Dear referensier. Si Fulan hidupnya merakyat, arti pola gaulnya aja dia, walaupun dia kaya, ke kantor naik bus, makan di warung tegal, belanja ke pasar, gaul dgn orang-orang kecil dsb, tapi belum tentu "kerakyatan". Sementara ada tengkulak beras, kaya dan gaya, dia benar2 mau bantu petani, bantu usaha ut peningkatan produksi, dia tampung produknya bersaing dgn Bulog, inilah yg disebut kerakyatan, jangan kaya Bulog kali cuma terima jadi. Dan banyak contoh2 di bidang Industri ut bergerak bersama, mis pengusaha2 batik di Solo yg menampung produk2 masyarakat, banyak lah. Tentunya bukan kunjungan2 ke pasar, kampanye di tempat sampah atau naik perahu sama2 nelayan. Tabek. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: Eko B K <[email protected]> Date: Sun, 21 Jun 2009 03:29:24 To: <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Re: Kemiskinan dan Ekonomi Kerakyatan. Pak Iman betul Pak Eka, kan beberapa hari lalu Prabowo sudah mengkonfirmasi di hadapan para pengusaha tionghoa bahwa para pengusaha tsb juga termasuk rakyat yg dilindungi dlm "ekonomi kerakyatannya Mega-Pro"... Jadi semakin membingungkan, apa karakteristik khusus dr ekonomi kerakyatan ini... Mungkin yg lebih menarik issue "pemerataan" yg sempat diusung oleh SBY, yg mungkin bisa menyentuh pembelaan thd rakyat miskin... sayangnya issue ini juga tidak dielaborasi lebih dalam, apa yg dimaksud oleh SBY dgn "pemerataan" dan bagaimana mencapainya? Pdhal Pak Aby sudah berusaha keras mengadvokasi "pemerataan" dengan ide2 pembangunan di KTI...:) --- On Sun, 6/21/09, [email protected] <[email protected]> wrote: From: [email protected] <[email protected]> Subject: Re: [referensi] Re: Kemiskinan dan Ekonomi Kerakyatan. To: [email protected] Date: Sunday, June 21, 2009, 7:15 AM Pak Eka, Ekonomi kerakyatan itu tdk hanya menggarap terinya tapi Kakapnya juga perlu digarap supaya tdk makan teri, tapi mengayomi.Powered by Telkomsel BlackBerry®From: "ffekadj" 4ek...@gmail. com> Date: Sun, 21 Jun 2009 03:36:56 -0000 To: <refere...@yahoogrou ps.com> Subject: [referensi] Re: Kemiskinan dan Ekonomi Kerakyatan. Pak Iman, Pak Aby, Pak ATA, dkk ysh. Mohon kiranya dapat diidentifikasi kelompok-kelompok yang masuk dalam ekonomi kerakyatan ini, supaya penanganan dan pengembangannya dapat lebih fokus/terpisah. Mungkin ciri umumnya adalah : pelakunya miskin dan mandiri. Pedagang tradisional : pedagang yang menempati lapak-lapak usaha di pasar-pasar tradisional, dengan jenis usaha: sembako, tekstil murah, perlengkapan rumah tangga, barang-barang bekas, dll. Pada musim kampanye kemarin, kelompok ini paling sering dikunjungi oleh para capres/cawapres. Pedagang kaki lima : pedagang yang menempati lapak-lapak temporer di ruang-ruang publik, dan termasuk di dalamnya yang bergerak secara mobile. Beberapa di antaranya : pedagang asongan, makanan, mainan, dll. Pada musim-musim tertentu para pedagang ini sering dikunjungi oleh Satpol PP. Pedagang illegal : pedagang yang tidak memiliki izin usaha, tidak membayar pajak, termasuk juga menjual barang-barang haram; dapat berusaha di ruang-ruang publik maupun privat. Beberapa di antaranya : pedagang asongan, ibu-ibu yang nyambi jualan pada waktu arisan, pedagang narkoba, usaha rumah tangga, nelayan merangkap pedagang di tengah laut, lobbiest, pedagang suara, dll. Yang agak sulit pengelompokannya seperti sales door-to-door, pedagang jasa (buruh garuk), dlsb. Mohon pencerahannya lebih lanjut, khususnya dalam rangka pengembangan ekonomi bejo-ajo-inang- daeng kita. Salam. -ekadj --- In refere...@yahoogrou ps.com, hengky abiyoso <watashiaby@ ...> wrote: > > ++++: Saya dapat cerita dari teman yg ketamuan kerabatnya dari kampung pinggir kota dan menginap dirumahnya. Kerabat ini membawa anak kecil kurus berumur delapan tahun. Hari pertama, waktu makannya malam, teman ini menawarkan makan kepada kerabatnya khususnya kepada anak kecilnya. Apa jawab si anak? Menolak makan dan dia bingung kho malam disuruh makan! Tukas anaknya, kan udah makan "tadi siang". > Kenapa? Astagfirullah. Anak ini rupanya tdk biasa makan malam, terbiasa makan hanya 1 kali dlm sehari, siang saja! Teman ini terenyuh dan berlinang air mata. Ya Allah, beginikah kehidupan kerabatku, yg dulu sahabatku, aku tahu masa kecil sahabatku, dulu serba cukup. > Keluarga kerabat ini hanya representatif dari jutaan orang miskin Indonesia, yg mungkin sdh terbiasa makan 1 kali sehari atau pola pola hidup miskin lainnya untuk bisa bertahan hidup dibumi Nusantara yg katanya kaya raya. > >>>>: Teman bpk itu seharusnya jangan2 buru2 meneteskan airmata dulu pak…… siapa tahu cara makan 1 kali sehari disiang hari adlh bagian dari kearifan lokal dari para leluhur kita dulu yg malah perlu dilestarikan……. Terbukti makan kelebihan jadi obesitas, kolesterol, stroke, jantung dsb… malah minum susupun menurut Prof. Hiromi Shinya, penulis buku laris The Miracle of Enzyme katanya, susu sapi adalah makanan/minuman paling buruk untuk manusia……….... >  > ++++: Teman dr BKKBN cerita, bahwa puluhan juta Balita di Indonesia malnutrisi alias kekurangan gizi, yg berakibat pertumbuhan otak anak anak tdk dpt optimal, artinya perkembangan IQnya akan dibawah rata2, dan biasanya orang ini , kemampuan edukasinya lemahn tdk bisa sampai pada level manajerial, alias hanya bisa bekerja sebagai pegawai rendahan, buruh, pembantu, tukang sapu dan selevelnya. Inilah nanti modal bangsa Indonesia kelak sebagai penerus bangsa, mudah2an tdk sbg pensupply TKI terus. > >>>>>: Pak Iman….. dulu ada presiden kita yg memerintah bahkan lbh dari 30 tahun dan keluarganya kayaknya tak pernah kurang gizi…… tapi kok rekor edukasi anak2nya pada nggak tinggi juga ya?......:-- )).. tapi emang iya siih…. Biar gitu kemampuannya utk menghitung dan memiliki duit ternyata pd diatas level manajerial jg siih…….:--)) >  > +++++: Cerita lain…….. > >>>>>: >  > Salam,

