> > *"**Diskusi tentang aglomerasi "Jakarta" haruslah** ** jelas batasannya > (definisinya) . Jakarta yang mana?**"* >
Jadi teringat Orde Baru menjelang reformasi. Ketika itu ada tokoh masyarakat yang nyeletuk ke Presiden, "Rakyat menghendaki Bapak (Presiden) mundur." Yang menjawab kompak justru pembantu-pembantu Presiden, "Rakyat yang mana?" ;-) Orang awam bisa melihat jelas aglomerasi (pemusatan/penumpukan) pembangunan di Jakarta. Orang pintar justru mengaburkan masalah lagi dengan bertanya: Jakarta yang mana? Pura-pura dalam perahu.. Kuya-kuyi tidak tahu.. Salam, Andri

