Tahun 1990an saya masih jumpai daerah-daerah hijau yang dijadikan > > perumahan seperti di Jl. Wijaya :-). Bahkan kuburan yang sebenarnya > > juga daerah hijau digusur dijadikan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan. > > > > Jadi kalau seperti dalam subject ini saya sarankan untuk menghijaukan > > saja dan menjadikan kolam besar pada saat banjir, ini tentu sama > > sekali tidak terpikirkan, wong kalau ada yang bisa dibangun terus > > langsung dibangun kok malah bikin hutan kota segala :-( > > > > > > Salam > > > > RM > > > > > > > ------------------------------ > Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it > now.<http://us.rd.yahoo.com/evt=51733/*http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ> > >

