Oleh karenanya maka idiologi partai dn kaderisasi idiologi mnjdi pnting ... 
Jgn2 idiologinya kekuasaan. Sy lihat hanya satu dua partai sj sih yg kuat 
idiolginya...

RDd
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Harya Setyaka <[email protected]>

Date: Mon, 25 May 2009 07:59:58 
To: <[email protected]>
Subject: [referensi] Kader 'Membelot' Akibat Elit Parpol Terlalu Dominan


Sepertinya konstelasi politik pasca 2009 akan banyak berubah...
formasi elit akan berubah.. sehingga partai-2 pun juga bisa berubah.

ini terjadi karena kaderisasi internal partai dan 'demokrasi' internal
partai lemah..

-K-



http://pemilu.detiknews.com/read/2009/05/25/041646/1136387/700/kader-membelot-akibat-elit-parpol-terlalu-dominan



Kader 'Membelot' Akibat Elit Parpol Terlalu Dominan
 *Rachmadin Ismail* - detikPemilu


 *Jakarta* - Banyaknya kader partai yang 'membelot' dalam pemberian dukungan
capres-cawapres tertentu dinilai karena kesalahan elit. Keputusan koalisi
diambil semata-mata karena kepentingan, bukan berasal dari aspirasi
pendukung.

"Terjadi fenomena oligarki elit dalam memimpin partai politik. Keputusan itu
diambil semata-mata atas dasar kepentingan elit," kata pengamat politik
Syamsudin Haris saat berbincang lewat telepon, Minggu (24/5/2009).

Menurut Syamsudin, harus dilakukan langkah-langkah konsolidasi dan
sosialisasi bagi kader di tingkat bawah terkait dukungan bagi pasangan
capres-cawapres tertentu. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari adanya
perpecahan di dalam partai.

"Perpecahan yang melanda sebagian partai politik akibat mengentalnya
kepentingan elit jangka pendek. Nantinya hal ini akan membuat konstituen
bingung dan meninggalkan partai tersebut," pungkasnya.

Seperti diketahui, pada deklarasi pasangan Mega-Bowo pada Minggu 24 Mei
kemarin di TPA Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, terdapat atribut PAN dan
PPP yang berkibar di lokasi. Selain itu, beberapa kader kedua partai
tersebut pun tampak memadati lokasi. Padahal DPP PAN dan PPP sudah
menegaskan solid mendukung pasangan SBY-Boediono.

Hal yang sama terjadi saat pendaftaran pasangan JK-Wiranto ke KPU. Saat itu
kader PAN Drajad Wibowo turut hadir mendukung pasangan yang diusung oleh
Partai Golkar dan Hanura tersebut.

* ( mad / van ) *

Kirim email ke