Pak Iman betul Pak Eka, kan beberapa hari lalu Prabowo sudah mengkonfirmasi di 
hadapan para pengusaha tionghoa bahwa para pengusaha tsb juga termasuk rakyat 
yg dilindungi dlm "ekonomi kerakyatannya Mega-Pro"...  Jadi semakin 
membingungkan, apa karakteristik khusus dr ekonomi kerakyatan ini...
Mungkin yg lebih menarik issue "pemerataan" yg sempat diusung oleh SBY, yg 
mungkin bisa menyentuh pembelaan thd rakyat miskin... sayangnya issue ini juga 
tidak dielaborasi lebih dalam, apa yg dimaksud oleh SBY dgn "pemerataan" dan 
bagaimana mencapainya? Pdhal Pak Aby sudah berusaha keras mengadvokasi 
"pemerataan" dengan ide2 pembangunan di KTI...:)

--- On Sun, 6/21/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [referensi] Re: Kemiskinan dan Ekonomi Kerakyatan.
To: [email protected]
Date: Sunday, June 21, 2009, 7:15 AM











 






    
            
            


      
      
     Pak Eka,
Ekonomi kerakyatan itu tdk hanya menggarap terinya tapi Kakapnya juga perlu 
digarap supaya tdk makan teri, tapi mengayomi.Powered by Telkomsel 
BlackBerry®From:  "ffekadj" 4ek...@gmail. com>
Date: Sun, 21 Jun 2009 03:36:56 -0000
To: <refere...@yahoogrou ps.com>
Subject: [referensi] Re: Kemiskinan dan Ekonomi Kerakyatan.
                           
 Pak Iman, Pak Aby, Pak ATA, dkk ysh.

 Mohon kiranya dapat diidentifikasi kelompok-kelompok yang masuk dalam
 ekonomi kerakyatan ini, supaya penanganan dan pengembangannya dapat
 lebih fokus/terpisah. Mungkin ciri umumnya adalah : pelakunya miskin dan
 mandiri.

 Pedagang tradisional : pedagang yang menempati lapak-lapak usaha di
 pasar-pasar tradisional, dengan jenis usaha: sembako, tekstil murah,
 perlengkapan rumah tangga, barang-barang bekas, dll. Pada musim kampanye
 kemarin, kelompok ini paling sering dikunjungi oleh para
 capres/cawapres.

 Pedagang kaki lima : pedagang yang menempati lapak-lapak temporer di
 ruang-ruang publik, dan termasuk di dalamnya yang bergerak secara
 mobile. Beberapa di antaranya : pedagang asongan, makanan, mainan, dll.
 Pada musim-musim tertentu para pedagang ini sering dikunjungi oleh
 Satpol PP.

 Pedagang illegal : pedagang yang tidak memiliki izin usaha, tidak
 membayar pajak, termasuk juga menjual barang-barang haram; dapat
 berusaha di ruang-ruang publik maupun privat. Beberapa di antaranya :
 pedagang asongan, ibu-ibu yang nyambi jualan pada waktu arisan, pedagang
 narkoba, usaha rumah tangga, nelayan merangkap pedagang di tengah laut,
 lobbiest, pedagang suara, dll.

 Yang agak sulit pengelompokannya seperti sales door-to-door, pedagang
 jasa (buruh garuk), dlsb.

 Mohon pencerahannya lebih lanjut, khususnya dalam rangka pengembangan
 ekonomi bejo-ajo-inang- daeng kita. Salam.

 -ekadj

 --- In refere...@yahoogrou ps.com, hengky abiyoso <watashiaby@ ...> wrote:
 >
 > ++++: Saya dapat cerita dari teman yg ketamuan kerabatnya dari kampung
 pinggir kota dan menginap dirumahnya. Kerabat ini membawa anak kecil
 kurus berumur delapan tahun. Hari pertama, waktu makannya malam, 
 teman ini  menawarkan makan kepada kerabatnya khususnya kepada anak
 kecilnya. Apa jawab si anak? Menolak makan dan dia bingung kho malam
 disuruh makan! Tukas anaknya, kan udah makan "tadi siang".
 > Kenapa?  Astagfirullah. Anak ini rupanya tdk biasa makan
 malam,  terbiasa makan hanya 1 kali dlm  sehari, siang saja!
 Teman ini terenyuh dan berlinang air mata. Ya Allah, beginikah kehidupan
 kerabatku, yg dulu sahabatku, aku tahu masa kecil sahabatku, dulu serba
 cukup.Â
 > Keluarga  kerabat ini hanya representatif dari jutaan orang miskin
 Indonesia, yg mungkin sdh terbiasa makan 1 kali sehari atau pola pola
 hidup miskin lainnya untuk bisa bertahan hidup dibumi Nusantara yg
 katanya kaya raya.
 > >>>>: Teman bpk itu seharusnya jangan2 buru2 meneteskan airmata dulu
 pak…… siapa tahu cara makan 1 kali sehari disiang hari adlh
 bagian dari kearifan lokal dari para leluhur kita dulu yg malah perlu
 dilestarikan……. Terbukti makan kelebihan jadi obesitas,
 kolesterol, stroke, jantung dsb… malah minum susupun menurut
 Prof. Hiromi Shinya, penulis buku laris The Miracle of Enzyme katanya,
 susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk
 manusia………....
 > Â
 > ++++: Teman dr BKKBN cerita, bahwa puluhan juta Balita di Indonesia
 malnutrisi alias kekurangan gizi, yg berakibat pertumbuhan otak anak
 anak tdk dpt optimal, artinya perkembangan IQnya akan dibawah rata2, dan
 biasanya orang ini  , kemampuan edukasinya lemahn tdk bisa sampai
 pada level manajerial,  alias hanya bisa bekerja  sebagai
 pegawai  rendahan, buruh, pembantu, tukang sapu dan selevelnya. 
 Inilah nanti modal bangsa Indonesia kelak sebagai penerus bangsa,
 mudah2an tdk sbg pensupply TKI terus.
 > >>>>>: Pak Iman….. dulu ada presiden kita yg memerintah bahkan
 lbh dari 30 tahun dan keluarganya kayaknya tak pernah kurang
 gizi…… tapi kok rekor edukasi anak2nya pada nggak tinggi juga
 ya?......:-- )).. tapi emang iya siih…. Biar gitu kemampuannya utk
 menghitung dan memiliki duit ternyata pd diatas level manajerial jg
 siih…….:--))
 > Â
 > +++++: Cerita lain……..
 > >>>>>:
 > Â
 > Salam,

                                           
 

      

    
    
        
         
        
        




        




        
        


        
        
        




      

Kirim email ke