Saya pikir memang perlu perubahan mindset yang ekstrim bagi para 
pengambil kebijakan publik. Tahun 1962 ketika keluarga saya berpindah 
dari Jl. Pantai Laut ke Jl. Brawijaya, jarak itu terasa jauh sekali. 
Banyak daerah-daerah kosong disekitar jalan Sudirman :-)

Ketika tahun 1974 kembali saya menjejakkan kaki di Jakarta, di 
Tanjung Duren juga masih banyak rawanya. Tanah di kapling-kapling dan 
banyak pejabat DKI yang senang. Bisa beli kapling terus dijual lagi 
dengan harga yang berkali lipat. Demikian juga los-los pasar saat itu 
yang baru dikenal pengelolaan pasar oleh  PD. Pasar Jaya :-)

Tahun 1990an saya masih jumpai daerah-daerah hijau yang dijadikan 
perumahan seperti di Jl. Wijaya :-).  Bahkan kuburan yang sebenarnya 
juga daerah hijau digusur dijadikan Kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

Jadi kalau seperti dalam subject ini saya sarankan untuk menghijaukan 
saja dan menjadikan kolam besar pada saat banjir, ini tentu sama 
sekali tidak terpikirkan, wong kalau ada yang bisa dibangun terus 
langsung dibangun kok malah bikin hutan kota segala :-(


Salam

RM

Kirim email ke