Bung Rachmad, betul sekali bahwa masyarakat Kampung Pulo tidak perlu 
dipindahkan ke Marunda, tetapi dengan sistem "Land Pooling" bisa dilakukan di 
tempat. Ide ini juga pernah diusulkan oleh LSM bersama Habitat (kebetulan saya 
pernah bekerja di Habitat ketika itu), tapi entah sampai sekarang belum bisa 
diwujudkan. Idenya bukan rusun 14 lantai, tetapi cukup 4 lantai yang hemat 
enerji (tidak perlu pakai lift) dan pengadaan air masih mampu diangkat oleh 
pompa biasa. Tapi lagi-lagi urusannya menjadi sangat komplek. Selain tidak 
sesuai dengan "Zoning Regulation", kurangnya pembiayaan, sulitnya sistem 
sanitasi, mahalnya perawatan prasarana (karena seringnya terjadi genangan), 
sulitnya layanan kepada masyarakat bila terjadi genangan, dan juga belum ada 
pengalaman mengelola pemukiman  "pasang-surut" macam itu.

Thanks. CU. BTS.

  ----- Original Message ----- 
  From: Rachmad M 
  To: [email protected] 
  Sent: Sunday, May 04, 2008 4:34 PM
  Subject: [referensi] Re: Banjir Tak Perlu Dilawan


  Pak Bamabang TS ysh,

  Memang menjadi pelik kalau orang harus dipindah ketempat yang jauh 
  seperti contoh pak Bambang dari kampung Pulo ke Marunda.... wah siapa 
  mau :-)

  Dari Kampung Pulo ya tetap di Kampung Pulo pak. Kalau ada tanah untuk 
  700 keluarga yang masing-masding 100 meteran persegi kan cukup 
  disisihkan dulu 5.000 meter persegi nanti yang 65.000 dijadikan 
  halaman perumahan itu. Biar saja waktu banjir jadi kolam gede seluas 
  50.000 m2, tapi waktu musim kering kan bisa buat hutan kota :-)

  Salam


  Recent Activity
    a..  7New Members
  Visit Your Group 
  Search Ads
  Get new customers.

  List your web site

  in Yahoo! Search.

  Yahoo! Groups
  w/ John McEnroe

  Join the All-Bran

  Day 10 Club.

  Find Balance
  on Yahoo! Groups

  manage nutrition,

  activity & well-being.
  . 
   

Kirim email ke