Rekans ysh,
 
Sebetulnya "kader partai" itu apa sih? Orang-orang yang pakai kaos dan atribut 
partai, atau pengurus? Atau siapa? Seperti saya yang tidak pernah berpartai 
tapi selalu ikut pemilu ini apa?
Kalau partainya saja pecah-pecah, lalu koalisi-koalisi, lalu apa arti membelot? 
Kadernya yang membelot atau partainya yang meninggalkan pemilihnya (kader)?
Kok kayaknya ini gak jelas. 
Apalagi dikaitkan ideologi. Ideologi yang dimaksud apa? Agama? Nasional, Agama, 
Birokrasi, Rakyat? Neolib, Kerakyatan, Sosialis, Pancasila? Atau apa?
 
Jangan-jangan kita diskusi tentang sesuatu yang gak jelas pula.
 
Salam,
Risfan Munir

--- On Sun, 5/24/09, hotasi simamora <[email protected]> wrote:


From: hotasi simamora <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Kader 'Membelot' Akibat Elit Parpol Terlalu Dominan
To: [email protected]
Date: Sunday, May 24, 2009, 10:06 PM










Sebenarnya, ini cermin kalau partai digunakan oleh petinggi partai untuk 
kepentingannya. Kader partai lainnya tidak dapat berbuat apa2 karena mereka 
'lemah' dan sangat memiliki ketergantungan yang tinggi, dan kondisi ini hampir 
berlaku di semua organisasi.
Sekedar gambaran,
Untuk mendirikan partai, harus punya kantor pusat (DPP), kemudian di propinsi, 
dan kabupaten/kota. Untuk kantor di DPP, tentunya jajaran pengurus di DPP yang 
membiayai, dan biasanya hanya sekelompok kecil yaitu Ketua Umum/Sekretaris 
Jenderal/Bendahara Umum. Sedangkan unsur ketua, sekretaris/wakil bendahara 
lainnya, pada umumnya penggembira, dan tak jarang pula adalah orang2 yang 
'mencari uang melalui partai'. Kemudian, setelah terbentuk di propinsi, perlu 
ada pelantikan oleh ketua umum, dan ini butuh biaya yang cukup besar (biasanya 
dana dari ketua umum). Selanjutnya untuk segala atribut yang dibutuhkan di 
setiap propinsi, kabupaten dan kota, minta lagi ke Dewan Pimpinan Pusat. 
Kemudian, ketika harus merencanakan suatu program kerja, dibuatlah Rakernas 
(Rapat Kerja Nasional) yang menghadirkan seluruh unsur KSB (Ketua, Sekretaris, 
Bendahara), dan untuk itu butuh akomodasi serta biaya transportasi peserta. 
Belum lagi sekali lima tahun harus ada Musyawarah
 Nasional (MUNAS).
Kalau ditinjau dari operasional partai untuk  seluruh kegiatan di atas, dalam 
kurun waktu lima tahun, suatu partai akan menghabiskan biaya lebih dari rp 5 
milyar (untuk pelantikan pengurus di propinsi, organisasi sayap, rakernas, 
munas), dan kalau menjelang pemilu, tentunya akan ada drop atribut ke daerah, 
biaya iklan dsb (kalau ikut ini akanb menghabiskan dana puluhan hingga ratusan 
milyar).
Semua biaya yang dibutuhkan, biasanya akan ditimpakan kepada pengurus pusat 
(dalam hal ini Ketua Umum, Sekjen, bendahara Umum). Kecuali partai yang sudah 
mapan, dalam arti banyak kadernya menjadi anggota legislatif atau mengisi di 
kabinet.
Itu sebabnya, partai akan mendekati kandidat yang berpeluang paling besar 
menjadi Presiden, sehingga bisa berharap ada kadernya yang akan menjadi 
menteri, atau setidaknya akan menjadi eksekutif di BUMN, dan seterusnya.
Tapi tentunya partai "yang pintar" tidak akan meletakkan telur dalam satu 
keranjang. Karena kalau keranjangnya jatuh akan pecahlah semua telur yang ada. 
Oleh karenanya, akan ditempatkan juga kader lain di kandidat yang lain (mereka 
akan bersandiwara seakan-akan tidak kompak). Toh, tujuannya, siapa pun yang 
menjadi pemenang, partai "yang pintar" tadi akan mendapat keuntungan, dan itu 
berarti, keberlangsungan kehidupan partai di masa mendatang, akan lebihg 
terjamin.
Salam,
Hot Asi





From: Bambang Tata Samiadji <[email protected]. id>
To: refere...@yahoogrou ps.com
Sent: Sunday, May 24, 2009 19:04:44
Subject: Re: [referensi] Kader 'Membelot' Akibat Elit Parpol Terlalu Dominan




Sebelumnya saya juga melihat ada satu partai yang kuat ideologinya. 
..belakangan ternyata sahwat kekuasaan kuat juga. 

Thanks. CU. BTS. 

Thanks. CU. BTS. 
----- Original Message ----- 
From: redi...@cbn. net.id 
To: refere...@yahoogrou ps.com 
Sent: Monday, May 25, 2009 8:21 AM 
Subject: Re: [referensi] Kader 'Membelot' Akibat Elit Parpol Terlalu Dominan 

Oleh karenanya maka idiologi partai dn kaderisasi idiologi mnjdi pnting ... 
Jgn2 idiologinya kekuasaan. Sy lihat hanya satu dua partai sj sih yg kuat 
idiolginya.. . 

RDd 

Sent from my BlackBerry® 
powered by Sinyal Kuat INDOSAT 







Get your preferred Email name! 
Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. 















      

Kirim email ke